Yogyapos.com (BANTUL) - Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, menyatakan berusyukur kepada Gen Z yang memiliki kesadaran tinggi dalam menjaga lingungan, termasuk terkait masalah abrasi dan intrus.
BACA JUGA: 143 Sarjana Hukum Ikuti Ujian Advokat Peradi, Prof Harris Arthur Pesan Begini
Kesadaran tersebut diantaranya melalui penanaman 5.000 bibit mangrove atau pohon bakau, di Pantai Baros, Kalurahan Tirtohargo, Kapanewon Kretek, Kabupaten Bantul, Sabtu (6/12/2025).
BACA JUGA: Korem 072/Pmk Terima Bantuan dari PSN Group, Segera Diberangkatkan ke Sumatera
Kegiatan diinisiasi amartha.org bersama puluhan Gen Z ini mengusung tema 'Menumbuhkan 5.000 Pohon Demi Pesisir yang Tangguh dan Sejahtera', diharapkan bisa membantu ketahanan masyarakat dari perubahan iklim dan sekaligus sebagai upaya mitigasi perubahan iklim.
BACA JUGA: Menegakkan Kebenaran di Jalan Sunyi: Sebuah Renungan Dakwah
”Penanaman 5.000 bibit pohon mangrove atau bakau ini akan memperbaiki lingkungan hidup, meningkatkan resiliensi pantai dari abrasi hingga intrusi yang berbahaya bagi daratan,” tandas Bupati.
BACA JUGA: Festival WAHS di Ponpes Wahid Hasyim, Ini Tujuannya
Ia mengungkapkan, Bantul memiliki pantai dengan ombak yang cukup besar sehingga potensi abrasi dan intrusi itu sangat besar. Dalam hal ini penanaman masngrove menjadi penting, bermanfaan dapat mencegahnya potensi kerusakan.
BACA JUGA: LazisKu KB PII Salurkan Bantuan Bencana Banjir Langkat Lewat Jalur Sungai
"Saya sampaikan trimakasih kepada Amarta.org yang mempelopori penanam mangrove di Pantai Baros Bantul ini," ungkapnya.
Bupati juga menekankan, lingkungan hidup harus dipertahankan menjadi lingkungan yang memiliki ketangguhan yang menjamin masyarakat bisa hidup dalam lingkungan baik dan layak. Lingkungan harus dijaga bersama dari berbagai kerusakan baik akibat alamiah maupun karena ulah manusia.
BACA JUGA: Potensi Bencana Geo Hidrometeorologi Merambah Bantul
"Menyelamatkan lingkungan berarti juga menyelamatkan generasi yang akan datang. Kita tahu semua bahwa telah terjadi kerusakan lingkungan dimana saja. Hari ini kita menyaksikan peristiwa yang sangat menyedihkan yakni bencana di Sumatera akibat kerusakan lingkungan," tuturnya.
BACA JUGA: Bumkal Pandansari Kini Punya Kandang Ayam Baru, Ujud Realiasi Permendes
Halim juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menjaga dan mempertahankan kawasan mangrove Baros sebagai benteng alami pesisir.
BACA JUGA: Parahyangan National Acounting Competition 2025, Tim UAJY Raih Juara 3
"Saya tegaskan, Baros akan kita pertahankan sebagai kawasan mangrove. Mari kita jaga bersama hutan mangrove ini karena manfaatnya sangat besar bagi lingkungan dan masyarakat," lanjutnya.
BACA JUGA: Tiga Mahasiswa UAJY Raih Penghargaan Best Presentation EWP di ITS Surabaya
Sementara itu Chairman amartha.org, Aria Widyanto, mengatakan penanaman mangrove menjadi bentuk komitmen dalam mendorong keberlanjutan lingkungan. Termasuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya pelaku UMKM di desa.
Para relawan Amartha || YP-Ist
"Sebagai lembaga jasa keuangan, kami memiliki misi meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun kesejahteraan ini memiliki risiko, salah satunya perubahan iklim," ujarnya.
BACA JUGA: Ini Empat Tersangka Pembunuhan di Wirobrajan, Motifnya Dendam
Oleh karena itu, intervensi lingkungan seperti penanaman mangrove adalah investasi agar ketahanan ekonomi masyarakat tetap terjaga. Kegiatan ini juga dirancang sebagai ruang edukasi dan pelibatan anak muda agar lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan. (*/inm)
