Yogyapos.com (SLEMAN) - Manusia tidak pernah tahu kapan ia akan memeroleh rezekinya, tapi rezeki pasti tahu di mana pemiliknya. Agaknya ungkapan bijak seperti itulah yang diyakini Slamet (58), salah satu pedagang mainan anak asal Kabupaten Temanggung Jawa Tengah.
Di tengah semaraknya perayaan Hari Jadi ke-108 Kabupaten Sleman, ia memanfaatkan momen ini berjualan mainan anak. Menempuh jarak kurang lebih 50 km dilakoninya demi menyambung hidup. Tak pernah tahu pasti, melainkan yakin rezeki akan tahu dan menghampiri pemiliknya atas kehendak yang Maha Pemberi Rezeki.
BACA JUGA: 16 Siswa SLTP Terlibat Perkelahian Diwajibkan Apel ke Polsek Imogiri
“Iya ini saya berjualan mainan anak tradisional, kebetulan ini saya jual mainan layangan terbuat dari kertas dan gabus,” tutur Slamet sembari menjajakan dagangannya di kawasan Alun-Alun Denggung Sleman tempat digelarnya upacara peringatan hari jadi, Rabu (15/5/2024).
Karnaval HUT ke-108 Sleman mendapat sambutan hangat masyarakat || YP-Eko Purwono
Berjualan dari acara ke acara, ungkap Slamet, untuk mendapatkan informasi adanya acara ataupun hajatan keramaian, dirinya mengaku memperoleh berita atau kabar dari teman sesama komunitas pedagang, selain itu aktif membuka sejumlah informasi di sosial media.
BACA JUGA: Awas! Modus Kencan Fiktif Berujung Pemerasan, Tiga Pelaku Gunakan Akun Palsu
“Tahu ada acara HUT Sleman ini dari teman di grup WhatsApp, kalau acara-acara lain saya membuka di komunitas pedagang di Facebook dan kadang pihak penyelenggaraan telah menyebarkan informasi di sosmed, “ ungkapnya.
Selain tujuan wilayah Sleman, pria ini juga menjajakan dagangan mainan hingga wilayah Wonosari, Magelang, Kendal dan Banjarnegara. Kadang dijual mainan pabrikan juga tergantung lokasi.
BACA JUGA: Soliditas Peradi Yogya Kian Rekat, Halal bi Halal Idul Fitri 1445 H Dihadiri Ratusan Anggota
“Ya dimana pun ada acara yang kira-kira banyak pengunjung, saya berusaha untuk datang, untuk mainan layangan-layang dijual seharga Rp 15 ribu, ini pas ngak bawa mainan pabrikan, “ katanya.
Yakin, rezeki akan mendatangi pemiliknya || YP-Eko Purwono
Ditanya soal penghasilan, dirinya enggan menyebutkan, namun dengan berjualan di lokasi keramaian omzetnya lebih besar daripada jualan berkeliling.
BACA JUGA: Pemkab dan Kejari Sleman Tandatangani Kerjasama Sinergi Hukum
“Hasilnya tidak tentu, kendalanya saat sering hujan itu omzet menurun drastis,” imbuh dia.
Sementara, Topik salah satu penjual Dawet Banjarnegara mengaku adanya acara perayaan HUT Kabupaten Sleman penghasilan tidak naik signifikan.
“Hasil seperti biasa, pengunjung hanya sekedar menonton, malah terlihat sudah banyak yang bawa bekal minum,” ungkap Topik yang keseharian mangkal dengan gerobaknya tak jauh dari Alun-alun Denggung.
Peringatan Hari Jadi ke -108 Kabupaten Sleman mengusung tema “Greget Nyawiji Lan Hangayomi Sesarengan Mbangun Sleman.” Tema ini dimaknai sebagai bentuk semangat menyatukan tekad dan sikap mengayomi seluruh elemen masyarakat Sleman, guna memberikan manfaat yang seluas-luasnya demi Sleman Sembada.
Diwarnai Festival Bregada Tradisional Tingkat Kabupaten Sleman Tahun 2024, Upacara Bedhol Praja dan irab Pusaka Tumbak Kyai Turunsih. (Opo)
