Asosiasi Forum Kerukunan Umat Beragama Temui Bupati Harda, Bahas Candi

share on:

Yogyapos.com (SLEMAN) - Bupati Sleman Harda Kiswaya menerima kunjungan Asosiasi Forum Kerukunan Umat Beragam Indonesia (AFKUBI) yang dipimpin Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet, di Ruang Raat Sembada, Sabtu (3/5/2026).                                   

BACA JUGA: Masyarakat Minang di Yogyakarta Laporkan Abu Janda ke Polda

Turut hadir sekitar 40 orang terdiri dari Ida Pedanda atau para pemimpin rohaniawan Hindu serta tokoh Penghayat Kepercayaan Kepada Tuhan Maha Esa.

Dalam pertemuan tersebut mengemuka sebuah Candi Candra Geni Sri Sendana terletak di Padukuhan Kemiri Candi Binangun Pakem yang tengah dibangun di lereng Merapi diproyeksikan tidak hanya menjadi pusat kegiatan spiritual, tetapi juga simbol kerukunan umat beragama di Kabupaten Sleman. 

BACA JUGA: Pimpin Upacara Kelulusan Siswa SMA Taruna Nusantara, Ini Pesan Panglima TNI

Diharapkan menjadi juga menjadi ikon toleransi sekaligus destinasi wisata berkelanjutan yang mengintegrasikan nilai spiritual, budaya, dan ekonomi.

Dalam pertemuan tersebut, AFKUBI menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sleman atas dukungan yang diberikan terhadap pembangunan Candi Candra Geni Sri Sedana di Pakem.

BACA JUGA: Puisi Jelek untuk Penguasa Buruk

Bupati Harda menyambut baik kunjungan tersebut dan menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Sleman dalam menjaga nilai-nilai toleransi, keberagaman, dan kerukunan di tengah masyarakat.

Menurutnya, keberadaan Candi Candra Geni Sri Sedana memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar bangunan fisik. Candi ini menjadi simbol nyata bahwa keberagaman dapat dirawat melalui pendekatan budaya yang harmonis dan inklusif.

BACA JUGA: Jaga Ketersediaan Air, Pemkab Sleman Optimalkan Fungsi Infrastruktur Embung dan Penampungan

“Saya mendukung pembangunan Candi ini sebagai simbol kerukunan umat beragama melalui budaya serta memperkuat identitas Sleman yang toleran, inklusif dan menghargai perbedaan. Pemkab Sleman akan memastikan proses pembangunan berjalan baik tanpa persepsi negatif di masyarakat,” ujar Harda.

BACA JUGA: Ini Tiga Kandidat Sekda Sleman Pasca Purna Tugas Susmiarto

Pemerintah Kabupaten Sleman, lanjut Harda, terus berupaya menciptakan iklim sosial yang kondusif bagi seluruh kelompok masyarakat. 

Semangat saling menghormati dan menghargai perbedaan dinilai menjadi modal penting dalam menjaga keharmonisan di daerah yang memiliki keragaman latar belakang agama, budaya, dan kepercayaan.

BACA JUGA: Sekda Sleman Purna Tugas, Paguyuban Panewu Beri Cinderamata Lukisan

Sementara itu, Ketua AFKUBI Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan yang diberikan Pemerintah Kabupaten Sleman selama proses pembangunan candi.

Ia berharap Candi Candra Geni Sri Sedana dapat menjadi simbol kerukunan umat beragama sekaligus memperkuat semangat toleransi yang selama ini tumbuh di Sleman.

BACA JUGA: Dugaan Korupsi Kredit BUKP Rp 2,1 M, Polresta Sleman Tetapkan 3 Tersangka

“Kami mengapresiasi dan berterima kasih atas dukungan dari Pemerintah Kabupaten Sleman dalam proses pembangunan Candi Candra Geni Sri Sedana. Semoga dapat menjadi simbol kerukunan umat beragama dan toleransi di Kabupaten Sleman,” kata Ida.

Selain memiliki fungsi spiritual dan budaya, AFKUBI juga menilai keberadaan candi tersebut berpotensi memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. 

BACA JUGA: Siapa Tersangka Dugaan Penyelewengan TKD Condongcatur, Ini Jawaban Kejati DIY

Dengan konsep yang memadukan spiritualitas, budaya, dan pariwisata, Candi Candra Geni Sri Sedana diharapkan berkembang menjadi destinasi wisata berkelanjutan di kawasan lereng Merapi.

Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, tokoh agama, dan masyarakat, pembangunan Candi Candra Geni Sri Sedana diharapkan semakin memperkuat citra Sleman sebagai daerah yang menjunjung tinggi toleransi, kerukunan, dan keberagaman. (Agn)


share on: