Damba Aktivis: Perluas Wawasan Penurunan Stunting di Bantul

share on:
Peserta sosialisasi percepatan penurunan stunting, di Mrisi Kasihan Bantul, Minggu (19/11/2023) || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) – Wakil II DPRD Bantul, Damba Aktivis, menginisiasi penanganan stunting di wilayah ini. Hal ini dilakukan melalui Kegiatan Promosi Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) Program Percepatan Penanganan Stunting Kepada Masyarakat di Wilayah Khusus Tahun Angagaran 2023.

BACA JUGA: Pasangan Capres AMIN Peroleh Lagi Dukungan dari Empat Federasi Buruh Tingkat Nasional

“Untuk mengefektifkannya, maka kali ini yang menjadi nara sumber percepatan penanganan stunting yaitu Anggota Komisi II DPR RI Dapil DIY dari Fraksi PAN Ir Ibnu Mahmud, Perwakilan dari BKKBN DIY Dra Andi Ritamariani MPd dan Perwakilan dari BKKBN Jawa Timur Dra Sofia Hanik MM,” ungkap  Damba Aktivis saat menjadi narasumber percepatan penurunan stunting pada kegiatan yang diikuti ratusan peserta, di Mrisi, Kasihan, Bantul, Minggu (19/11/2023).

Menurutnya, Bantul merupakan Kabupaten layak Anak dan diarahkan sebagai kawasan bebas rokok dan melakukan percepatan penurunan stunting

BACA JUGA: Meriah! Lustrum IV SMKN 1 Pundong Mengusung Aneka Seni Adiluhung

“Sangat tepat jika penurunan angka stunting dipercepat melalui perluasan wawasan, pengetahuan dan peningkatan kesadaran warga. Ya seperti sosialisasi kali ini,” sambung Damba yang juga sebagai tuan rumah acara ini.

Damba Aktivis saat memberikan sambutan || YP-Supardi

Sementara itu, Anggota Komis II DPRRI Dapil DIY, Ir Ibnu Mahmud Billaludin, mengatakan, mengatasi stunting merupakan program pemerintah yang harus dilakukan untuk kemajuan masyarakat.

BACA JUGA: Parade Gerobak Sapi Wedomartani Berambisi Tak Tergerus Modernisasi

Salah satu hal yang penting dan diharapkan dimengerti masyatakat, bahwa selama tiga tahun dari mulai kehamilan, ibu hamil harus memperhatikan kesehatan diri dan janinnya sebagai upaya mengantisipasi stunting.

“Secara umum DIY jumlah stuntingnya relatif tinggi dan cukup dikenal merupakan wilayah yang miskin. Namun disisi lain, usia harapan hidupnya tinggi. Maka dimungkinkan indikator-indikatornya perlu ditinjau kembali,” katanya.

BACA JUGA: Ngajogjazz 2023 Kembali Merambah Desa, Dihadiri Sejumlah Pejabat Pemkab Sleman

Perwakilan dari BKBN DIY, Dra Andi Ritamariani, menyatakan percepatan penanganan stunting sangat penting guna untuk mewujudkan Indonesia Emas di tahun 2045.

Sedangkan Perwakilan BKKBN Jawa Timur, Dra Sofia Manik MM, mengatakan menyampaikan pesan bahwa balita hingga umur 2 tahun agar diberikan Air Susu Ibu (ASI) supaya cerdas dan menjadi generasi yang berkualitas. (Spd)


share on: