UAJY Klarifikasi Sejumlah Mahasiswanya dalam Penulisan Abstrak & Presentasi Konferensi Internasional

share on:

Yogyapos.com (SLEMAN) - Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) menyampaikan klarifikasi terkait keterlibatan sejumlah mahasiswanya dalam penulisan abstrak dan presentasi, pada sejumlah konferensi internasional bidang Kedokteran yang banyak didiskusikan dalam berbagai media sosial akhir-akhir ini.

BACA JUGA: Puisi Jelek untuk Penguasa Buruk

Pejabat Humas UAJY, Ike Devi S, mengatakan berdasarkan hasil penelusuran dan investigasi internal, UAJY memperoleh informasi bahwa 3 mahasiswa Program Sarjana Program Studi Akuntansi dan 1 mahasiswa Program Sarjana Program Studi Manajemen, bergabung dalam sebuah komunitas eksternal The Pranala Institute sebagaimana tercantum dalam abstrak yang tersebar luas.

BACA JUGA: Masyarakat Minang di Yogyakarta Laporkan Abu Janda ke Polda

“Berdasarkan penelusuran, diketahui pula bahwa The Pranala Institute yang dimaksud berbeda dengan Pranala Institute yang berpusat di Surabaya, yang juga telah memberi klarifikasi terhadap kasus ini. Melalui komunitas tersebut, para mahasiswa ditawari kesempatan untuk berpartisipasi dalam konferensi internasional dengan berbagai manfaat yang dijanjikan, termasuk peluang memperoleh travel grant untuk menghadiri konferensi internasional,” ujarnya, Minggu (31/6/2026).

BACA JUGA: Siapa Tersangka Dugaan Penyelewengan TKD Condongcatur, Ini Jawaban Kejati DIY

Dari keterangan yang diperoleh, para mahasiswa mengasumsikan keterlibatan mereka merupakan bagian dari aktivitas akademik yang sah dan bermanfaat bagi pengembangan kapasitas diri. Namun demikian, hasil investigasi menunjukkan bahwa kontribusi mahasiswa dalam proses penulisan abstrak, pengiriman (submission), registrasi, maupun presentasi tidak sebanding dengan posisi sebagai penulis yang kemudian dicantumkan pada sejumlah abstrak dan poster publikasi tersebut.

BACa JUGA: Sarasehan Menggagas Pancasila Berperspektif Laudato Si

UAJY memandang bahwa para mahasiswa kurang memahami standar internasional mengenai etika penelitian, authorship, konferensi internasional, dan tata kelola publikasi ilmiah sehingga berdampak pada UAJY.

“Oleh karena itu, universitas akan memberikan sanksi akademik kepada mahasiswa dengan mengedepankan pendekatan pembinaan, sembari tetap melakukan evaluasi akademik secara objektif dan menyeluruh,” tandasnya.

BACA JUGA: Dorong Gaya Hidup Sehat, Danrem 072/Pmk Ikuti Trans Jogja Run 2026

Dengan merujuk pada sejumlah dokumen abstrak dan poster publikasi, UAJY menegaskan bahwa keterlibatan mahasiswa tersebut tidak dilakukan atas penugasan resmi, persetujuan institusi, bimbingan dosen, maupun program penelitian yang diselenggarakan oleh UAJY. UAJY menduga pelibatan mahasiswa dan penggunaan afiliasi universitas dimaksudkan untuk memperkuat legitimasi untuk memperoleh travel grant yang diinginkan.

BACA JUGA: Pimpin Upacara Kelulusan Siswa SMA Taruna Nusantara, Ini Pesan Panglima TNI

UAJY menegaskan bahwa integritas akademik merupakan nilai fundamental yang harus dijaga oleh seluruh sivitas akademika. Pada saat yang sama, universitas juga berkewajiban memberikan pembinaan kepada mahasiswa agar tidak terlibat praktik-praktik yang berpotensi menyesatkan atau tidak sesuai dengan standar keilmuan yang berlaku secara umum.

BACA JUGA: Jaga Ketersediaan Air, Pemkab Sleman Optimalkan Fungsi Infrastruktur Embung dan Penampungan

“UAJY akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk memastikan bahwa setiap aktivitas akademik yang mengatasnamakan universitas dilakukan secara bertanggung jawab, transparan, dan sesuai dengan prinsip-prinsip etika akademik,” pungkasnya. (*/Met)


share on: