Yogyapos.com (YOGYA) – Tempat Penitipan Anak (TPA) Beringharjo terus menjadi andalan para pedagang dan pekerja di kawasan Pasar Beringharjo yang membutuhkan tempat pengasuhan anak saat bekerja. Selama lebih dari 30 tahun, layanan milik Pemerintah Kota Yogyakarta itu memberikan pengasuhan sekaligus pendidikan anak usia dini dengan biaya yang sangat terjangkau.
BACA JUGA: BPJS Ketenagakerjaan Sleman Capai 34,53 persen, Tertinggi di DIY
Koordinator TPA Beringharjo, Yustina Suyantini, mengatakan TPA tersebut melayani anak usia dua hingga lima tahun. Awalnya layanan diprioritaskan bagi anak-anak pedagang Pasar Beringharjo, namun kini juga melayani anak pekerja di kawasan pasar dan pegawai toko di sekitar pusat perdagangan karena kuota masih tersedia.
BACA JUGA: Menaker: Data Sensus Ekonomi 2026 Perkuat Penyusunan Kebijakan Ketenagakerjaan
"Pelayanan kami memang khusus untuk anak yang membutuhkan kasih sayang sebagai pengganti orang tua. Karena ibu-ibu mereka bekerja, kami membantu menjadi ibu kedua di TPA Beringharjo," kata Yustina, Rabu (22/7/2026).
Selain memberikan layanan penitipan, anak-anak juga memperoleh pembelajaran PAUD menggunakan Kurikulum Merdeka. Mereka mendapat stimulasi perkembangan motorik kasar dan halus sebagai bekal sebelum memasuki jenjang TK maupun SD.
BACA JUGA: PSIM Yogya Rekrut Ahmad Agung dan Alwi Fadhilah Untuk Perkuat Lini Pertahanan
Saat ini TPA Beringharjo membina sekitar 65 anak yang didampingi delapan tenaga pengasuh. Untuk kelompok usia dua hingga tiga tahun, satu kelas diisi maksimal 10 anak dengan dua pendamping agar proses pengasuhan lebih optimal.
Layanan penitipan berlangsung secara penuh mengikuti jam kerja orang tua. TPA buka setiap Senin hingga Kamis pukul 07.00-15.30 WIB, sedangkan Jumat hingga pukul 14.00 WIB. Orang tua yang terlambat menjemput karena masih bekerja juga diberikan toleransi setelah melakukan konfirmasi.
BACA JUGA: Korban Tenggelam Kali Oya Ditemukan di Kedalaman Dua Meter
"Untuk biaya sebenarnya kami tidak memungut biaya penitipan. Orang tua hanya memberikan pengganti uang kegiatan sebesar Rp 7.000 setiap anak datang. Kalau anak tidak masuk, tentu tidak dikenakan biaya," ujarnya.
Komitmen memberikan layanan pengasuhan yang aman dan ramah anak itu mengantarkan TPA Beringharjo meraih dua penghargaan tingkat nasional. TPA ini dinobatkan sebagai TPA Terpilih Program TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak) Tahun 2026 dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga), setelah sebelumnya juga menerima Penghargaan TARA (Taman Asuh Ramah Anak) dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak pada 2024.
BACA JUGA: Seorang Kakek Nyaris Kehabisan Oksigen Setelah Terkunci di Dalam Mobil
Kepala DP3AP3KB Kota Yogyakarta, Retnaningtyas, mengatakan penghargaan tersebut menjadi bukti komitmen Pemerintah Kota Yogyakarta dalam menghadirkan layanan pengasuhan anak yang aman, berkualitas, inklusif, dan berorientasi pada kepentingan terbaik bagi anak.
BACA JUGA: Raudi Akmal Ajukan Praperadilan, Kejari Sleman Beri Jawaban Begini di Persidangan
"Penghargaan ini juga menjadi hasil kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pengelola TPA, tenaga pengasuh, orang tua, pengelola pasar hingga berbagai perangkat daerah yang terus bersinergi dalam mewujudkan layanan pengasuhan yang profesional," katanya.
TPA Beringharjo berdiri sejak Januari 1994 dan sebelumnya juga pernah meraih Juara I PAUD Inovatif dari Dinas Pendidikan. Menurut Yustina, capaian tersebut menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada anak-anak dan orang tua. (Jhw)
