Yogyapos.com (YOGYA) - Ribuan orang datang bergelombang ke Masjid Jogokariyan sejak pagi sampai tengah hari, Senin (22/12/2025).
Secara bergantian mereka sholat jenazah berjamaah untuk sosok yang dikagumi dan diteladani. Setelah salat dhuhur semua melepas kepergian Ustad Muhammad Jazir ASP ke makam Karang Kajen Yogya.
BACA JUGA: Bahasa Ibu Pembentuk Karakter Bangsa, Sekilas Refleksi Hari Ibu dan Obituari Kyai Jazir
Dengan terisak Ustad Salim A Fillah memimpin salat jenazah terakhir dan doa pengantar kepergian. Dia satu-satunya orang yang berpidato, mewakili keluarga, pelayat dan handai taulan. Jenazah Ketua Dewan Syuro Masjid Jogokariyan itu dipikul para pemuda diikuti ribuan pelayat menuju makam para tokoh Muhammadiyah di Karang Kajen tanpa menggunakan ambulans.
Sholat jenazah, luber sampai di jalan dan gang Jogokariyan || YP-Wahjudi Djaja
Ada tiga jejak peradaban, katanya sambil menahan tangis, yang ditinggalkan Ustad Jazir. Ketiganya adalah metode Iqra, manajemen pengelolaan Masjid Jogokariyan, dan ketekunan beliau dalam menyiapkan generasi muda.
BACA JUGA: Harga Ikan di Pantai Depok Mulai Naik, Ini Rinciannya
"Secara pribadi beliau menyampaikan kepada saya setelah berkelana ke berbagai tempat. Kenapa orang bisa dengan mudah pindah keyakinan hanya dengan alasan yang sederhana. Ternyata karena kita tak membaca dan membumikan Alquran. Itulah latar belakang metode Iqra yang kini dikenal di berbagai belahan dunia,” ungkapnya.

Masjid-masjid di Inggris, Amerika, dan berbagai kota besar dunia, lanjutnya, terinspirasi dari cara Ustad Jazir dalam mengelola Masjid Jogokariyan. "Itu saya dengar langsung dari kesaksian para takmirnya,” tandasnya.
BACA JUGA: Menaker Imbau Perusahaan Terapkan WFA pada 29-31 Desember
Ratusan karangan bunga dari berbagai tokoh dan lembaga berjajar dan berdatangan di jalan Jogokariyan bahkan sampai jenazah dimakamkan. Ungkapan duka cita dan simpati disampaikan melalui berbagai media.
BACA JUGA: Ustad Jazir ASP dan Restorasi Sosial Peradaban
Atas nama Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya Kyai Muhammad Jazir ASP, Ketua Dewan Syuro Masjid Jogokariyan sekaligus Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Jogokariyan.
Iring-iringan pelayat memadati seluruh ruas Jalan Jogikariyan || YP-Wahjudi Djaja
"Almarhum merupakan kader Muhammadiyah yang gigih dan istiqamah dalam berjuang di Persyarikatan dan juga merupakan sosok yang memiliki etos pengabdian yang sangat baik, khususnya dalam membangun, mengembangkan, dan memakmurkan masjid sebagai pusat ibadah, dakwah, dan pemberdayaan umat,“ tulisnya di akun media sosialnya.
BACA JUGA: Seorang Pengembang Dituntut 3,5 Tahun, Kuasa Hukum Minta Vonis NO atau Hukuman Ringan
Walikota Yogyakarta Hasto Wardoyo datang dan menyampaikan akta kematian yang diterima salah seorang putra almarhum.
BACA JUGA: Pemda DIY Telah Siapkan 10 Lokasi Percontohan Gerai Koperasi Desa Merah Putih
Lahir di Yogyakarta pada 28 Oktober 1962 Muhammad Jazir dikenal sebagai tokoh agama yang mendalami budaya dan sejarah. Meninggalkan seorang istri, Sri Amini Yuni Astuti, dan dikaruniai empat orang anak. Mereka adalah Shofwan Al Banna Choiruzzad, Difla Yustisia Qur’ani, Salma Intifada dan Haidar Muhammad Tilmitsani. (Iud)
