Yogyapos.com (YOGYA) - SMA Muhammadiyah 1 (Muhi) Yogyakarta menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Forum Ta'aruf dan Orientasi (Fortasi), serta Pembekalan ISMUBA yang diikuti 432 murid baru, pada Senin-Jumat (13–17/7/2026).
BACA JUGA: Kisah Yusmar, Pemuda Asal Sabu Raijua Lolos Tanpa Tes dan Kuliah Gratis di UGM
MPLS merupakan program pengenalan lingkungan sekolah agar murid baru mampu beradaptasi dengan sistem pembelajaran, tata tertib, budaya sekolah, serta berbagai layanan yang tersedia. Sementara itu, Fortasi merupakan Forum Ta'aruf dan Orientasi khas sekolah Muhammadiyah yang bertujuan menanamkan nilai keislaman, kepemimpinan, semangat berorganisasi, dan kecintaan terhadap Persyarikatan Muhammadiyah.

Adapun Pembekalan ISMUBA merupakan penguatan mata pelajaran Al-Islam, Kemuhammadiyahan, dan Bahasa Arab sebagai identitas utama pendidikan Muhammadiyah. Melalui ketiga program tersebut, SMA Muhi berharap seluruh murid baru siap menjadi generasi yang unggul dalam ilmu pengetahuan sekaligus kokoh dalam akhlak dan karakter.
BACA JUGA: Pertamina Berbagi Sembako dan Seragam Sekolah
Kepala SMA Muhi Yogyakarta, Drs H Herynugroho MPd, menyampaikan ucapan selamat datang kepada 432 murid baru yang telah resmi menjadi bagian dari keluarga besar SMA Muhi. Seluruh murid tersebut merupakan orang-orang pilihan yang berhasil lolos melalui proses seleksi yang sangat ketat dari sekitar 1.300 pendaftar.
BACA JUGA: Teater Eska Siap 'Merayakan Seratus Tahun Kabahagiaan' di Gelanggang Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga
"Oleh karena itu, kesempatan belajar di SMA Muhi harus disyukuri dengan kesungguhan, disiplin, serta semangat untuk terus berkembang. Ketiga aspek tersebut harus berjalan beriringan agar murid mampu menjadi pribadi yang unggul, berintegritas, dan memberi manfaat bagi masyarakat," ajaknya.
BACA JUGA: Ikut Program Rotary Student Exchange di Brasil, Arka Jadi Mahir Bahasa Portugis
Pada kesempatan yang sama, seluruh murid baru mengikuti deklarasi bersama sebagai bentuk komitmen menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman.

Herynurgtoho juga menekankan pentingnya memanfaatkan Program Sekolah Unggul Garuda yang saat ini dikembangkan di SMA Muhi. Program Sekolah Unggul Garuda merupakan program strategis Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang bertujuan memperkuat kualitas pendidikan melalui pengembangan pembelajaran, riset, sains, teknologi, kepemimpinan, serta kemampuan bahasa asing agar lulusan memiliki daya saing global.
BACA JUGA: Kisah Inspiratif Angel, Penyandang Tunanetra yang Sukses Masuk UGM
Wakil Kepala Sekolah Urusan Kesiswaan, Edo Lestari MPd menambahkan, SMA Muhi terus berkomitmen memberikan dukungan nyata kepada murid berprestasi. Pada tahun ajaran ini, sekolah menyalurkan beasiswa sebesar Rp 313.281.250 kepada 19 murid baru.
BACA JUGA: Dari Gunungkidul ke Panggung Nasional, Haura Raih Peserta Teraktif I BSS 2026
Selama pelaksanaan MPLS, Fortasi, dan Pembekalan ISMUBA, murid baru juga mendapatkan pembekalan dari sejumlah tokoh nasional, akademisi, praktisi, dan narasumber inspiratif. Mereka di antaranya Drs H Herynugroho MPd, Muhammad Sayuti, MPd MEd PhD, Maryono SPd MPd, Prof Fathul Wahid ST MSc PhD, Prof Faris Al Fadhat MA PhD, Prof Dr Dody Hartanto SPd MPd, Hindun Kurnia Novianti SKM MPH., Nabhan Mudrik Alyaum SIP MIP, Bagiyo Hadi Kurniyanto SIK MM, Dr Muhammad Najih Farihanto SIKom MA, serta Kafka Vadanta sebagai content creator. (Yusron AD)
