Yogyapos.com (YOGYA) - Warga Jogokariyan Yogyakarta menggelar merti kampung bertema ‘Nguri-uri Budaya Anggayuh Berkahing Ilahi’ yang dikemas dalam bentuk kirab budaya dan ragam pentas seni, Minggu (11/05/2025). Merti kampung sebagai warisan budaya perlu dilestarikan supaya nilai-nilai di dalamnya tetap terjaga.
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, dalam sambutannya mengharapkan agar merti kampung menjadi kegiatan produktif. Karena itu perlu dikawal oleh wakil rakyat yang hadir saat itu (Agus Trianto), termasuk dirinya sebagai wali kota.
Walikota Yogya bersama pengurus kampung || YP-Mufti AM
“Produktif dalam arti bukan hanya menghasilkan sesuatu yang meningkatkan kesejahteraan, tetapi juga dapat meningkatkan karakter, iman dan taqwa, moral, attitude. Itu menjadi bagian penting,” ujar Hasto di hadapan ratusan warga Jogokariyan.
BACA JUGA: GRIB DIY Solid, Djoko: Taati Hukum dan Tingkatkan Peran Sosial
Kota Yogyakarta dalam ragam aktivitasnya betul-betul mengandalkan sumber daya manusia. Menurut Hasto, ada dua kunci utama menjadi sumber daya manusia yang sukses. Pertama, secara duniawi harus produktif sehingga menghasikan karya dan mendapatkan rejeki bukan hanya bagi diri sendiri, tetapi juga untuk kemaslahatan orang banyak.
Paduan suara SD Muhammadiyah Jogokariyan || YP-Mufti AM
Kedua, mampu memberikan contoh yang baik sebagai orang berkarakter mulia. Ini merupakan hal penting pula. Maka, sumber daya manusia tak akan berarti apa-apa tanpa karakter dan produktivitas. Berkarakter tapi tidak produktif kurang pas, sebaliknya produktif tapi tak berkarakter juga bukan hal bagus.
BACA JUGA: Sekjen RMPG: Mahasiswi ITB Pembuat Meme Prabowo Sebaiknya Dibebaskan
“Keduanya harus seimbang. Sebagai contoh, Jogokariyan merupakan kampung religius dengan masjidnya yang mampu memakmurkan masyarakat dan masyarakatnya memakmurkan masjid. Ini memperkuat nilai-nilai karakter dan produktivitas,” kata Hasto.
Tari Gugur Gunung || YP-Mufti AM
Masjid Jogokariyan telah menjadi jujugan wisata religi masyarakat dari berbagai penjuru nusantara. Merti kampung menjadi sebuah even yang dapat meningkatkan daya tarik wisatawan berkunjung ke Jogokariyan.
BACA JUGA: Tangkal Mafia, Mendesak Dibentuk Peradilan Pertanahan dengan Hakim Ad Hoc
Kegiatan tersebut, imbuh Hasto, di samping mengungkit produktivitas juga memperkuat nilai-nilai kebudayaan. Melalui merti kampung atau festival kebudayaan yang digelar secara kontinu maka produktivitas dan perekonomian warga Jogokariyan maupun warga sekitar pun pasti terangkat.
Penampilan Susilo Nugroho alias Den Baguse Ngarsa || YP-Mufti AM
“Melestarikan kebudayaan, menjaga lingkungan bersih, sehat, serta kondusif membutuhkan kebersamaan. Saya berpesan agar silaturrahmi antar warga, kerukunan, kebersamaan, serta gotong royong senantiasa tetap terjaga di Kampung Jogokariyan ini,” pungkas Hasto.
BACA JUGA: Akhlak Islami dalam Praktik Kedokteran
Selain kirab budaya, merti kampung diwarnai berbagai pentas seni warga setempat serta penampilan siswa dari lembaga pendidikan di wilayah Jogokariyan. Dimeriahkan pula oleh penampilan artis lokal Den Baguse Ngarsa dan Jogokariyan Koes Band. (Mufti AM)
