Yogyapos.com (BANTUL) - Dua kelompok pelajar dari dua sekolah tingkat SLTP di Imogiri yang terlibat perkelahian di Simpang 3 Totogan Jalan Makam Imogiri Dusun Ngancar Karangtalun Imogiri Bantul, berhasil dilerai oleh aparat kepolisian setempat, Selasa (14/5/2024).
“Alhamdulillah berkat kesigapan polisi, peritiwa itu dapat diselesaikan dan tidak meluas,” kata Kasi Humas Polres Bantul, AKP I Nengah Jeffry, di Bantul, Rabu (15/5/2024).
BACA JUGA: Hadiri 'Wiwitan' di Padukuhan Siwil, Bupati Kustini Nyatakan Komit Jaga Ketahanan Pangan
Jeffry mengungkapkan, peristiwa yang terjadi pada Selasa (14/5/2024) pukul 12.30 Wib bermula ketika para siswa dari sebuah sekolah SMP itu sedang istirahat dan nongkrong. Kemudian datang dari arah timur rombongan siswa dari SMP lain membleyer motor, memutar-mutra gesper dan juga sambil mengasrukan standar doble ke aspal.
Kemudian dari arah rombongan itu ada yang melempar batu (ptongan batako) mengarah pada kelompok pertama hingga mengakibat seorang siswa terluka.
BACA JUGA: SMKN 3 Yogya Gelar 'Panen Karya P5' Mengusung Kearifan Lokal
Polisi yang menerima infromasi langsung melakukan pengamanan. Selain itu koordinasi dengan pihak sekolah untuk menghadirkan 16 siswa yang terlibat penyerangan itu. Sejumlah 16 berhasil diintrogasi dan diamankan. Polisi dan sekolah juga menghadirkan para orang tua murid.
“Enambelas siswa telah membuat surat pernyataan dan tidk akan mengulangi perbuatanya kembali,” jelasnya.
Selanjutnya, dari Polsek menyerahkan para siswa kepada orangtuanya masing-masing untuk diawasi secara melekat agar tidk terjadi hal serupa.
Zelain itu polisi juga memberi tilang kepada pengendara sepada motor yang dipakai dalam keributan itu. Motor ditahan selama 1 bulan jatuh sidang tilangnya.
BACA JUGA: Kapolresta Yogya Peroleh Penghargaan dari Dirjen KSDAE Kementerian LHK RI
“Polsek Imogiri juga mengadakan pembinaan mewajibkan apel setiap Senin dan Kamis kepada para siswa yang terlibat dalam penyerangan itu,” pungkas AKP Jeffry.
Menurut Kepada Dinas Pendidikan Dasar (Disdikpora) Kabupaten Bantul, Nogroho Emo Susanto, pihaknya akan meningkatkan kewaspadaan dan antisipasi agar hal serupa itu tidak terjadi lagi.
“Salah satu caranya yaitu dalam waktu dekat di Bantul akan diadakan dan dijalankan program Jaksa Masuk sekolah untuk memberikan penyuluhan kepada para siswa, guru dan orangtua siswa agar meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan,” kata Nugroho, Rabu (15/5/2024). (Spd)
