Yogyapos.com (KULONPROGO) – Semakin dekat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026, Pemkab Kulonprogo akan gelar rapat koordinasi dan mitigasi lintas sektoral agar pelaksanaan libur Nataru berjalan aman dan lancar tanpa mengabaikan aspek keselamatan dan mitigasi bencana.
BACA JUGA: Ini Empat Tersangka Pembunuhan di Wirobrajan, Motifnya Dendam
Kegiatan akan dilaksanakan pada 18 Desember ini sekaligus dalam rangka menindaklanjuti rapat koordinasi yang dilaksanakan oleh Kemendagri melalui zoom meeting pada 1 Desember 2025.
Rapat koordinasi dengan Kemendagri membahas langkah mitigasi dan kesiapsiagaan nasional dalam menghadapi libur Nataru.
BACA JUGA: Polisi Tangkap 4 Orang Terduga Pelaku Pembunuhan di Wirobrajan Yogya
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan bahwa mitigasi menjadi aspek penting untuk memastikan pelayanan publik berjalan responsif. Tito menambahkan bahwa pemerintah daerah harus memperkuat koordinasi lintas sektor agar pelayanan publik tetap optimal selama periode libur panjang.
BACA JUGA: Kuasa Hukum Terdakwa Korupsi Bandwidth Sleman Memohon Hakim Batalkan Dakwaan Jaksa
Dari Wamenko Polhukam, L. F. Paulus, mengungkapkan potensi gangguan alam pada periode Nataru diperkirakan meningkat, sehingga kesiapsiagaan pemerintah daerah sangat diperlukan untuk menjaga stabilitas keamanan masyarakat.
BACA JUGA: Viral Aliran Air Buk Renteng Luber, Begini Penjelasan BPBD Sleman
Selama masa libur, pemerintah daerah diminta meningkatkan respons cepat dan deteksi dini terhadap bencana, kepadatan arus transportasi, dan gangguan keamanan lainnya. Lima langkah prioritas disampaikan, antara lain menjaga solidaritas Forkopimda, peningkatan koordinasi lintas sektor, kelancaran mobilitas masyarakat, keamanan tempat ibadah dan pusat keramaian, serta antisipasi gangguan keamanan.
BACA JUGA: Mantan Jogoboyo Maguwoharjo Ajukan Banding, Ini Alasannya
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana melaporkan bahwa tren wisatawan pada libur Nataru terus meningkat. Namun, perubahan cuaca, risiko bencana alam, kecelakaan, hingga pungutan liar dan tindakan kriminal menjadi tantangan yang perlu diantisipasi.
BACA JUGA: Rapimnas Parekraf KSPSI 2025 Mengusung Tema Pariwisata Hijau di Hotel Hilton
Ia meminta dukungan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) dalam penguatan pengetahuan tentang cuaca dan sistem peringatan dini juga diperlukan agar destinasi wisata tetap aman, serta diperlukan koordinasi lintas sektor dalam pengelolaan sampah, pelayanan pariwisata, dan imbauan bagi pelaku serta pengelola wisata. Selain itu, ia menekankan pentingnya publikasi event dan optimalisasi platform media untuk pengaduan, informasi, maupun konsultasi wisata.
BACA JUGA: FFPJ Peroleh Anugerah Kebudayaan DIY 2025, Tomy Bertekad Terus Berproses
Kepala Basarnas (Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan) Muhammad Syafii menyampaikan kesiapan lembaganya dalam mendukung pelaksanaan Nataru 2026. Basarnas akan menyelenggarakan siaga khusus untuk mendukung kelancaran kegiatan masyarakat. Selain itu, percepatan layanan pertolongan SAR akan dioptimalkan guna menekan jumlah korban pada potensi bencana hidrologi, geologi, kecelakaan transportasi, maupun insiden wisatawan.
BACA JUGA: Bupati Sleman Serahkan SK kepada 3.513 PPPK, Begini Pesannya
Sekretaris Daerah Kulonprogo, Triyono menyampaikan bahwa Pemkab Kulon Progo akan menggelar rapat lanjutan pada 18 Desember mendatang, melibatkan Forkopimda dan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Pertemuan itu akan membahas hasil paparan dari para menteri dalam rapat koordinasi. "Saya kira di Kulon Progo sudah perlu, untuk kemudian memantau situasi kondisi wilayah menjelang Nataru besok," ujar Triyono.
BACA JUGA: Tabrakan Karambol di Jalan Laksda Adisucipto Janti, Tiga Orang Meninggal
Dishub, tandasnya, akan memaparkan kesiapan arus mudik dan balik serta ketersediaan transportasi, sedangkan Dinas Perdagangan akan menginformasikan ketersediaan bahan pokok. Dinas Pariwisata akan menyampaikan agenda wisata dan informasi destinasi menjelang Tahun Baru. Kementerian Agama juga akan memberi informasi terkait pelaksanaan ibadah Natal. Dinas Kesehatan menyiapkan tenaga kesehatan, posko kesehatan, serta layanan pendukung lain.
BACA JUGA: Tim BPK RI Sambangi Makorem 072/Pmk, Ini yang Dilakukan
BPBD menyampaikan pemantauan kondisi kerawanan dan kesiapsiagaan hidrometeorologi. Selain itu, beberapa OPD lain turut diminta memaparkan kesiapan sektor masing-masing. "Saya minta dari OPD-OPD Terkait menyiapkan beberapa slide informasi yang akan disampaikan pada rapat lanjutan mendatang " pungkas Triyono. (*/Red)
