Perubahan Iklim Pengaruhi Pendapatan UMKM, Ini yang Dilakukan Amarth.org

share on:
Puluhan Gen Z lakukan aksi kepedulian lingkungan di di Pantai Baros Kalurahan Tirtohargo Kapanewon Kretek Kabupaten Bantul, Sabtu (6/12/2025) || YP-Ist

Yogyapos.com (BANTUL) - Perubahan iklim serta situasi iklim yang tidak stabil, salah satunya berdampak pada naiknya permukaan laut serta mengancam ekosistem Pantai, hal tersebut mendorong perhatian dari berbagai kalangan untuk peduli dan melakukan pencegahan.

BACA JUGA: Korem 072/Pmk Terima Bantuan dari PSN Group, Segera Diberangkatkan ke Sumatera

Kepedulian itu juga datang dari Amartha.org, organisasi nirlaba yang didirikan oleh Amartha Financial Group untuk mendorong pembangunan berkelanjutan di desa melalui program berbasis pendidikan, sosial dan lingkungan.

BACA JUGA: LazisKu KB PII Salurkan Bantuan Bencana Banjir Langkat Lewat Jalur Sungai

Perusahaan microfinance sebagai penghubung usaha mikro pedesaan yang dijalankan oleh para perempuan tangguh dengan akses permodalan terjangkau itu merangkul aktivis lingkungan sertai Gen Z turun melakukan penanaman 5.000 pohon bakau (mangrove) di Pantai Baros Kalurahan Tirtohargo Kapanewon Kretek Kabupaten Bantul, Sabtu (6/12/2025).

BACA JUGA: Banyak yang Terlibat Korupsi, KPK Imbau Pelaku Usaha Menguatkan Integritas

Anak-anak muda yang datang dari berbagai daerah termasuk DIY dan Jawa Tengah itu begitu antusias menanam mangrove. Terlihat mereka tak cangggung untuk berbasah-basah demi menanam pohon bakau yang diyakini sebagai upaya untuk menyelamatkan dampak abrasi di kawasan tersebut sekaligus menjaga kelestarian lingkungan demi masa depan.

BACA JUGA: 143 Sarjana Hukum Ikuti Ujian Advokat Peradi, Prof Harris Arthur Pesan Begini

DIY sendiri memiliki beberapa kawasan hutan bakau (mangrove), di antaranya terletak di sepanjang muara Sungai Opak dan muara Sungai Bogowonto. Dusun Baros, salah satu kawasan hutan bakau di sepanjang Sungai Opak, ditetapkan sebagai kawasan konservasi bakau dengan luas 132 hektar, tapi hingga saat ini luas hutan bakau di dusun tersebut baru mencapai 3,29 hektar.

BACA JUGA: Menegakkan Kebenaran di Jalan Sunyi: Sebuah Renungan Dakwah

Kondisi inilah yang memperoleh perhatian berbagai pihak mengingat meningkatnya pengikisan (abrasi) garis pantai hingga ratusan meter berpotensi mengancam area permukiman serta aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.

BACA JUGA: Festival WAHS di Ponpes Wahid Hasyim, Ini Tujuannya

Melihat situasi tersebut, Amartha menilai pengembangan ekosistem bakau Baros sebagai langkah penting memperkuat ketahanan lingkungan dan ekonomi masyarakat.

Merujuk pada temuan Climate Resilience Research 2025 oleh Amartha menunjukkan lebih dari 77 persen UMKM merasakan pendapatannya terpengaruh cuaca yang semakin tidak stabil. Pelaku usaha di daerah pesisir, terutama perempuan pengusaha mikro, menjadi kelompok paling rentan karena kegiatan usaha sangat dipengaruhi kondisi alam.

BACA JUGA: Kejati DIY Ungkap Dugaan Kredit Fiktif Rp 3,3 M, Tersangkanya Diborgol!

Chairman amartha.org, Aria Widyanto, menyampaikan selama lebih dari 15 tahun, Amartha berkomitmen pada pertumbuhan ekonomi yang mendorong kelestarian lingkungan.

BACA JUGA: Lukisan Karya Sam Sianata Angkat Isu Besar Lingkungan

“Kami menerapkan praktik bisnis berkelanjutan, termasuk membantu masyarakat pesisir meningkatkan resiliensi mereka terhadap risiko perubahan iklim. Salah satu intervensi yang kami lakukan adalah inisiatif menanam 5.000 pohon bakau, dengan melibatkan komunitas dan masyarakat setempat seperti IKAMaT dan Kelompok Pemuda-Pemudi Baros,” ucapnya.

BACA JUGA: Tersangka Pembunuhan di Wirobrajan Dijerat Pasal Berlapis

Menjaga keberlanjutan lingkungan

Sementara itu Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan kegiatan penanaman mangrove di Pantai Baros merupakan langkah strategis menjaga keberlanjutan lingkungan hidup. Pemerintah daerah menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, termasuk Amartha, yang telah berkontribusi dalam upaya pelestarian pesisir.

BACA JUGA: Ini Empat Tersangka Pembunuhan di Wirobrajan, Motifnya Dendam

"Penanaman mangrove akan memperbaiki lingkungan hidup kita dan meningkatkan resiliensi Pantai Baros dari abrasi maupun intrusi yang membahayakan daratan,” ujar Abdul Halim

BACA JUGA: Parahyangan National Acounting Competition 2025, Tim UAJY Raih Juara 3

Sebagai wilayah dengan garis pantai yang rentan abrasi dan intrusi, Bantul memerlukan intervensi nyata seperti penanaman mangrove untuk memperkuat ketahanan pesisir sekaligus membuka potensi ekonomi bagi masyarakat mulai dari habitat ikan dan kepiting hingga kemampuan menyerap karbon. Inisiatif ini tidak hanya menyelamatkan lingkungan hari ini, tetapi juga memastikan masa depan yang lebih layak bagi generasi mendatang.

BACa JUGA: Pemkab Bantul Galang Dana untuk Korban Banjir Bandang di Sumatera

Pada kesempatan yang sama, mitra kolaborasi penanaman pohon, Ganis Riyan Effendi selaku Direktur Utama Yayasan Inspirasi Keluarga KeSEMaT (IKAMaT) menuturkan, perubahan pesisir di Baros sudah terasa dari tahun ke tahun.

BACA JUGA: MBG Membawa Berkah, SPPG Tridadi Serap Klengkeng Lokal

“Karena itu, kolaborasi dengan berbagai pihak, seperti dengan Amartha, menjadi langkah penting untuk membantu kami memperkuat upaya pemulihan bakau sekaligus membuka ruang bagi warga, khususnya perempuan dan keluarga nelayan, agar mendapatkan manfaat ekonomi dari lingkungan yang pulih. Bagi kami, menjaga bakau bukan hanya soal menahan abrasi, tetapi memastikan ada peluang usaha yang bisa kembali tumbuh dari ekosistem yang sehat,” katanya.

BACA JUGA: Seni Jembatan Harapan, Yogyakarta Tuan Rumah Persahabatan Ukraina-Indonesia

Pendekatan keberlanjutan Amartha.org berangkat dari keyakinan bahwa pelibatan masyarakat sejak awal adalah kunci keberhasilan setiap intervensi lingkungan. Karena itu, setiap program dirancang secara partisipatif, dimulai dari mendengarkan kebutuhan warga, memahami konteks lokal, hingga memastikan solusi yang dibangun relevan bagi kehidupan dan usaha mereka. Dengan cara ini, pemulihan ekosistem tidak hanya berfokus pada aspek lingkungan, tetapi juga memperkuat kapasitas dan ketahanan komunitas.

BACA JUGA: Puluhan Guru SLB Ikuti Pengajaran Al-Qur'an Isyarat

“Amartha.org meyakini bahwa pendekatan partisipatif dapat menghadirkan solusi yang berkelanjutan bagi lingkungan dan ekonomi masyarakat. Hingga kini, Amartha telah menanam 12.830 pohon produktif dan bakau di berbagai wilayah di Indonesia. Kami akan terus melanjutkan upaya penanaman ini untuk memperkuat ketahanan ekosistem di masa mendatang,” kata Aria. (*/Opo)


share on: