Gus Dur Pahlawan Nasional, PKB DIY Gelar Tasyakuran

share on:
Diskusi Publik: Mengenang Pemikiran dan Perjuangan Gus Dur di Kantor DPW PKB DIY, Kamis (13/11/2025) || YP-Ist

Yogyapos.com (YOGYA) - Dewan Pengurus Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa (DPW PKB) DIY menggelar Tasyakuran Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional untuk KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sekaligus Diskusi Publik bertema “Mengenang Pemikiran dan Perjuangan Gus Dur” di Kantor DPW PKB DIY, Kamis (13/11/2025).

BACA JUGA: Vanya Wijaya Dinobatkan Sebagai Roro Cilik Kabupaten Malang Favorit 2025

Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DIY, Dr KH Ahmad Zuhdi Muhdlor, dalam paparannya menegaskan kembali hubungan organik antara NU dan PKB sebagaimana ditegaskan Gus Dur. Menurutnya, pemikiran Gus Dur tetap relevan dalam kehidupan kebangsaan, khususnya dalam memperkuat demokrasi, menolak populisme agama, dan menjunjung nilai kemanusiaan.

BACA JUGA: Keluarga Besar KSPSI Turut Bahagia Marsinah Pahlawan Nasional

“Gus Dur menyatakan bahwa PKB didirikan secara resmi oleh PBNU. Hubungan NU dan PKB adalah hubungan organik, dua entitas yang tidak dapat dipisahkan dan saling membutuhkan,” tegas KH Zuhdi.

Ia juga menyoroti ketegasan Gus Dur dalam menolak politisasi agama, serta kisah pribadinya menerima surat langsung dari Gus Dur sebagai bentuk apresiasi atas konsistensinya memimpin majalah Bangkit. Pengalaman tersebut, katanya, menjadi pengingat pentingnya meneruskan perjuangan moral dan intelektual.

BACA JUGA: Lakalantas Maut BMW Kontra Vario di Sleman, Terdakwa Divonis 14 Bulan

Acara tasyakuran ini digelar sebagai ungkapan syukur atas penetapan Gus Dur sebagai Pahlawan Nasional oleh Presiden Prabowo Subianto. Sejumlah tokoh lintas agama, akademisi, pengurus PKB se-DIY, para pecinta Gus Dur, hingga aktivis mahasiswa turut menghadiri kegiatan tersebut.

Ketua DPW PKB DIY H Agus Sulistiyono potong tumpeng tasyakuran Gelar Pahlawan Nasional bagi Gus Dur|| YP-Markaban Anwar

Selain KH Zuhdi, diskusi publik menghadirkan narasumber lain: Dekan FISIPOL UGM Wawan Mas’udi PhD, serta Dr Romo Martinus Joko Lelono (Imam Projo Keuskupan Agung Semarang sekaligus Dosen Fakultas Teologi USD). Kedua narasumber memperkuat gambaran universalitas pemikiran Gus Dur yang diterima luas oleh masyarakat Indonesia maupun komunitas internasional.

BACA JUGA: Gubernur HB X Kukuhkan Pirukunan Tuwanggana Periode 2025-2030

Ketua DPW PKB DIY, H Agus Sulistiyono, menyampaikan bahwa penganugerahan gelar Pahlawan Nasional untuk Gus Dur merupakan hasil perjuangan panjang yang dikawal langsung oleh Ketua Umum PKB, Abdul Muhaimin Iskandar.

“Alhamdulillah, prosesnya cukup panjang dan membanggakan karena tidak ada polemik dalam penetapan tersebut,” ujarnya.

BACA JUGA: Kompetisi Futsal Campus League, UNY Spektakuler Raih Double Champion Putra Putri

Sekretaris DPW PKB DIY, Umaruddin Masdar, menambahkan bahwa rekam jejak Gus Dur dalam memperjuangkan HAM, pluralisme, dan demokrasi telah lama diakui dunia internasional.

“Beliau pernah disebut sebagai pahlawan HAM dan pahlawan pluralisme. Banyak predikat diberikan kepada beliau, bahkan diakui secara internasional,” jelasnya.

BACA JUGA: Wamensos Agus Jabo Ajak Masyarakat Teladani Perjuangan Diponegoro

Ia menegaskan bahwa Gus Dur adalah salah satu pendiri PKB yang memberi kontribusi besar bagi transisi demokrasi Indonesia. “Kalau dulu Gus Dur tidak memperjuangkan demokrasi, mungkin Orde Baru belum berakhir,” tandasnya.

Dekan FISIPOL UGM, Wawan Mas’udi, menilai penetapan Gus Dur sebagai Pahlawan Nasional merupakan “gelar kepahlawanan tanpa kontroversi”. Menurutnya, hampir seluruh elemen bangsa dari Sabang sampai Merauke menunggu momen pengukuhan tersebut.

BACA JUGA: Polisi Tidur dan Kekerasan Simbolik

Ia juga mengutip kajian akademisi luar negeri, seperti Profesor Nathan Franklin dari Charles Darwin University, yang menilai kontribusi Gus Dur dalam pembangunan Wahid Institute, pengangkatan marwah NU, serta peletakan fondasi PKB sebagai partai Islam tradisional yang inklusif.

Sementara itu, perspektif Katolik disampaikan oleh Dr. Romo Martinus Joko Lelono. Ia menyebut Gus Dur sebagai “mercusuar keutamaan”, sosok yang menjunjung kemanusiaan melampaui batas-batas agama.

BACA JUGA: Nashila Syahla Rilis 'Surat Kecil untuk Nabi' pada 110 Hari Jelang Ramadhan

“Yang lebih penting dari agama adalah kemanusiaan dan bunga-bunga persaudaraan,” ujarnya.

Romo Joko menegaskan bahwa Gus Dur memilih jalan Islam kultural yang inklusif, bukan Islam politik yang eksklusif. Ia menutup paparannya dengan pesan kemanusiaan universal, mengutip Ali bin Abi Thalib: “Mereka yang bukan saudaramu dalam agama adalah saudaramu dalam kemanusiaan.” (Markaban Anwar)

 

 

 


share on: