Orasi Budaya Nasir Tamara Tandai Pembukaan Pekan Saptohoedojo

share on:
Tabur bunga di Pusara RM Saptohoedojo || YP-ist

Yogyapos.com (SLEMAN) - RM Saptohoedojo adalah bangsawan seniman yang mendedikasikan hidupnya demi tumbuh kembang seni dan kebudayaan. Pemikirannya melampaui zaman, komitmennya pada harga diri seniman di atas rata-rata, dan karyanya bertebaran di berbagai penjuru dunia.

BACA JUGA: Hogi, Tiga Hari Bergelang GPS di Kaki dan Harapannya Kini

Demikian disampaikan Direktur Pusat Kebudayaan Saptohoedojo (PKSH) Wahjudi Djaja di Galeri Saptohoedojo, Sabtu (31/1/2026) sore. Acara digelar bertepatan 101 Tahun Saptohoedojo.

BACA JUGA: MSC Yogyakarta Seri 2 2025-2026 Focus Mencari 16 Pemain Terbaik

Lahir pada 6 Februari 1925, lanjutnya, keturunan PB IX ini menjadikan Galeri Saptohoedojo sebagai oase sekaligus meeting forum bagi para tokoh besar dunia. "Di dinding galeri yang diam membisu kita bisa membaca rekaman kehidupan beliau, berikut jaringan dan karya monumentalnya," tandasnya.

BACa JUGA: Hogi Lepas dari Jerat Hukum, Teguh Sri Rahardjo: Klien Kami Legawa, Tak Tuntut Ganti Rugi

Berkaitan dengan itu, Pusat Kebudayaan Saptohoedojo (PKSH) menggelar Pekan Saptohoedojo yang dilaksanakan 1-7 Februari 2026 di Galeri Saptohoedojo. Tujuannya antara lain menghidupkan pemikiran, karya dan keteladanan beliau agar menjadi inspirasi bagi kita dan generasi penerus bangsa ini. "Visi PKSH adalah Terwujudnya Pusat Kebudayaan Saptohoedojo sebagai Gerbang Timur Budaya Yogyakarta menuju pusat budaya yang berkepribadian," jelasnya. 

Yani Saptohoedojo bersama pengurus dan pelukis || YP-ist

PKSH didirikan 22 November 2025 bertepatan 72 tahun Yani Saptohoedojo. Salah satu misinya, menurut Yani selaku Penasihat PKSH adalah mengangkat kembali pemikiran, komitmen, keteladanan dan karya seni Saptohoedojo sebagai khazanah sejarah dan kebudayaan Indonesia. "Kita harus mengangkat pemikiran dan karya Pak Sapto agar dikenal generasi penerus bangsa sebagai bahan pembelajaran", tutur perempuan asal Banyumas yang anggun ini.

BACA JUGA: Keraton Yogya Serahkan Surat Kekancingan, Pembangunan Mapolda DIY Segera Dimulai

Secara terpisah, pemikiran dan karya RM Saptohoedojo akan dibedah oleh Dr Nasir Tamara DEA (Owner Ndalem Natan Kotagede) dalam orasi budaya saat opening (1/2/2026) malam. Sementara itu, Prof Narsen Alfatara MS dan Dr Hajar Pamadhi MA akan memperdalamnya saat sarasehan (7/2/2026) pagi. 

BACA JUGA: Menggali Memori Kolektif: Mau ke Mana?

Komunitas Pelukis Titik 0 Jogja akan mengawali Gelar OTS pada Minggu pagi (1/2/2026). Selama Pekan Saptohoedojo digelar Pameran Lukis "Gothak Gathuk Pethuk" karya Ansori Mozaik dan En Roel. Dimeriahkan pula Pameran UMKM Seni yang dibina Dinas Koperasi UMK Kabupaten Sleman. Pada Kamis malam (5/2/2026) digelar Umbul Donga oleh LKJ Sekar Pangawikan dan Baca Puisi Komunitas Sastra Sembada. 

BACA JUGA: Kapolda DIY Nonaktifkan Kapolresta Sleman Kombes Pol Edy Erning Wibowo

Rangkaian Opening pada Minggu (1/2/2026) malam akan dimeriahkan penampilan One Uli (Prancis) dan Yuli Purwati (Yupi) dengan lagu-lagu nostalgia.

BACA JUGA: Kejari Sleman Terbitkan SKP2, Hogi Penabrak Dua Penjambret Tak Lagi Tersangka

Pekan Saptohoedojo direncanakan sebagai agenda tahunan Pusat Kebudayaan Saptohoedojo. Selanjutnya, setiap bulan, membuka diri bagi kalangan seniman, budayawan, penyair, sastrawan dan akademisi untuk bertegur sapa di Galeri Saptohoedojo saling berbagi ekspresi dan apresiasi. Galeri Saptohoedojo diharapkam bisa menjadi gerbang timur budaya Yogyakarta. (Iud)


share on: