Lalu Lintas Padat, Renovasi Jembatan Gemawang Masih Tanda Tanya

share on:
Kondisi lalu lintas dari arah barat menunggu antrian sebelum melintasi Jembatan Gemawang pada Rabu (16/4/2025) sekitar pukul 16.30 WIB || YP-Ist

Yogyapos.com (SLEMAN) - Jembatan Gemawang di wilayah Kalurahan Sinduadi, Kapanewon Mlati terbilang sempit, sementara lalu lintasnya cukup padat. Kondisi tersebut memicu kemacetan pada waktu tertentu. 

Pantauan yogyapos.com pada Rabu (16/4/2025) sekitar pukul 16.00 WIB, kepadatan kendaraan mulai nampak, baik yang dari arah timur maupun ke barat. 

BACA JUGA: Harda Diperiksa Sebagai Saksi Dugaan Korupsi Dana Pariwisata

Jembatan yang membentang di atas Kali Boyong tersebut memiliki lebar sekitar 3 meter. Dulunya dipasang portal dari besi yang berdiri di sisi barat dan timur, namun kini sudah lenyap. Akibatnya, kendaraan ukuran besar bebas lalu lalang di jembatan kecil tersebut.

Salah satu warga Dusun Pogung Dalangan, Wijayanto mengatakan setiap pagi sekitar pukul 07.00 WIB atau saat waktu warga berangkat kerja, ke kampus ataupun sekolah, kepadatan kendaraan mulai terjadi, sehingga pengguna jalan harus rela mengantri. 

BACA JUGA: Bupati Harda Buka Suara atas Penahanan Lurah Trihanggo

"Saat pagi waktu orang berangkat sekolah atau ke kantor biasanya kendaraan mulai padat, juga saat sore mulai pukul 16.00 WIB, saat warga pulang ngantor dan saat jam-jam tertentu," kata Wijayanto. 

Ia berharap, kepada pemerintah setempat untuk memperhatikan kondisi fasilitas umum tersebut. 

BACA JUGA: Balai TNGM Beri Sanksi kepada 20 Pendaki Ilegal, Ini Alasannya

"Ya semoga ada perhatian pihak terkait, syukur-syukur dibangun atau dilebarkan jembatanya," tuturnya. 

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Sleman, Mirza Anfansury ST MT menyebutkan, bahwa terkait rencana peningkatan Jembatan Gemawang, pihaknya telah menyusun Detail Engineering Design (DED) sejak 2013. Namun pembangunan masih terkendala, lantaran di sekitar konstruksi jembatan terdapat pipa besar milik PDAM, aset Pemkot Yogyakarta. 

BACA JUGA: Packrafting di Sungai Opak Canden, Jurnalis Bantul pun Ketagihan

"Sudah kita buat DED-nya, tetapi di sekitar jembatan ada pipa air ke arah kota, yang di bawah jembatan dan di samping, itu kalau kita memindahkan berarti saluran air yang ke arah kota tidak mengalir, itu kalau kita pindahkan yang di sana bisa tidak minum dan sebagainya, nah itu jadi komplainan kami," jelas Mirza, Rabu (16/4/2025). 

BACA JUGA: Advokat Wulandari Upayakan Penangguhan Penahanan Bos Kelab Malam

Saat ini, pihaknya sedang mempelajari sehingga saat dilakukan pengerjaan dapat diaplikasikan metode pelaksanaan yang lebih efektif untuk mengatasi permasalahan tersebut. 

"Ini harus ada teknik agar tidak menggangu pipa, cara mengerjakannya," sebutnya. 

BACA JUGA: Lurah Trihanggo dan Pengusaha Hiburan Malam Ditahan, Ini Penyebabnya

Sejauh ini, telah dilakukan koordinasi dengan PDAM Tirtamarta Kota Yogyakarta. Terkait peningkatan jembatan juga perlu dianggarkan ikwal pembebasan lahan yang ada di sekitar jembatan. 

"Kalau desain tidak terlalu rumit, tetapi metode pengejaan dengan tidak memindah posisi pipa, ini yang harus kita pikirkan," imbuhnya. (Opo) 

 

 

 

 


share on: