Video Rekayasa AI Catut Sri Sultan HB X, Ini Penjelasan Pemda DIY

share on:
Rekaman video rekayasa AI yang mencatut sosok Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X || YP-Ist

Yogyapos.com (YOGYA) - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X menjadi korban video rekayasa AI. Dalam video itu, Sri Sultan dibuat seolah-olah menyampaikan pernyataan terkait suatu perkara.

Kabar ini disampaikan Pemda DIY melalui akun resmi Instagram @humasjogja. Dalam postingan tersebut turut diunggah video pernyataan Sultan yang telah disensor.

BACA JUGA: Kebakaran Lahan 2.000 Meter Persegi di Piyungan Berhasil Dipadamkan, Diduga Dipicu Puntung Rokok

Dalam video yang beredar, wajah dan suara Sultan HB X tampak dimanipulasi seolah-olah tengah memberikan pernyataan resmi terkait perkara koin kuno.

Koordinator Kehumasan Pemda DIY Ditya Nanaryo Aji mengatakan, penelusuran kasus ini bermula saat GKR Condrokirono menerima kiriman video dari salah satu koleganya. Calon korban yang merasa ragu kemudian mengonfirmasikan hal tersebut kepada putri kedua Sri Sultan dan GKR Hemas itu.

BACA JUGA: Terinspirasi Cahaya Matahari di Rongkop, Marcelo Diaz Ciptakan Ikon Baru Gerbang Keistimewaan DIY

"Pertama, kami diminta untuk ngecek apakah di Humas pernah mengambil video tersebut. Kedua, memastikan kalau memang bukan, apakah itu disinyalir menggunakan AI," kata Ditya kepada wartawan, Rabu (22/7/2026).

Dari hasil penelusuran, Ditya memastikan bahwa Sultan tidak pernah diwawancara dan mengeluarkan pernyataan seperti dalam video. Selain itu, pihaknya juga memastikan bahwa video tersebut dibuat menggunakan AI.

BACA JUGA: Disdikpora DIY Angkat Bicara Soal Dugaan Penipuan Tes TOEFL saat MPLS

"Setelah kami cek videonya, ternyata memang benar Ngarsa Dalem tidak mungkinlah, tidak pernah melakukan wawancara seperti statement seperti itu dan kami pastikan itu menggunakan AI," tegasnya.

Ditya mengatakan, konten dalam video tersebut dibuat untuk mengarahkan cakon korban membayar sejumlah uang sebelum barang dikirim.

BACA JUGA: TPA Beringharjo Yogyakarta Layani Anak Pedagang Pasar, Raih Dua Penghargaan Nasional

"Lebih ke scam, penipuan. Jadi seolah-olah agar pembayaran atas barang itu dilakukan sebelum barang dikirim," ujarnya.

Dia meminta kepada masyarakat jika menemukan video tersebut di media sosial, agar tidak mempercayai maupun menyebarluaskannya. Jangan mudah percaya terhadap unggahan yang mengatasnamakan Gubernur DIY, terlebih yang berkaitan dengan ranah pribadi. (Jhw)

 


share on: