Pasutri H Moch Arif Toto Rahardjo dan Hj Ninoek Sriyani Luncurkan Gerakan Anak Cinta Masjid

share on:
Peluncuran Gerakan Anak Cinta Masjid (GACM), gerakan yang diinisiasi oleh pasangan suami istri Moch Arif Toto Rahardjo (tengah) dan Ninoek Sriyani berkolaborasi dengan Takmir Masjid Al Ikhlas Ahlan Al Nata Hadi Utomo pada Rabu (31/12/2025) || YP-ist

Yogyapos.com (YOGYA) - Masjid Al Ikhlas Karangsari Kulon secara resmi meluncurkan Gerakan Anak Cinta Masjid (GACM), pada Rabu (31/12/2025). Wadah ini erupakan sebuah gerakan pendidikan dan pembinaan karakter anak berbasis masjid yang diinisiasi oleh pasangan suami istri H Moch Arif Toto Rahardjo dan Hj Ninoek Sriyani berkolaborasi dengan Takmir Masjid Al Ikhlas Ahlan Al Nata Hadi Utomo.

BACA JUGA: Haul Abah Guru Sekumpul: Cermin Cinta dan Kesadaran Kolektif Umat

Hajjah Ninoek Sriyani selaku Pembina GACM mengatakan, aksi ini lahir dari tiga keresahan mendasar para pendiri terhadap kondisi umat saat ini.

Pertama, realitas masjid yang jamaah aktifnya didominasi oleh kalangan lansia, sehingga menimbulkan kekhawatiran akan minimnya generasi anak-anak dan generasi muda yang mencintai masjid, Al-Qur’an, dan hadist.

BACA JUGA: Menkeu: Dana Darurat Rp 268 Miliar Cair, Pemulihan Bencana Sumatra Dipercepat

"Kedua, semakin berkurangnya adab dan tata krama Islami pada anak-anak generasi sekarang, baik dalam bersikap kepada orang tua, orang lain, maupun kepada sesama teman, ketiga, anak soleh atau solehah itu menjadi amal jariyah orang tua yang pahalanya tidak terputus sampai kapanpun, untuk itu harus diupayakan membimbing mereka menjadi anak soleh solehah itu kewajiban kita bersama," ujarnya Rabu (31/12/2025).

Launching pojok baca Khasanah Peradaban Anak Cinta Masjid || YP-ist

Menjawab keresahan tersebut, GACM menghadirkan kurikulum yang komprehensif dan berkelanjutan. "Kurikulum ini tidak hanya berfokus pada belajar mengaji, tetapi juga pada pembentukan karakter dan adab Islami anak,"ungkapnya.

BACA JUGA: Pemkab Sleman Kerjasama dengan Ditjenpas DIY, Ini Wujudnya

Anak-anak dibimbing oleh ustaz dan ustazah profesional yang hafiz Al-Qur’an, serta mendapatkan penguatan nilai melalui kisah-kisah inspiratif Islam tentang nabi, rasul, sahabat, dan tokoh-tokoh teladan, bekerja sama dengan Ari Abu Zahwan (Kak Ari Berkisah), pemerhati pendidikan anak.

BACA JUGA: Otopsi Sosial 2025 Menuju Indonesia Versi Baru

"Kurikulum juga dilengkapi dengan kegiatan tadabur alam untuk menumbuhkan kesadaran akan kebesaran Allah dan rasa syukur atas ciptaan-Nya, serta outbound dan aktivitas pembentukan kepemimpinan (leadership) untuk melatih kemandirian, tanggung jawab, kerja sama, dan keberanian anak sejak dini," sebutnya.

BACA JUGA: Islah PBNU: Ketika Kesadaran Pengabdian Kalahkan Ego

Dalam pelaksanaannya, gerakan ini juga melibatkan Remaja Islam Masjid Al Ikhlas (Rismail) yang berjumlah kurang lebih 30 orang. Para remaja masjid ini berperan sebagai pendamping ustaz dan ustazah, sekaligus menjadi kakak pembina bagi anak-anak, sehingga tercipta suasana belajar yang hangat, dekat, dan berkesinambungan antar generasi.

BACA JUGA: Makam KRT Sumodiningrat Resmi Cagar Budaya, Akhiri Polemik Sejarah

GACM telah berjalan sejak September 2025 dan berpusat di Masjid Al Ikhlas Karangsari Kulon. Pada momentum launching ini, turut diresmikan pojok baca Khasanah Peradaban Anak Cinta Masjid yang berlokasi di lantai 2 masjid. Pojok baca ini menyediakan berbagai buku anak dari beragam usia sebagai sarana literasi dan pendukung pembelajaran Islami.

BACA JUGA: Sastra Jawa di Persimpangan Zaman: Refleksi Akhir 2025 Menuju 2026

"Kami berharap gerakan ini menjadi titik awal gerakan yang lebih luas. GACM kami rancang sebagai cikal bakal kembalinya anak-anak untuk mencintai masjid sebagai pusat peradaban, pusat bertemu dan berorganisasi serta belajar keagamaan dan sosial, sehingga terbentuk kader-kader pemuda yang tidak hanya sukses mengejar ilmu dunianya tapi juga sukses akheratnya," tuturnya. (Opo)

 

 

 


share on: