Green Jobs Diharapkan Mampu Jadi Alternatif Solusi Kerusakan Lingkungan

share on:
Dani Satria || YP-Ist

Yogyapos.com (KENDAL) - Banjir bandang yang melanda Provinsi Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat pada akhir November hingga awal Desember 2025 kembali menegaskan rapuhnya ekosistem di kawasan tersebut. Ribuan rumah terendam, lahan pertanian rusak dan ratusan warga meninggal akibat peristiwa ini.

BACA JUGA: Tersangka Pembunuhan di Wirobrajan Dijerat Pasal Berlapis

Akumulasi kerusakan lingkungan yang telah terjadi selama bertahun-tahun diduga menyebabkan bencana ini, terutama akibat pembukaan lahan secara masif, deforestasi dan lemahnya kontrol terhadap aktivitas industri tambang. Pemerintah daerah dan pemerintah pusat kini sudah menyalurkan bantuan dan mengevakuasi warga yang terdampak dari bencana tersebut.

BACA JUGA: BPBD Bantul Berpotensi Perpanjang Masa Tanggap Darurat Tanah Amblas di Srikeminut

Pemerhati Ketenagakerjaan Dani Satria menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada seluruh korban banjir bandang di Sumatera yang tengah mengalami masa sulit. Dani berharap para penyintas tetap diberi kekuatan, serta harapannya pemerintah dan berbagai pihak dapat segera memberikan penanganan yang cepat dan tepat.

BACA JUGA: Tiga Mahasiswa UAJY Raih Penghargaan Best Presentation EWP di ITS Surabaya

“Bencana ini tidak bisa hanya disalahkan pada cuaca ekstrem. Ada jejak panjang kerusakan lingkungan akibat aktivitas pembalakan hutan, deforestasi, hingga korporasi yang mengabaikan keberlanjutan lingkungan dan inilah yang kemudian memicu bencana alam seperti banjir bandang serta longsor ini. Diperlukan pendekatan baru dalam pembangunan ekonomi agar tidak terus mengulang pola kerusakan alam dan lingkungan yang berdampak pada keselamatan masyarakat. Green jobs diharapkan mampu menjadi salah satu jawaban penting untuk mengatasi akar masalah kerusakan lingkungan. Idealnya, lapangan kerja hijau dapat mendorong pemulihan lingkungan sekaligus menyediakan pekerjaan yang layak bagi masyarakat,” kata Pemerhati Ketenagakerjaan Dani Satria, melalui siaran persnya di Kendal, Jawa Tengah, Kamis (4/12/2025).

BACa JUGA: Ini Empat Tersangka Pembunuhan di Wirobrajan, Motifnya Dendam

Dani menambahkan, Green Jobs merupakan jenis pekerjaan yang berfokus pada upaya pelestarian lingkungan melalui penggunaan sumber daya alam yang berkelanjutan, efisiensi energi dan pengurangan emisi. Profesi ini memberikan manfaat besar bagi kelestarian lingkungan karena mampu mendorong pengelolaan alam yang lebih bertanggung jawab, termasuk menjaga kawasan hutan dan ekosistem agar tetap berfungsi optimal.

BACa JUGA: 72 Tahun Yani Saptohoedojo, Inisiasi Pusat Kebudayaan Saptohoedojo

“Melihat peristiwa banjir bandang di Sumatera, green jobs menjadi semakin relevan karena kerusakan lingkungan akibat deforestasi dan eksploitasi yang tidak terkendali dapat diminimalkan melalui tenaga kerja yang terlatih untuk menjaga, memulihkan dan mengelola lingkungan secara berkelanjutan,” imbuh Dani.

BACA JUGA: FFPJ Peroleh Anugerah Kebudayaan DIY 2025, Tomy Bertekad Terus Berproses

Dani menilai, Indonesia membutuhkan transformasi struktural dalam dunia kerja agar pembangunan tidak lagi bertentangan dengan kelestarian lingkungan. Di sisi lain, dunia ketenagakerjaan Indonesia saat ini juga tengah menghadapi tantangan serius bagi para pencari kerja muda. Proses rekrutmen semakin kompetitif hingga muncul fenomena bahwa usia 26 tahun dianggap "terlalu tua" untuk sejumlah posisi entry level.

BACA JUGA: Seni Jembatan Harapan, Yogyakarta Tuan Rumah Persahabatan Ukraina-Indonesia

Situasi ini diperparah dengan banyaknya lansia yang tetap mengikuti job fair akibat kebutuhan ekonomi sehingga satu lowongan kerja bahkan bisa diperebutkan oleh 16 hingga 20 orang. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa pasar kerja Indonesia masih sangat sempit dan belum cukup adaptif terhadap perubahan zaman.

BACA JUGA: Tim BPK RI Sambangi Makorem 072/Pmk, Ini yang Dilakukan

“Dalam konteks ini, secara teoritis green jobs memiliki potensi besar sebagai sektor kerja yang inklusif karena membutuhkan berbagai keterampilan dari lintas generasi,” pungkas Dani.

BACA JUGA: Rapimnas Parekraf KSPSI 2025 Mengusung Tema Pariwisata Hijau di Hotel Hilton

Indonesia sebagai negara megabiodiversity memiliki peluang besar untuk menciptakan lapangan kerja hijau yang berkelanjutan. Pengelolaan hutan lestari, ekowisata, energi terbarukan, rehabilitasi lahan kritis, hingga pertanian organik merupakan sektor yang bisa menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. (*/inm)

 


share on: