Sepatu Terapeutik bagi Sobat Diabetes Tengah Dikembangkan Tim Peneliti Lintas Institusi

share on:
Tim peneliti || YP-ist

Yogyapos.com (SLEMAN) - Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) bersama STIKes Panti Rapih Yogyakarta dan Politeknik ATMI Surakarta berhasil memperoleh pendanaan Program Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) Kompetisi Gelombang 10 dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Pendanaan ini diperoleh melalui kolaborasi lintas institusi dalam pengembangan riset inovatif di bidang kesehatan dan teknologi terapan.

BACA JUGA: Dua Hal Benar dari Rocky Gerung

Penelitian tersebut dipimpin oleh Prof Dr Ir Paulus Wisnu Anggoro ST MT IPU (UAJY) dengan tim peneliti lintas institusi, yaitu Anugrah Kusumo Pamosoaji ST MT PhD (UAJY); Ir Tonny Yuniarto ST MEng IPU (UAJY); Nugroho Mamayu Hayuning Bawono ST MT (UAJY); Dita Hanna Febriani SKep Ns MS dan Bernadetta Eka Noviati SKep Ns MM (STIKes Panti Rapih Yogyakarta) serta Rudi Kristianto, ST MT (Politeknik ATMI Surakarta).

BACA JUGA: Rusaknya Bangunan Etik sebagai Multimusibah

Judul penelitian yang diajukan dalam program ini adalah “Pengembangan Sepatu Terapeutik dan Sistem Informasi Terintegrasi ‘Sobat Diabetes’ di RS Panti Rapih Yogyakarta.” Penelitian tersebut merupakan keberlanjutan dari riset disertasi Prof. Wisnu pada tahun 2018 yang berjudul “Pengembangan Desain Sepatu Ortotik Berbasis Teknologi Computer-Aided Engineering System.”

BACA JUGA: Bupati Harda Beri Arahan Forum Konsultasi Publik Penyediaan Infrastruktur Penerangan Jalan

Berbeda dengan penelitian sebelumnya, penelitian kali ini lebih menekankan pada aspek kegunaan sepatu terapeutik yang dapat dimanfaatkan secara lebih luas oleh sobat diabetes (penderita diabetes), khususnya dengan mempertimbangkan tingkat risiko terjadinya luka kaki diabetes.

BACA JUGA: Relawan Sukma Bangsa dan Fisipol UGM Mengajar di Pengungsian Aceh

“Kemudian dalam penelitian sekarang ini, kami membuat atau menentukan subjek penelitian ini berdasarkan dari kategori risiko terjadinya luka diabetes, luka ulkus diabetes. Harapannya ketika nanti sepatu ini dikembangkan dan dikategorikan sesuai dengan risiko luka kaki tadi, itu akan lebih bermanfaat dibandingkan hanya melihat secara umumnya pasien ini adalah pasien diabetes seperti itu,” ucap Dita anggota tim peneliti dari STIKes Panti Rapih Yogyakarta. 

BACA JUGA: Gubernur DIY Terbitkan Izin Pengelolaan TKD, Pemkal Glagaharjo Syukuran

Proses seleksi pendanaan program RIIM dilakukan melalui beberapa tahap, yakni seleksi administrasi proposal yang diajukan dan pengumuman final bagi proposal yang dinyatakan lolos pendanaan oleh BRIN. Program penelitian ini direncanakan berlangsung selama tiga tahun, yakni dari 2026 hingga 2028.

BACA JUGA: Progres Pembangunan JJLS Kelok 23 Mencapai 89 Persen

Dalam kolaborasi ini, masing-masing institusi memiliki peran yang strategis. UAJY berfokus pada aspek riset dan desain, STIKes Panti Rapih Yogyakarta berperan dari sisi kesehatan, sementara Politeknik ATMI Surakarta berkontribusi pada aspek manufaktur. Hal ini menjadi penting karena dengan adanya sharing expertise dari berbagai institusi akan menghasilkan produk yang bermanfaat. 

BACA JUGA: Posbakum Seluruh Desa di DIY Diresmikan, Wujud Kehadiran Negara untuk Keadilan

Harapannya penelitian ini berdampak positif dan dapat dijual secara luas bagi sobat diabetes. Selain itu, sistem informasi terintegrasi yang dikembangkan juga diharapkan mampu membantu tenaga kesehatan dalam memantau kondisi perkembangan sobat diabetes. 

BACA JUGA: Dr Tri Wulandari MKes: Perlu Diwaspadai! Leptospirosis Dapat Akibatkan Kematian

“Harapannya produk yang dihasilkan itu memang bisa bermanfaat dan bisa digunakan oleh masyarakat. Sebenarnya, sepatu ini akan difasilitasi dengan sistem informasi. Kemudian nanti harapannya luka kaki diabetes ini bisa dicegah dengan menggunakan sepatu khusus ini,” ujar Nugroho anggota tim peneliti dari UAJY. (*/red)


share on: