Teater Eska Siap 'Merayakan Seratus Tahun Kabahagiaan' di Gelanggang Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga

share on:

Yogyapos.com (YOGYA) - Teater ESKA akan melaksanakan sebuah pertunjukan Work in Progress Pentas Produksi XXXVII bertajuk Merayakan Seratus Tahun Kebahagiaan di Gelanggang Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Rabu (15/7/2026) pukul 19.30 WIB.

BACA JUGA: Drama Musikal 'Sang Garuda dan 9 Bidadari' Ajak Anak Belajar Lewat Dongeng

Pertunjukan yang disutradarai oleh Khuluqul Karim ini diciptakan secara kolaboratif bersama Ahmad Sulton Afauna, Angelita Puspa Rachmawati, Athallah Akmal Baihaqi, Destri Romiza, Surya Tri Nugroho, Fauzan Ibnu Widya Pradana, dan Fiqhan Siddiqul Farhan.

Hari itu adalah hari ulang tahunmu yang bertepatan dengan ulang tahun ke seratus kampung halamanmu. Orang-orang merayakannya dengan penuh suka cita dan rasa bahagia. Bagaimana denganmu? Adakah yang peduli dengan perasaanmu?

BACA JUGA: Peresmian Jembatan Garuda Merah Putih di Desa Blengor, Wujud Kemanunggalan TNI-Rakyat

Hari itu perayaan digelar semeriah-meriahnya, di mana-mana. Siapa saja diundang, tak ada yang boleh melewatkan. Masa depan dielu-elukan, masa silam dilupakan. Sejarah ditulis ulang sekarang. Sandiwara tak berkesudahan. Mungkinkah kita bisa bahagia, sekalipun itu hanya dalam mimpi belaka?

BACA JUGA: Antusiasme Mahasiswa Kenya Belajar Bahasa Indonesia Lewat Program BIPA Menggembirakan

Penggalan narasi di atas dapat menjadi semacam pintu masuk bagi penonton untuk menyelami semesta pertunjukan Merayakan Seratus Tahun Kebahagiaan. Melalui pertunjukan ini, Teater ESKA berusaha mengajak penonton membayangkan tentang masa depan Indonesia dalam imajinasi kolektif atas gagasan kebahagiaan adalah hak segala bangsa.

Kebahagiaan seringkali dipahami sebagai sesuatu yang sederhana, sangat dekat, dan seolah mudah dijangkau. Namun dalam kenyataan sosial yang terus bergerak, kebahagiaan justru menjadi pengalaman yang kompleks. Ia hadir, menghilang, dilupakan, lalu ditemukan kembali dalam bentuk yang berbeda dalam lintasan waktu dan sejarah.

BACA JUGA: ELsa Lucyta Wakili Yogya Tembus Icon Indonesia

“Kebahagiaan bukan hanya sekadar kondisi personal, kebahagiaan juga merupakan hak yang melekat pada diri setiap manusia, di mana pun ia tinggal dan berada, dari bangsa mana pun ia berasal. Tidak ada seorang pun di dunia ini yang berhak membatalkan kebahagian orang lain, apapun alasannya,” kata sutradara sewaktu memberikan penjelasan terkait motif dasar dari penciptaan pertunjukan Merayakan Seratus Tahun Kebahagiaan.

BACA JUGA: Puluhan Seniman Sleman Peroleh Penghargaan dari Bupati

Untuk segmentasi penonton sendiri, Nafis Alfa Dzikri selaku pimpinan produksi, menyatakan bahwa harapannya pertunjukan Merayakan Seratus Tahun Kebahagiaan ini dapat ditonton oleh berbagai kalangan, mulai dari masyarakat umum, pelajar maupun mahasiswa, pemerhati sosial, politik, seni, dan budaya.

BACA JUGA: SBNI Gelar Kongres ke-2, Menteri Jumhur: Ambil Peran Terdepan Pemulihan Lingkungan Hidup

Sebagai bagian dari proses kreatif penciptaan, pertunjukan ini akan dilanjutkan dengan sesi sarasehan. Berbagai pembacaan, tanggapan, kritik, maupun saran yang muncul akan menjadi bagian penting dalam kelanjutan proses pengembangan Pentas Produksi XXXVII Teater Eska pada Oktober mendatang.

BACA JUGA: Reuni Akbar 'Depok Reborn' Guyub Seduluran Sak Lawase Dihadiri Bupati Harda Kiswaya

“Semoga pertunjukan ini juga dapat menjadi sebuah medium refleksi bersama bahwa di tengah ketimpangan, tekanan sosial, serta berbagai keterasingan yang kerap luput dari perhatian dan tidak terhindarkan ini, manusia senantiasa memiliki peluang untuk menentukan kebahagiaan dan membagikannya sebagai bagian dari kehidupan yang lebih luas,” imbuh Dzikri. (*)


share on: