Pemkab Sleman Prioritaskan Infrastruktur, Pemerataan Ekonomi Bergeser ke Barat

share on:
Sekda Sleman, Abu Bakar (nomor dua dari kanan) didampingi Sekretaris Komisi C DPRD Sleman, Untung Basuki (dua dari kiri) || YP-Eko Purwono

Yogyapos.com (SLEMAN) - Pemerintah Kabupaten Sleman menegaskan arah pembangunan daerah berpedoman pada dokumen perencanaan yang telah ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) serta visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Sleman periode 2025–2030. 

BACA JUGA: Gubrak! Lurah Condongcatur Resmi Tersangka Korupsi, Polda DIY: Kerugian Negara Rp 1 M

Sekretaris Daerah (Sekda) Sleman, Abu Bakar, Selasa (2/6/2026), pembangunan daerah berlandaskan Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2021. Fokusnya tidak hanya pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan tata kelola pemerintahan, tetapi juga pada percepatan pembangunan infrastruktur untuk pertumbuhan ekonomi dan pemerataan antarwilayah.

BACA JUGA: Dorong Percepatan Pembahasan RUU Pemilu, Senator Gus Hilmy: Perlu ada Perspektif Daerah

Program prioritas yang diusung antara lain perbaikan kualitas jalan, peningkatan penerangan jalan, serta penanganan persoalan sampah. “Prioritasnya adalah infrastruktur. Dalane padhang, dalane alus, dan lingkungan harus bebas sampah,” tandasnya.

BACA JUGA: Garjas Periodik I 2026 di Lapangan Sapta Marga Yonif 403/WP

Pembangunan infrastruktur memiliki dampak langsung terhadap pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat. "Jalan yang baik dan penerangan yang memadai akan meningkatkan kenyamanan masyarakat maupun wisatawan dalam beraktivitas," sebutnya.

BACA JUGA: Kedatangan Perdana Debarkasi Jakarta, 391 Jemaah Kloter JKG-01 Tiba di Tanah Air

Ia mencontohkan kawasan wisata dan kuliner di wilayah Sleman utara dan timur yang berkembang pesat. Akses jalan yang baik dinilai menjadi faktor penting dalam mendukung mobilitas pengunjung menuju destinasi wisata maupun sentra kuliner. Pembangunan infrastruktur juga menyasar jalan usaha tani yang selama ini menjadi akses utama bagi petani menuju lahan pertanian. 

BACA JUGA: UAJY Klarifikasi Sejumlah Mahasiswanya dalam Penulisan Abstrak & Presentasi Konferensi Internasional

Ia mengungkapkan percepatan pembangunan ke depan akan banyak menyasar wilayah Sleman Barat, seperti Kapanewon Minggir, Seyegan, dan Moyudan. Kawasan tersebut diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru melalui pembangunan berbagai fasilitas strategis.

BACA JUGA: KDMP di Banyurejo Terbentuk, Tapi Masih Cari Lahan untuk Bangunan Fisik

Diantaranya yang direncanakan adalah pembangunan markas kepolisian, rumah sakit, serta institusi pendidikan. Kehadiran fasilitas-fasilitas tersebut diyakini akan mengubah struktur ekonomi masyarakat setempat.

BACA JUGA: Danrem 072/Pmk: Jadikan Pancasila Pemersatu Bangsa dan Fondasi Perdamaian Dunia

“Ketika ada kampus, rumah sakit, dan fasilitas lainnya, akan muncul peluang usaha seperti kos-kosan, laundry, katering, hingga berbagai layanan pendukung lainnya. Perputaran uang di masyarakat juga akan meningkat,” katanya.

BACA JUGA: Kuasa Hukum Terdakwa Pemalsuan Merek Minta Kliennya Dibebaskan, Ini Alasannya

Terkait potensi kesenjangan pembangunan antar wilayah, Abu menegaskan bahwa pemerintah daerah telah mengantisipasi hal tersebut melalui strategi pemerataan pembangunan.

BACA JUGA: Slemania, Karnaval dan Multitude

Selama ini, kawasan Sleman utara dan wilayah perkotaan seperti Depok, Mlati, dan Ngaglik dikenal sebagai pusat pendidikan, jasa, dan properti yang memiliki aktivitas ekonomi tinggi. Ke depan, pola pertumbuhan tersebut diharapkan mulai menyebar ke wilayah barat.

BACA JUGA: 28 Tahun Reformasi, Aktivis UJB Terbitkan Buku Sejarah Gerakan Mahasiswa Empat Dekade

Dengan demikian, kawasan yang selama ini identik dengan lahan pertanian diharapkan dapat berkembang menjadi wilayah dengan aktivitas ekonomi yang lebih beragam tanpa meninggalkan potensi lokal yang dimiliki.

BACA JUGA: BBWSSO Gercep Kerahkan Excavator Normalisasi Sungai Bulus, Warga Sampaikan Apresiasi

Sekretaris Komisi C DPRD Sleman, Untung Basuki Rahmad, menilai keberhasilan pembangunan daerah ditentukan oleh tiga faktor utama, yakni anggaran, regulasi, dan sumber daya manusia yang menjalankan program pembangunan.

BACA JUGA: Asosiasi Forum Kerukunan Umat Beragama Temui Bupati Harda, Bahas Candi

Kabupaten Sleman saat ini telah memiliki dukungan anggaran yang memadai serta regulasi yang jelas. Karena itu, tantangan terbesar berada pada kualitas aparatur yang diberi amanah untuk melaksanakan program-program pemerintah.

BACA JUGA: Peringatan Tri Suci Waisak Nasional Perkuat Persatuan, Toleransi dan Kepedulian Sosial

“Indikator keberhasilan pemerintah itu ada tiga, yaitu anggaran, aturan, dan orang yang menjalankan. Anggaran Sleman saya yakin sudah cukup besar, aturannya juga sudah tersedia. Tinggal bagaimana menempatkan orang yang tepat pada posisi yang tepat,” ujar Untung.

BACA JUGA: Sarasehan Menggagas Pancasila Berperspektif Laudato Si

Ia menegaskan, penempatan pejabat harus mempertimbangkan kapasitas, kompetensi, dan kebutuhan zaman agar kebijakan pembangunan dapat berjalan secara efektif. Birokrasi juga harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat

BACA JUGA: Kolaborasi Ansor, Pemkab dan Baznas Bantul Gulirkan Program Bedah Rumah

“Kalau orang yang ditempatkan memang memiliki kapasitas dan kemampuan yang sesuai, sementara aturan dan anggarannya sudah tersedia, saya optimistis pembangunan bisa berjalan dengan baik,” katanya. (Opo)

 

 


share on: