Yogyapo.com (YOGYA) - Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan, Serangan Umum 1 Maret 1949 merupakan salah satu momentum bersejarah pergerakan kemerdekaan, dengan Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai episentrumnya.
BACA JUGA: MIC 2026 Diikuti 2.000 Peserta, Dihadiri Danrem
Sultan menyapaikan hal tersebut saat memimpin Upacara Peringatan Hari Penegakan Kedaulatan Negara (HKPN) Tahun 2026 Daerah Istimewa Yogyakarta, di Stadion Mandala Krida, Kota Yogyakarta, Minggu (1/3/2026).
BACA JUGA: Puisi Untuk Ketua BEM UGM karya Aprinus Salam
Saat ini, menurutnya, sejarah tersebut kian bermakna bagi bangsa Indonesia, seiring diterbitkannya Keputusan Presiden Nomor 2 Tahun 2022, tentang penetapan 1 Maret sebagai Hari Penegakan Kedaulatan Negara.
Tamu undangan utama || YP-ist
"Tantangan kedaulatan hadir dalam bentuk yang lebih kompleks. Percaturan geopolitik global, semakin dinamis. Ketergantungan ekonomi antarnegara semakin dalam. Transformasi digital, mengubah lanskap sosial, ekonomi, bahkan politik. Kedaulatan tidak cukup dimaknai sebagai penguasaan wilayah, melainkan sebagai kapasitas mengelola perubahan, secara mandiri dan bermartabat," tandas Sultan.
BACA JUGA: Geruduk Mapolres, Brigade Joxzin Desak Polres Bantul Ungkap Pembunuhan Yoga
Lebih lanjut, Gubernur DIY juga menyampaikan Daerah Istimewa Yogyakarta, kedaulatan memiliki dimensi budaya yang mendalam. Keistimewaan bukanlah privilese administratif, melainkan amanah sejarah untuk menghadirkan kepemimpinan yang beradab, dan pembangunan yang berkeadilan.
BACA JUGA: Kecamuk di Iran, Gus Hilmy: Dunia Tidak Boleh Dikuasai Logika Perang
“Nilai tradisi menjadi jangkar etika, sementara rasionalitas modern, menjadi instrumen kemajuan,” katanya.
Mengabadikan momentum di akhir acara bersama peserta || YP-ist
Diakhir amanatnya Sri Sultan menekankan bahwa penegakan kedaulatan negara pada era ini terletak pada konsistensi kita menjaga integritas, memperkuat ketahanan ekonomi, membangun kohesi sosial, serta memastikan bahwa setiap kebijakan berpihak pada kemaslahatan rakyat.
BACA JUGA: MIC 2026 Diikuti 2.000 Peserta, Dihadiri Danrem
Upacara dihadiri Danrem 072/Pamungkas Brigjen TNI Bambang Sujarwo SH MSos MM, diikuti oleh jajaran Forkopimda DIY, Unsur TNI-Polri, ASN, Mahasiswa serta Siswa SMA dan SMP. (*/inm)
