Dr Fadli Zon: Kebudayaan Bukan Sekadar Warisan, Tetapi Pembentuk Identitas Jati Diri Bangsa

share on:
Menteri Kebudayaan Dr Fadli Zon SS MSc dan Rektor UST Ki Prof Drs H Pardimin MPd PhD || YP-Supardi

Yogyapos.com (YOGYA) - Menteri Kebudayaan RI Dr H Fadli Zon SS MSc memberikan Kuliah Umum Literasi Budaya “Melestarikan dan Mengembangkan Kebudayaan Nasional” di Auditorium Lt 4 Gedung Pusat UST, Jalan Batikan, Yogyakarta, Sabtu (23/11/2024).

Rektor UST Ki Prof Drs H Pardimin MPd PhD bersyukur UST yang didirikan oleh Bapak Pendidikan Nasional Ki Hadjar Dewantara pada 15 November 1955, telah selesai memperingati Dies Natalis yang ke-69, dan mengucapkan terima kasih kepada Menteri yang baru pertama kali hadir di gedung pusat ini, yaitu: Menteri Kebudayaan RI Dr H Fadli Zon SS MSc.  
Sedangkan materi kuliah umum yang diberikannya sangat tepat dan menjadi tambahan ilmu dalam melaksanakan Catur Darma UST yang ke-4, yaitu: Melestarikan dan Mengembangkan Kebudayaan Nasiosnal. 

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-lawan-budaya-patriarki-gus-hilmy-ajak-perempuan-menulis-sejarahnya-sendiri-15860

Sementara itu, Menteri Kebudayaan RI Dr H Fadli Zon SS MSc mengemukakan, sejalan dengan filosofi Tamansiswa yang mengangkat pada prinsip Ing Ngarsa Sung Tulada, Ing Madya Mangun Karsa, Tutwuri Handayani, memandang bahwa UST memiliki peran strategis dalam bidang kebudayaan sebagaimana disampaikan oleh Ki Hadjar Dewantara, bahwasanya kebudayan adalah inti dari pendidikan. Tanpa kebudayaan, pendidikan akan kehilangan arah, dan tanpa pendidikan kebudayaan akan sulit berkembang.

Lebih lanjut Dr Fadli Zon menegaskan, kebudayaan bukanlah sekedar warisan, tetapi ia identitas yang membentuk jati diri bangsa. Dalam kebudayan tersimpan nilai-nilai luhur kearifan lokal, dan kekayaan spiritual yang telah diwariskan oleh leluhur kita dari generasi ke generasi. Indonesia sebagai negara dengan keberagaman budaya yang luar biasaa, memiliki tanggungjawab besar untuk menjaga dan mengembangkan kekayaan ini. 

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-pelaku-tabrak-lari-lakukan-oral-sex-saat-insiden-kini-ditahan-di-mapolresta-sleman-15795

“Kita dianaugerahi ribuan tradisi, bahasa daerah, seni tari, music, hingga ritual adat yang mencerminkan kebhinekaan yang menjadi kekuatan bangsa, yang tidak pernah saya temui di negara lain di manapun. Saat ini tedapat 228 cagar budaya yang berperingkat nasional, 2.213 warisan budaya tak benda yang telah ditetapkan dalam level nasional”, kata Dr Fadli Zon.

Pada bagian lain, Menteri Kebudayaan RI, menyatakan Pasal 32 UUD 1945 Pasal 32 secara tegas mengamanatkan bahwa Pemerintah bertugas memajukan Kebudayaan Nasional Indonesia yang di mana usaha kebudayaan harus menuju ke arah kemajuan adab, budaya, persatuan yang dapat memperkembangkan atau memperkaya kebudayaan bangsa sendiri serta mempertinggi derajat kemanusiaan bagi Indonesia.

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-penelusuran-motif-polisi-tembak-polisi-di-markas-polisi-akankah-berkembang-15849

Selanjutnya di tengah arus globalisasi, disrupsi teknologi, dan homogenisasi budaya, kita seringkali dihadapkan pada tantangan besar yaitu menjaga kebudayaan kita tanpa menutup diri dari modernisasi. Di sini prinsip yang diwariskan oleh Ki Hadjar Dewantara menjadi relevan. 

Bahwasanya kebudayaan lokal harus menjadi dasar kebudayaan nasional, kebudayaan harus mampu menghadapi perubahan zaman dan kebudayaan harus menjadi alat pendidikan karakter.
Menteri Fadli Zon menegaskan generasi muda adalah aktor utama dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045, perannya sangat penting dalam menjaga dan mengembangkan kebudayaan nasional. Ia mengajak kita semua untuk menjadikan kebudayaan sebagai pilar utama dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045 serta menjaga, melestarikan, dan mengembangkan budaya bangsa sehingga Indonesia tidak hanya menjadi negara maju, tetapi juga menjadi bangsa yang berkarakter dan bermartabat.

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-dua-terdakwa-dugaan-penggelapan-sertifikat-tanah-divonis-lepas-tim-kuasa-hukum-mengapresiasi-15822

Mengakhiri kuliah umumnya Dr Fadli Zon bepesan, dalam menghadapi dunia yang terus berubahn, para mahasiswa harus terus belajar, berinovasi, dan memperluas wawasan, karena ilmu tanpa integritas dan nilai-nilai budaya, tidak akan cukup untuk menjawab tantangan global yang semakin kompleks. Jadilah pemimpin yang inovatif, berakar pada nilai-nilai budaya bangsa serta menjadi penjaga kebudayaan sekaligus pembawa obor modernisasi yang menghormati kebudayaan dan indentitas nasional.

Kuliah Umum diikuti 1.000 orang mahasiswa dan dosen UST tersebut, dihadiri Ketua Umum AMI Ki Putu Supadma Rudana, MBA, Ketua Yayasan UST Ki Dr. Saur Panjaitan XIII MM para Direktur di lingkungan Kementerian Kebudayaan RI, penandatangan prasasti. Kali ini juga dilakukam peresmian Gamelan UST “Kiai Ajar Panjurung”.

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-pungli-oknum-lapas-cebongan-mencapai-rp-730-juta-begini-modusnya-15833

Selanjutnya Menteri Kebudayaan RI bersama tamu undangan melakukan ziarah ke makam Ki Hadjar Dewantara dan tokoh Tamansiswa di Taman Wijaya Brata, Celeban, Yogyakarta dan mengunjungi Museum Dewantara Kiri Griya (DKG) Tamansiswa Yogyakarta.    

Di akhir kunjungan tersebut, Menteri Kebudayaan RI Dr Fadli Zon menerima kenang-kenangan buku terbitan Tamansiswa dari Ketua Harian Majelis Luhur Persatuan Tamansiswa Ki Gandung Ngadina SPd MPd. Sedangkan Ketua Umum AMI Ki Putu Supadma Rudana, MBA menyerahakan bantuan Rp 25 juta kepada Kepala Museum DKG Ki Murwanto SPd MPd. (Spd)
 


share on: