Yogyapos.com (BANTUL) - Persaingan industri pangan dan pertanian semakin ketat, kemampuan membangun citra dan relasi menjadi kunci. Menjawab kebutuhan tersebut, Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) membekali mahasiswanya dengan keahlian Public Relations (PR) melalui kuliah tamu bertajuk “Peran PR dalam Perusahaan Agribisnis”, di Kampus UMY, Selasa (3/6/2026).
BACA JUGA: UAJY Klarifikasi Sejumlah Mahasiswanya dalam Penulisan Abstrak & Presentasi Konferensi Internasional
Kuliah yang diampu oleh Dr Aris Slamet Widodo ini menghadirkan Puji Qomariyah, sosiolog yang tengah menempuh studi doktoral di bidang Ilmu Pendidikan di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Dalam sesi yang berlangsung interaktif, mahasiswa tak hanya belajar teori kehumasan, tetapi juga praktik bagaimana menjadi Public Relations bagi diri sendiri.
BACA JUGA: Gubrak! Lurah Condongcatur Resmi Tersangka Korupsi, Polda DIY: Kerugian Negara Rp 1 M
Puji Qomariyah menekankan bahwa menjadi PR profesional bukan sekadar juru bicara perusahaan, melainkan seni membangun hubungan baik (relationship building) yang dimulai dari kemampuan membawa diri.
BACA JUGA: UAJY Lepas 288 Wisudawan S1 dan Magister, Dihadiri Kepala LLDIKTI Wilayah V
“Sebelum menjadi PR bagi perusahaan atau organisasi agribisnisi, harus mampu menjadi PR bagi dirinya sendiri. Personal branding adalah fondasi utamanya. Bagaimana kita membawa diri dimana pun berada, cara kita berbicara dengan siapa, dan bagaimana kita menarasikan nilai diri kita, itu adalah latihan paling dasar yang akan menentukan kredibilitas kita sebagai humas profesional,” ujar Puji.
Para mahasiswa peserta pembekalan || YP-Ist
Sosiologi beririsan erat dengan kehumasan, Puji menjelaskan bahwa interaksi manusia adalah inti dari pekerjaan PR. Mahasiswa diajak untuk mengidentifikasi potensi rekan-rekan mereka sendiri yang memiliki bakat alami di bidang komunikasi.
BACA JUGA: Akselerasi Transformasi Digital, Pemkab Sleman Luncurkan QRIS Parkir Pasar Godean
Sesi akhir diwarnai dengan simulasi peran dimana mahasiswa dengan percaya diri mempresentasikan strategi promosi Prodi Agribisnis, mulai dari rencana kunjungan ke sekolah-sekolah hingga belajar praktik rekrutmen mahasiswa di kampus lain.
BACA JUGA: Pemkab Sleman Prioritaskan Infrastruktur, Pemerataan Ekonomi Bergeser ke Barat
Menanggapi antusiasme ini, dosen pengampu mata kuliah, Dr. Aris Slamet Widodo, menyatakan bahwa kehadiran praktisi menjadi jembatan antara teori akademik dan realita industri.
BACA JUGA: Masyarakat Minang di Yogyakarta Laporkan Abu Janda ke Polda
“Mata kuliah PR ini kami desain agar mahasiswa Agribisnis tidak hanya piawai dalam budidaya dan teknis pertanian, tetapi juga mampu mengomunikasikan inovasi dan nilai tambah produk pertanian kepada publik. Kehadiran Ibu Puji Qomariyah membuka wawasan mahasiswa bahwa PR adalah seni membangun kepercayaan. Simulasi tadi membuktikan bahwa mahasiswa kami sebenarnya memiliki potensi komunikasi yang luar biasa, tinggal bagaimana kita mengasah public speaking dan storytelling mereka,” jelas Aris.
BACA JUGA: Dorong Percepatan Pembahasan RUU Pemilu, Senator Gus Hilmy: Perlu ada Perspektif Daerah
Acara ini diharapkan mampu mencetak lulusan Agribisnis yang tidak hanya kompeten di bidang on-farm dan off-farm, tetapi juga mampu menjadi komunikator handal yang menjembatani sektor pertanian dengan masyarakat luas. (Red)
