Yogyapos.com (SLEMAN) - Warga masyarakat Padukuhan Gempol, Kalurahan Condongcatur, Depok, bersama pemerintah, komunitas peduli sungai, dan berbagai pemangku kepentingan turun gotong royong dalam aksi "Bersih Sungai Kali Buntung Gempol, Lestari Alamku, Lestari Desaku", Minggu (19/7/2026).
BACA JUGA: Gempur Peredaran Miras Ilegal, Polres Bantul Sisir 11 Lokasi dan Sita Ratusan Barang Bukti
Kegiatan yang diinisiasi Komunitas Kali Buntung Gempol (KKB Gempol) ini mendapat dukungan penuh dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman, Pemerintah Kapanewon Depok, Forum Komunitas Sungai Sleman (FKSS).
BACA JUGA: Penyanyi Puteri Aryani dan Orkestra SMM Yogyakarta Ikut Meriahkan HUT ke-195 Bantul
Aksi tersebut juga dihadiri oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman Junaidi, bersama Sasi Kirana, Kepala Seksi Pengendalian DLH Sleman, Panewu Depok Rakhmat Harinawan SSos MSi, Plt Lurah Condongcatur Budi Arto SIP MAP, dan Ketua FKSS Sleman Sugito, serta unsur masyarakat Condongcatur.
BACA JUGA: Tim Reskrim Srandakan Tangkap Terduga Penggelap Motor dan Gerobak Bakso
Mengusung tema yang diambil dari penggalan lagu "Lestari Alamku, Lestari Desaku", kegiatan ini membawa pesan bahwa pelestarian lingkungan harus dimulai dari langkah sederhana, dari dari kegiatan tersebut berhasil dikumpulkan 65 karung sampah anorganik dengan total berat sekitar 520 kilogram.
BACA JUGA: Mayjen TNI Krido Pramono di Balik Lagu Monumental 'Teruslah Melangkah'
Seluruh sampah kemudian dievakuasi oleh UPT Persampahan DLH Kabupaten Sleman untuk diproses lebih lanjut.

Selain aksi bersih sungai, panitia juga menggelar sarasehan lingkungan seba gai media edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya menjaga air.
BACA JUGA: Halaqah RMI PCNU Pekalongan, Gus Hilmy Soroti Peran Ulama dalam Isu Pencemaran Lingkungan
Dalam paparannya, Kepala Seksi Pengendalian DLH Sleman Sasi Kirana, menegaskan bahwa menjaga sungai tidak cukup hanya melalui kegiatan bersih-bersih sesaat, tetapi harus dibarengi perubahan perilaku masyarakat. Diharapkan tidak membuang sampah maupun limbah cair rumah tangga langsung ke sungai tanpa melalui proses pengolahan.
BACA JUGA: Kunjungi Papua Barat Daya, Menhaj: Saatnya Bangun Budaya Evaluasi Berkelanjutan
"Kami berharap masyarakat memiliki sistem pengolahan limbah, seperti septic tank atau resapan yang memadai, sehingga kualitas air sungai tetap terjaga," ujar Sasi Kirana.
Sementara itu, Ketua Forum Komunitas Sungai Sleman (FKSS), Sugito, menyampaikan Kapanewon Depok menja di salah satu wilayah dengan jumlah komunitas peduli sungai terbanyak di kabupaten Sleman.
BACA JUGA: Seru! Nobar Piala Dunia Inggris vs Prancis di JEC
Di Kapanewon Depok saat ini terdapat 11 komunitas sungai dari total 32 komunitas sungai di Kabupaten Sleman, dan berharap komunitas-komunitas ini terus menjadi motor penggerak pelestarian lingkungan, menjaga kualitas air baku, sekaligus melindungi mata air melalui kegiatan konservasi tanaman.
BACA JUGA: Pelatihan SDM Sekolah Ungggul Garuda, Build Positive Service Perkuat Sinergi GTK SMA Muhi
Melalui aksi nyata ini, masyarakat Gempol membuktikan bahwa menjaga sungai tidak hanya menghasilkan lingkungan yang bersih, tetapi juga memperkuat kebersamaan, meningkatkan kepedulian terhadap alam, dan menanamkan tanggung jawab bersama untuk mewariskan sungai yang sehat kepada generasi mendatang. (Agn)
