Rembug Stunting, Pemkal Concat Perkuat Kolaborasi Tiga Sektor

share on:
Rembug Stunting Kalurahan Condongcatur Tahun 2026, di Ruang Wacana Kantor Kalurahan setempat, Rabu (8/7/2026)

Yogyapos.com (SLEMAN) – Pemerintah Kalurahan Condongcatur menggelar Rembug Stunting Kalurahan Condongcatur Tahun 2026, di Ruang Wacana Kantor Kalurahan setempat, Rabu (8/7/2026).

BACA JUGA: Sri Sultan HB X Tegaskan Dialah yang Meminta Kasus Eks Lurah Condongcatur Diproses

Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk mengevaluasi pelaksana an program penanganan stunting sekali gus merumuskan langkah-langkah perce patan penurunan angka stunting melalui penguatan kolaborasi lintas sektor.

Kamituwa Condongcatur, Al Thouvik Sofisalam SIP, menyampaikan Rembug Stunting merupakan agenda rutin tahunan yang menjadi  wadah pelaporan, evaluasi, serta penyusunan strategi penanganan stunting di Kalurahan Condongcatur.

BACA JUGA: Dugaan Korupsi TKD Condongcatur, Kejati: Modusnya Dirikan Kos Eksklusif Dilengkapi Kolam Renang

"Rembug Stunting ini merupakan agenda rutin yang kami laksanakan setiap tahun sebagai media pelaporan, evaluasi, dan koordinasi terhadap berbagai permasala han stunting di Kalurahan Condongcatur. Forum ini juga menjadi wadah untuk menentukan langkah-langkah strategis yang akan ditempuh bersama dalam menangani kasus stunting yang masih ada," ungkapnya.

BACA JUGA: Kejati DIY Tahan Eks Jogoboyo Condongcatur di Lapas Kelas II A Yogyakarta, Reno Ikut Dijerat

Meskipun pada tahun ini terjadi pengurangan Dana Desa yang cukup signifikan, Pemkal Condongcatur tetap berkomit menmempertahankan program-program prioritas dalam penanganan stunting, sa lah satunya melalui Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk me ngurangi semangat kita.

BACA JUGA: Reno Candra Sangaji Resmi Ditahan, Diduga Terlibat Korupsi TKD Condongcatur

Menurutnya, stunting bukan hanya menjadi tanggung jawab keluarga yang memiliki anak stunting, tetapi menjadi tanggung jawab kita semua. Seluruh lintas sektor memiliki perannya masing-masing.

BACA JUGA: Muhammadiyah Luncurkan KTA Khusus Kucing, Messi Jadi Pemegang KTAM Pertama

Sementara itu, Plt Lurah Condongcatur, Budi Arto, menegaskan komitmen Pemerintah Kalurahan Condongcatur dalam mendukung percepatan penurunan stunting melalui penguatan pelayanan kesehatan, pemberdayaan kader, serta kolaborasi lintas sektor.

BACA JUGA: Terkait Penahanan Raudi Akmal, Ini Respon Baharuddin Kamba dari JCW

Dikatakan, Pemkal Condongcatur berkomitmen mendukung upaya percepatan penurunan stunting melalui penguatan Posyandu, pemberdayaan kader kesehatan, edukasi kepada keluarga, serta sinergi dengan Puskesmas, TP PKK, Tim Pendamping Keluarga, dan berbagai lembaga kemasyarakatan.

BACA JUGA: PBB-P2 Sleman Tembus 79 Miliar, Pemkab Beri Apresiasi kepada Wajib Pajak

"Kami berharap tidak ada lagi anak-anak yang kehilangan kesempatan tumbuh dan berkembang secara optimal karena kurangnya perhatian terhadap gizi dan kesehatan," katanya.

BACA JUGA: Oknum Anggota Dewan Sleman Ditahan Kejaksaan, Ini Penyebabnya

Koordinator PLKB Kapanewon Depok, Siti Juwariyah SSos, menjelaskan pentingnya intervensi sensitif sebagai pendukung keberhasilan percepatan penurunan stunting. Melalui pendataan keluarga, pendampingan calon pengantin, ibu hamil, ibu nifas, baduta, balita oleh Tim Pendamping Keluarga (TPK), serta pelaksanaan Program DASHAT (Dapur Sehat Atasi Stunting).

BACA JUGA: Ratusan Siswa Sambut Kedatangan Presiden Prabowo-PM Modi di Yogyakarta

Pemerintah berupaya memastikan setiap keluarga berisiko mendapatkan pendampingan yang tepat. Selain itu, penyuluhan keluarga, pembinaan Kampung KB, dan koordinasi lintas sektor terus diperkuat agar penanganan stunting berjalan lebih efektif dan berkelanjutan. (Agn)


share on: