Pertamina Hadirkan TJSL Pulihkan Lahan Bekas Tambang Perkuat Ekonomi di Palembang

share on:

Yogyapos.com (JAKARTA) - Pertamina Patra Niaga melalui unit Aviation Fuel Terminal (AFT) Sultan Mahmud Badaruddin II menghadirkan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) sebagai upaya pemulihan sosial dan lingkungan di Kelurahan Talang Jambe dan Talang Betutu, Palembang.

BACA JUGA: Peringatan HKPN, Gubernur DIY: Tantangan Kedaulatan Hadir dalam Bentuk yang Kompleks

Sejak tahun 1970-an, kawasan tersebut menjadi lokasi pengambilan tanah liat yang menyisakan sekitar 105 hektare lahan bekas galian. Kondisi ini memicu penumpukan sampah, banjir, hingga potensi longsor yang berdampak pada keamanan ruang hidup masyarakat. Melalui pendekatan TJSL yang terintegrasi, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel mendorong transformasi kawasan tersebut menjadi ruang yang lebih produktif dan berkelanjutan.

BACA JUGA: Kecamuk di Iran, Gus Hilmy: Dunia Tidak Boleh Dikuasai Logika Perang

Program ini dirancang dengan empat fokus utama yang diwujudkan melalui subprogram Permata, Pesona, Perkasa, dan Pelangi. Inisiatif ini sekaligus menjadi program andalan dalam penilaian PROPER Emas Kementerian Lingkungan Hidup, sebagai wujud komitmen perusahaan dalam mencapai kinerja lingkungan dan sosial yang unggul serta berkelanjutan.

BACA JUGA: MIC 2026 Diikuti 2.000 Peserta, Dihadiri Danrem

Melalui program Permata, sebanyak 0,42 hektar lahan bekas galian dimanfaatkan untuk kegiatan ekonomi masyarakat, termasuk pengembangan Keramba Jaring Apung bertenaga surya. Dampaknya, pendapatan pengrajin batu bata meningkat 25% dan pendapatan Kelompok Wanita Tani naik hingga 133%.

BACA JUGA: UAJY Mewisuda 339 S1 dan Magister, Penerima Beasiswa KNB Asal Timor Leste Sampaikan Sambutan

Program Pesona berfokus pada pengelolaan sampah organik dan anorganik, dengan capaian 85% sampah rumah tangga terkelola atau sekitar 3.600 kg per bulan. Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah pengolahan minyak jelantah dan ampas menjadi pakan ikan yang dikelola kelompok UMKM setempat.

BACA JUGA: Sarasehan Muslimat NU, Umaruddin Masdar Tekankan Urgensi Sosialisasi KUHP Baru

Rusli, anggota Kelompok UMKM Pasta menyampaikan bahwa inisiatif tersebut memberi manfaat nyata bagi lingkungan sekaligus ekonomi warga. “Pengolahan minyak jelantah dan ampas menjadi pakan ikan merupakan salah satu solusi untuk menekan dampak lingkungan akibat sampah sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat,” ujar Rusli.

BACA JUGA: KPK Tegaskan Kampus Garda Terdepan Bangun Budaya Integritas

Sebagai penguatan ekosistem ekonomi sirkular, inisiatif pengumpulan minyak jelantah tidak hanya dilakukan di Palembang. Aviation Fuel Terminal (AFT) Boyolali juga menjalankan program pengumpulan minyak jelantah sebagai langkah preventif untuk mengurangi potensi pencemaran lingkungan akibat pembuangan limbah rumah tangga yang tidak terkelola dengan baik.

BACA JUGA: Refleksi Sosiologis Di Hari Anti-Perundungan Internasional

Pada aspek mitigasi risiko, program Perkasa mendorong peningkatan kapasitas masyarakat siaga bencana, termasuk penanaman 250 pohon kelapa di area bekas galian untuk memperkuat struktur tanah.

BACA JUGA: Puisi Untuk Ketua BEM UGM karya Aprinus Salam

Sejalan dengan penguatan kapasitas kebencanaan tersebut, Aviation Fuel Terminal (AFT) Juanda menggandeng BPBD Sidoarjo untuk memfasilitasi pembentukan Forum Sister Village. Forum Sister Village dirancang sebagai sarana penguatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi risiko bencana dan diisi dengan berbagai pelatihan kebencanaan serta simulasi penanganan darurat guna meningkatkan kesiapsiagaan dan koordinasi saat terjadi situasi darurat.

BACA JUGA: Geruduk Mapolres, Brigade Joxzin Desak Polres Bantul Ungkap Pembunuhan Yoga

Sementara itu, program Pelangi menghadirkan pengembangan RPTRA dan ruang bermain anak yang turut berkontribusi pada peningkatan kualitas gizi anak di wilayah tersebut.

BACA JUGA: Seorang Mantan Pejabat Publik Sleman Jadi Korban Penipuan Online

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M. V. Dumatubun menyampaikan bahwa program TJSL ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menciptakan nilai bersama bagi masyarakat dan lingkungan.

BACA JUGA: Kawulo Ngayogyakarta Gelar Kirab Budaya Tolak Kekerasan

“Melalui program TJSL yang terstruktur dan berkelanjutan, Pertamina Patra Niaga berupaya menghadirkan solusi nyata atas tantangan sosial dan lingkungan di sekitar wilayah operasi. Pendekatan ini tidak hanya memulihkan fungsi lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru serta memperkuat ketahanan masyarakat,” ujar Roberth melalui rilis yang diterima yogyapos.com, Minggu (1/3/2026).

BACA JUGA: Permintaan Penundaan Import 105 Mobil India Cerminan DPR Pro Industri Dalam Negeri

Dengan pendekatan terintegrasi dan replikasi lintas unit, Pertamina Patra Niaga berharap kawasan bekas galian maupun wilayah operasional lainnya dapat bertransformasi menjadi ruang yang produktif, aman, dan berkelanjutan bagi generasi kini dan mendatang.(*)


share on: