Memahamkan Demokrasi dan HAM, Ini yang Dilakukan Kesbangpol Sleman

share on:
Para perempuan peserta seminar Pemahaman Demokrasi dan HAM dengan tema

Yogyapos.com (SLEMAN) - Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menggelar Seminar Pemahaman Demokrasi dan HAM dengan tema "Kolaborasi Masyarakat dan Kalurahan dalam Menciptakan Dem krasi yang Inklusif dan Berkelanjutan”, di Kantor Kalurahan Condongcatur, Selasa (22/7/2025).

Kegiatan ini dikuti 50 peserta dari berbagai unsur di wilayah Kalurahan Condongcatur, menghadirkan nara- sumber Ketua DPRD Kabupaten Sleman, Y Gustan Ganda ST Ketua KPU Kabupaten Sleman, Ahmad Baehaqi SAg.

BACA JUGA: Gugatan PMH Terkait Ijazah Jokowi, Komardin dan Ariyanto Serahkan Bukti

Lurah Condongcatur Reno Candra Sangaji SIP MIP memberikan pengantar sekilas tentang Strategi Kalurahan dalam Mewujudkan Demokrasi Inklusif dan Berkelanjutan

Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Sleman, Sigit Herutomo SH MAP dalam sambutanya mengharapkan Seminar ini dapat mendorong praktik kolaboratif antara masyarakat dan penerin tah kalurahan, agar demokrasi tidak hanya menjadi prosedur, tetapi juga sebuah proses yang menyentuh kebutuhan nyata masyarakat

Para narasumber seminar || YP-Ist

"Diharapkan, Kalurahan Condongcatur dapat menjadi contoh model kalurahan yang mengedepankan tata kelola inklusif, transparan, dan berkelanjutan, demi memperkuat pilar demokrasi," katanya.

BACA JUGA: Rekonstruksi Pengeroyokan di Sutopadan Dihadiri Keluarga Korban

Lebih lanjut, Sigit Herutomo menyampaikan Kebijakan Pemerintah Kabupaten Sleman dalam mewujudkan demokrasi inklusif dapat dilihat dari beberapa program dan kegiatan yang telah dilaksanakan, seperti Program pemberdayaan masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan dan pengambilan keputusan juga dilaksanakanya kegiatan pendidikan dan pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan masyarakat dalam memahami dan melaksanakan demokrasi inklusif

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Sleman, Y Gustan Ganda ST menyampaikan materi tentang Peran Legislasi Dalam Mendorong Demokrasi Inklusif dimana saat ini masih banyak yang belum terlibat dalam proses demokrasi karena masih adanya diskriminasi dalam aturan atau pelayanan juga masih minimnya ruang dialog antara rakyat dan wakilnya

BACA JUGA: Bupati Sleman Melantik 22 Pimpinan Tinggi Pratama

“Maka dari itu disini peran Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama sangat penting untuk menghubungkan suara rakyat pada wa kilnya disamping itu Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama dapat menjadi penyejuk dan penengah serta mengedukasi masyarakat terhadap hak dan kewajibanya sebagai warga negara dan juga tokoh masyra rakat,” tuturnya.

Para pria peserta seminar || YP-Ist

Demokrasi Inklusif adalah demokrasi yang adil dan manusiawi bahwa kitasemua mempunyai masing-ma sing peran, baik wakil rakyat, Tokoh Masyarakat. Agama, Pemuda, Perempuan dan lainya maka arah kedepan tantanganya adalah dengan membuat peraturan yang adil untuk semua yang melibatkan tokoh masyra kat dalam proses pengambilan keputusan. Jadikan DPR/DPRD rumah bersama, bukan milik segelintir orang saja dan perkuat kalaborasi dengan semua pihak.

BACA JUGA: Dua Pengedar Sabu Lolos dari Ancaman Hukuman Mati

Sedangkan nara sumber, Ketua KPU Kabupaten Sleman Ahmad Baehaqi SAg menyampaikan materi tentang Meningkatkan Kualitas Partisipasi Pemilih di Tingkat Kalurahan

Disampaikan bahwa penyeleng garaan pemilihan umum (Pemilu) dapat dinilai dari berbagai indikator kesuksesan dan salah satu indikator utamanya adalah tingkat partisipasi politik masyarakat. Kesuksesan Pemilu sering diukur berdasarkan seberapa aktif masyarakat menggunakan hak suaranya dalam pemilihan.

BACA JUGA: Kokam Pemuda Muhammadiyah Gelar Apel Akbar Dihadiri Kapolri

Menurutnya  Partisipasi ini mencerminkan sejauh mana masyarakat yang telah memenuhi syarat berperan serta dalam proses demokrasi dengan memberikan su ara mereka. Partisipasi masyrarakat dalam Pemilu dapat dilaku kan dalam bentuk Keterlibatan masyarakat sebagai peserta pe milu, sebagai penyelenggara pemilu dan relawan pemilu adanya pengawasan pada setiap taha pan pemilu, adanya Sosialisasi pemilu, Pendidikan politik Pemilih dan juga menjadi Pemilih yang cerdas, rasional dan bertang gung jawab.  (*/Agn)

 


share on: