Pakar UGM Sebut Latihan Angkat Beban Baik untuk Jantung hingga Otak

share on:
Ilustrasi olahraga angkat beban || YP-Ist

Yogyapos.com (YOGYA) – Olahraga kardio seperti lari, bersepeda, atau berenang memang dikenal efektif menjaga kebugaran dan kesehatan jantung. Namun, latihan angkat beban ternyata memiliki manfaat yang tak kalah penting, mulai dari menjaga kesehatan otot hingga meningkatkan fungsi jantung dan otak.

BACA JUGA: Menakar Peluang Kemenangan Eks Jampidsus Jika Ajukan Prapradilan

Dosen Departemen Fisiologi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM, Prof Dr dr.Denny Agustiningsih MKes AIFM, mengatakan sebagian besar struktur tubuh manusia terdiri atas otot. Saat otot digunakan untuk beraktivitas atau latihan beban, tubuh akan melepaskan protein seperti myosin dan aktin yang berperan dalam proses perbaikan jaringan, regenerasi sel, hingga pencegahan penyakit.

BACA JUGA: Ribuan Lowongan Kerja di Job Fair Jogja 2026, Ada Formasi untuk Penyandang Disabilitas

"Itulah mengapa olahraga beban yang menggunakan otot-otot tubuh kita penting karena kita memanggil protein-protein tadi," katanya, Selasa (14/7/2026).

Menurut Denny, olahraga kardio dan latihan beban bukan untuk dipertentangkan, melainkan saling melengkapi. Kardio berfungsi meningkatkan kesehatan jantung dan paru-paru, sedangkan latihan beban membantu menjaga kualitas otot yang menjadi penopang utama tubuh.

BACA JUGA: Pembalap Asal Sleman, Kiandra Ramadhipa Juarai Race 2 Red Bull MotoGP Rookies Cup

"Ketika kita berolahraga, otot pasti mengalami kerusakan-kerusakan kecil. Protein tadi berfungsi memperbaiki kerusakan tersebut sekaligus membantu proses regenerasi," ujarnya.

Ia mengacu pada rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menyarankan orang dewasa melakukan olahraga aerobik atau kardio menggunakan otot-otot besar sebanyak 3-5 kali dalam seminggu. Selain itu, latihan kekuatan otot dan kelenturan dianjurkan dilakukan sedikitnya dua kali setiap pekan.

BACA JUGA: Pengajian Bersama Forkopimda, Danrem Ajak Teladani Semangat Juang Pangeran Diponegoro

"Jadi memang perlu dilakukan kombinasi secara teratur," katanya.

Denny menambahkan, latihan beban tidak harus dilakukan di pusat kebugaran. Gerakan sederhana seperti push-up, pull-up, squat, plank, maupun memanfaatkan kursi di rumah sudah termasuk latihan kekuatan otot. Pilates juga bisa menjadi alternatif untuk melatih otot dan keseimbangan tubuh.

BACA JUGA: Kisah Hijrah Penjual Sengsu ke Tongseng Ayam, Semua Peralatan Diganti yang Baru

Menurutnya, kebiasaan melatih otot sebaiknya dimulai sejak usia muda karena massa otot akan terus berkurang seiring bertambahnya usia apabila tidak digunakan secara optimal.

"Dengan melatih otot sejak muda, kita dapat mencegah tubuh menjadi bungkuk, lemah, atau jompo saat memasuki usia tua," jelasnya.

BACA JUGA: Rayakan Setahun Perjalanan, MOX Space Berbagi 100 Paket Makanan di Yogyakarta

Selain memperkuat otot, latihan beban juga memberikan dampak positif bagi jantung. Saat otot bekerja lebih keras, kebutuhan darah dan oksigen meningkat sehingga jantung ikut terlatih untuk memompa darah lebih efektif. Karena itu, intensitas latihan harus disesuaikan dengan kemampuan tubuh dan ditingkatkan secara bertahap.

BACA JUGA: SMA Muhi Yogya Awali MPLS dengan Beasiswa Rp 313 Juta bagi Murid Berprestasi

Sementara bagi otak, latihan beban membantu melancarkan aliran darah sehingga suplai oksigen menjadi lebih baik. Kondisi tersebut merangsang pelepasan hormon yang meningkatkan suasana hati sekaligus mendukung kemampuan berpikir.

"Aliran darah yang lebih baik di otak akan meningkatkan kecerdasan dan kecepatan berpikir karena otak terbiasa mendapatkan suplai darah yang optimal," terangnya.

BACA JUGA: Menteri LH Jumhur Hidayat Segera Terbitkan Aturan Packaging Recovery Organization

Untuk menjaga kebugaran secara menyeluruh, Denny menyarankan orang dewasa melakukan olahraga kardio selama sekitar 45 menit sebanyak 3-5 kali dalam seminggu. Sementara latihan beban dapat dilakukan 2-3 kali setiap pekan dengan beban ringan terlebih dahulu, kemudian ditingkatkan secara bertahap.

BACA JUGA: Pertamina Berbagi Sembako dan Seragam Sekolah

Ia juga mengingatkan agar setiap sesi olahraga selalu diawali dan diakhiri dengan pemanasan serta peregangan guna mengurangi risiko cedera. "Jangan sampai otak kita masih cerdas, tetapi tubuh kita sudah jompo," pungkasnya. (Jhw)


share on: