Yogyapos.com (MAGELANG) - Ketua DPRD Magelang, Sakir SSos didampingi MM Hidayat dari Senopati Nusantara, membuka Pameran dan Bursa Tosan Aji Keris Paguyuban Satriyatama, di Rumah Dinas Bupati Magelang Kota Mungkid, Sabtu (23/5/2026).
BACA JUGA: 129 Downhiller Berkompetisi Keras di Seri Perdana 76 Indonesian Downhill
Pembukaan pameran dan bursa Tosan Aji keris tersebut ditandai dengan pelolosan keris oleh Ketua DPRD Magelang dan peninjauan stan pameran.
BACA JUGA: Hoax! Narasi Larangan Pertalite untuk Kendaraan Merk Tertentu per 1 Juni 2026
Ketua DPRD Sakir, menyampaikan pelaksanaan sarasehan dalam rangka ulang tahun ke-18 Satriyatama ini menjadi momentum yang tepat dan strategis untukturut memberikan edukasi kepada generasi muda dan untuk menjembatani kesenjangan pengetahuan agar generasi milenial memahami nilai histori dan estetika tosan aji.
Pelepasan keris dari warangkanya oleh Ketua DPRD Magelang menandai pembukaan anneran tosan aji keris || YP-Agung Dwi Purwanto
Sarasehan ini, lanjut Sakir, juga sebagai pengembangan dunia pengerisan menjadi ruang wadah tukar pikiran antara kolektor, empu, akademisi dan masyarkat umum demi pengembangan dunia keris penguatan ekonomi kreatif menghidup kembali ekosistem, para pengrajin hingga
pelaku seni yang menggantungkan pada tosan aji.
BACA JUGA: Dansatgas Pamwil VVIP Brigjen TNI Yuniar Sambut dan Antar Presiden RI di Bandara YIA
"Tosan Aji baik itu keris, tombak maupun pedang bukanlah sekedar benda mati atau senjata tajam masa lalu. Namun lebih dari itu tosan aji adalah mahakarya yang mamadukan keindahan seni atau estetika, teknologi yang melampaui jaman serta kedalaman fisolofi dan doa empu.Kita belajar kesabaran penghidupan pada tosan aji," ujar Sakir.
BACA JUGA: Lingling Perantau Asal Malang Jadi Sorotan, Siap Tampil Perdana di Sinetron Nasional
Tosan Aji, tambahnya, bukan bearti terjebak pada masa lalu atau hal hal mis tik.melainkan untuk penghormatan terha dap kecerdasan intelektual dan spiritual para leluhur nusantara. Di era modern dan digital ini, tatanan pelestarian budaya semakin besar, jika tidak peduli maka warisan yang telah diakui dunia UNESCO bisa saja asing di negeri kita sendiri.
BACA JUGA: Menteri LH Jumhur Hidayat Cemaskan Gejala 'Ghost Fishing'
Sementara itu, MM Hidayat dari Serikat Nusantara Pelestari Tosan Aji Nusantara (Senopati Nusantara) keberadaan Paguyuban Satriyatama Kabupaten Magelang sudah berusia 18 tahun, merupakan salah satu aset budaya Magelang. Sejak berdiri melakukan kegiatan rutin pameran secara mandiri.
BACA JUGA: Bermula Hubungan Asmara Kini Saling Berperkara, RJ Masih Wacana
Hidayat berharap dari dinas pendidikan turut menfasilitasi kegiatan ini, sehingga menjadi kegiatan yang rutin seperti dilakukan Kabupaten lain. Jadi kita men jadi bangsa Indonesia wajib terus menguri-uri budaya ini karena keris itu juga su dah diakui dunia melalui Unesco pada tahun 2025 lalu.

"Sebetulnya yang kita uri-uri itu bukan bendanya tapi ceritanya asal keris tersebut. Diharapkan juga kita juga menjadi agen kebudayaan Tosan Aji dan khususnya keris," tandas Hidayat.
BACA JUGA: 34 Perguruan Tinggi Jalin Kerjasama Program Beasiswa Sleman Pintar
Salah satu penggiat Tosan Aji dari Sleman Wisben Antoro, mengungkap sangat menarik sekali adanya pameran dan bursa tosan aji keris seperti ini. Karena melalui kegiatan seperti ini banyak teman-teman serta generasi muda bisa melihat memperhatikan dan bertanya-tanya tentang keris salah satu warisan budaya ini. Sedangkan untuk peserta bisa memanjangkan dagangannya dan kolektor bisa menampila kan koleksinya.
BACA JUGA: 28 Tahun Reformasi, Aktivis UJB Terbitkan Buku Sejarah Gerakan Mahasiswa Empat Dekade
"Harusnya setiap pemerintah kabupaten daerah itu mempunyai agenda rutin untuk memperkenalkan budaya kepada generasi muda dan masyarakat," ungkap Wisben, lebih dikenal sebagai pemain Angkringan TV RI Yogya ini. (Agn)
