Dusun Kalirase Trimulyo Lakukan Sejumlah Program Inovatif

share on:

Yogyapos.com (SLEMAN)- Perubahan iklim merupakan tantangan global yang dampaknya sangat nyata dirasakan hingga di daerah-daerah, dampak yang terjadi antara lain, adanya peningkatan suhu, perubahan pola hujan, hingga bencana alam seperti banjir dan kekeringan.

BACA JUGA: Sekolah Lansia Sleman Mewisuda 474 Siswa

Untuk menjawab tantangan tersebut, sejumlah inovasi dilakukan di Dusun Kalirase, Kalurahan Trimulyo, Kapanewon Sleman, Kabupaten Sleman, salah satu yang menonjol wilayah ini telah berpartisipasi aktif dalam Program Kampung Iklim (Proklim).

Dukuh Kalirase, Indah Priyani SE || YP-Ist

Dukuh Kalirase, Indah Priyani SE menuturkan, sebagai wilayah yang adaptasi dan mitigasi terhadap perubahan iklim terintegrasi, dusun ini berhak atas sertifikat dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) sebagai lokasi utama Proklim kategori utama pada Agustus 2024. Sebelumnya, sukses meraih juara I pada Lomba Proklim tingkat Kabupaten Sleman pada tahun 2023.

BACA JUGA: Ormas Humoriezt Bersih-bersih Sampah, Bikin Gapura dan Bantu Pembangunan Mushola di Pantai Cangkring

"Alhamdulillah kami telah memperoleh sertifikat dari Kementerian LH, sebagai lokasi utama Proklim kategori utama yang ditandatangi langsung oleh Menteri," tutur Indah kepada yogyapos.com, di Sleman, Selasa (2/12/2025).

Diungkapkan, sejauh ini pihaknya terus  berupaya meningkatkan keterlibatan masyarakat agar terua berinovasi dalam upaya adaptasi terhadap dampak perubahan iklim dan mitigasi emisi gas rumah kaca, salah satunya dengan pengelolaan sampah.

BACA JUGA: Kuasa Hukum Terdakwa Korupsi Bandwidth Sleman Memohon Hakim Batalkan Dakwaan Jaksa

"Di Kalirase warga telah berinovasi agar sampah dikelola mulai dari masing-masing rumah, dengan memilah sampah, untuk sampah organik diolah menjadi kompos dan dibiopori, sampah yang layak jual ada bank sampah dan kotoran sapi diolah menjadi biogas," jelas Ibu dua anak ini.

BACA JUGA: Dispora Sleman Gelontorkan Dana Rp 11,6 M untuk Atlet Berprestasi

Selain itu, dengan potensi warga berjumlah sekitar 600 orang di 4 wilayah Rukun Warga (RT), warga secara masif memanfaatkan lahan pekarangan sekitar rumah,  seperti penanaman sayuran dan pohon rempah.

BACA JUGA: Mantan Jogoboyo Maguwoharjo Ajukan Banding, Ini Alasannya

"Jadi di wilayah kami tidak ada lahan pekarangan yang nganggur,"ungkapnya.

Taman bermain anak-anak || YP-Ist

Potensi-potensi lain yang berhasil dikembangkan, antara lain Inovasi Kelompok Tani Lestari Mulyo dengan pembibitan padi Bio Prima dan pengembangan Demonstration Plot (Demplot) Karangsetra. 

BACA JUGA: Hadiri Lomba, Kajari Sleman: Burung Saya Kalau Dengan Adzan Sahut-sahutan

Terobosan lain diinisiasi oleh Kelompok Ternak Lestari Mulyo, yakni pemanfaatan hasil samping ternak berupa kotoran ternak segar diolah menjadi biogas, bertujuan untuk meningkatkan pendapatan para peternak.

"Untuk biogas, kita siap melayani order tabung isi tiga kilo gram, kami pun siap siap maju Proknas," tuturnya.

"Dengan berbagai terobosan tersebut diharapkan ada peningkatan pendapatan masyarakat serta lingkungan makin terjaga dengan baik," sambungnya. (Opo)

 

 

 


share on: