Workshop 'Ngonten Anti Korupsi, Dari Video Kita Bersuara' Kerjasama KPK-UAJY

share on:
Peserta workshop secara zoom meeting bertajuk 'Ngonten Anti Korupsi: Dari Video Kita Bersuara' kerjasama UAJY dan KPK, Rabu (10/7/2025) || YP-Ist

Yogyapos.com (SLEMAN) - Perpustakaan Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) berkolaborasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyelenggarakan workshop bertajuk ‘Ngonten Anti Korupsi: Dari Video Kita Bersuara’, secara daring via Zoom Meeting, Rabu (9/7/2025).

Kegiatan ini menghadirkan tiga pembicara, yakni Ike Devi Sulistyaningtyas SSos MSi selaku Kepala Kantor Humas UAJY, serta Timotius Wijaya dan Frietz Calvin sebagai tim pengelola media sosial KPK. Workshop ini dihadiri oleh 90 peserta yang berasal dari kalangan mahasiswa dan pelajar aktif.

BACA JUGA: Jenderal Maruli Simanjuntak Pimpin Penutupan Pendidikan Taruna Akmil 2024/2025

Workshop ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan Dies Natalis ke-60 UAJY dan sebagai bentuk aktivasi KPK Corner yang ada di Perpustakaan UAJY.

Cornelius Hudiananto SKom selaku Kepala Perpustakaan UAJY mengatakan kerja sama antara UAJY dengan KPK sudah berlangsung sejak 2015, yang berarti sudah 10 tahun lamanya.

“Kerja sama ini ditandai dengan dibukanya KPK Corner di Perpustakaan, sehingga kami cukup berbangga karena KPK Corner merupakan yang kedua di Indonesia yang diberikan oleh KPK untuk menambah dukungan dalam mengedukasi dan pendidikan literasi anti korupsi bagi universitas dan masyarakat,” jelas Hudiananto.

BACA JUGA: Film 'Orang Ikan' Perpaduan Sinema Monster Klasik dan Sejarah PD II Asia Tenggara

KPK selalu memberikan support melalui penambahan koleksi dan kolaborasi di berbagai kegiatan, seperti webinar, diskusi terbuka, dan perlombaan yang dilaksanakan secara daring maupun luring. Dengan adanya sikap kolaboratif dan dukungan penuh dari KPK, harapannya akan sangat membantu teman-teman Fakultas Hukum dalam mencari literasi dan edukasi mengenai anti korupsi.

“Kami mengharapkan para pelajar dan mahasiswa banyak yang berpartisipasi dalam lomba pembuatan reels ini meskipun sedang dalam masa libur semester,” ujar Hudiananto.

BACA JUGA: DPD IWOI Sleman Salurkan Bantuan Buku-buku Rohani

Hudiananto juga menambahkan semoga apa yang telah disampaikan dan disharingkan bersama pada workshop ini dapat menghasilkan hal-hal yang baik, demi mendukung pendidikan anti korupsi di Indonesia. Harapannya, kita semua selalu menggaungkan gerakan anti korupsi baik di masyarakat maupun di lingkungan Sivitas Akademika masing-masing.

Pembicara pertama, Ike Devi Sulistyaningtyas, M.Si merasa bersyukur bisa ikut bergabung dalam workshop ini terlebih luaran dari kegiatan ini adalah berupa tayangan video singkat yang dimana hal ini memang dunianya Generasi Z dan Generasi Alpha.

BACA JUGA: Pencuri Celdam Mantan Pacar Telah Dimaafkan

“Korupsi bisa terjadi dimana saja termasuk di sekolah dan di kampus, contohnya tekanan capaian akademik yang sering membuat orang berpikir untuk mendapatkan sesuatu secara instan. Situasi seperti ini biasanya yang terjadi adalah memilih jalan singkat, salah satunya korupsi,” ujar Ike. 

Ike menerangkan materi tentang ragam penyebab korupsi dan cara pencegahannya terutama di dunia akademik. Ike berharap lomba reels ini dapat berdampak baik sebagai media edukasi dan advokasi anti korupsi.

BACA JUGA: Marak Penipuan & Curat, Kapolres Bantul Imbau Masyarakat Waspada

Pembicara selanjutnya, Frietz Calvin yang juga alumni FISIP UAJY, membahas pentingnya membangun narasi antikorupsi melalui media sosial. Calvin mengucapkan terima kasih kepada semua yang sudah mau bergabung dalam workshop ini. Materi yang dipaparkan oleh Calvin tentang membangun narasi anti korupsi dengan menyuarakan pendapat di media sosial.

“Akar-akar korupsi bermulanya dari hal-hal kecil seperti jalan depan kampus yang baru saja diaspal tapi kok sudah berlubang lagi, dampaknya sampai ke fasilitas publik,” terang Calvin.

BACA JUGA: Tiga Tersangka Penganiaya Driver Ojol Ditahan, Seorang Diantaranya Gundul

Calvin juga memberikan penjelasan mengenai konten-konten video yang ada di platform online, seperti media sosial. Media sosial bisa sangat melelahkan, sehingga perlu digunakan sebaik mungkin. Penyelenggaraan kampanye, advokasi, dan informasi sebaiknya menjadi tujuan utama dalam memanfaatkan media sosial.

“Poin penting media sosial adalah tentang bagaimana kamu membangun interaksi dengan audiens, yakni komen, pertanyaan, dan feedback,” tutup Calvin.

Timotius Wijaya selaku tim pengelola media sosial KPK menambahkan bahwa membuat konten di media sosial itu sama seperti memasak.

BACA JUGA: Upaya Penyelundupan 9.540 Gram Sabu Cair via Bandara YIA Berhasil Digagalkan

“Menyiapkan bahan dan resep, menumis sampai harum, dan disajikan. Sama seperti membuat konten. Kita harus menyiapkan bahan dan referensi serta memastikan konten tersebut dijangkau dan disukai oleh audiens,” jelas Timo. Menurut Timo, konten yang konsisten harus mempunyai passion, value, dan audiens. (*/Red)


share on: