Danrem 072/Pmk: Jenderal Besar HM Soeharto Tetap Jadi Inspirasi Prajurit

share on:
Komandan Korem 072/Pamungkas Brigjen TNI Bambang Sujarwo SH MSos MM sebagai keynote speaker Diskusi & Tasyakuran Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional kepada Jenderal Besar HM Soeharto, di Pendapa Bale Timoho, Yogyakarta, Sabtu (31/1/2026) || YP-ist

Yogyapos.com (YOGYA) - Komandan Korem 072/Pamungkas Brigjen TNI Bambang Sujarwo SH MSos MM menghadiri sekaligus menjadi keynote speaker pada kegiatan Diskusi & Tasyakuran Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional kepada Jenderal Besar HM Soeharto, di Pendapa Bale Timoho, Yogyakarta, Sabtu (31/1/2026).

BACA JUGA: Hogi, Tiga Hari Bergelang GPS di Kaki dan Harapannya Kini

Kegiatan yang diselenggarakan Paguyuban Sejarawan Yogyakarta ini diikuti sekitar 100 peserta dari keluarga besar almarhum, tokoh masyarakat, akademisi, serta perwakilan Kraton Ngayogyakarta.

BACa JUGA: Hogi Lepas dari Jerat Hukum, Teguh Sri Rahardjo: Klien Kami Legawa, Tak Tuntut Ganti Rugi

Dalam sambutannya, Brigjen TNI Bambang Sujarwo menegaskan bahwa penganugerahan gelar pahlawan kepada Jenderal Besar HM Soeharto merupakan momentum penting untuk merefleksikan nilai-nilai kepemimpinan beliau.

BACA JUGA: Permohonan Advokat Alouvie Dikabulkan, PA Sleman Eksekusi Rumah di Maguwoharjo

Danrem menyampaikan, Yogyakarta memiliki posisi khusus dalam perjalanan Soeharto, terutama pada peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949. Ia juga menyoroti nilai kepemimpinan Jawa seperti sepi ing pamrih rame ing gawe dan kepemimpinan sunyi yang tercermin dalam ketokohan Soeharto.

BACA JUGA: Kejari Sleman Terbitkan SKP2, Hogi Penabrak Dua Penjambret Tak Lagi Tersangka

Danrem menekankan, Jenderal Besar HM Soeharto adalah Komandan Korem 072/Pamungkas pertama (1946–1950), sehingga nilai keteladanan, kesetiaan, kedekatan dengan rakyat, dan komitmen menjaga persatuan, tetap menjadi inspirasi bagi prajurit Pamungkas.

BACA JUGA: Kapolda DIY Nonaktifkan Kapolresta Sleman Kombes Pol Edy Erning Wibowo

"Gelar Pahlawan Nasional merupakan pengakuan negara atas jasa besar Soeharto, bukan pengultusan. “Sejarah harus dibaca secara utuh, karena dari situlah bangsa belajar,” ujar Danrem.

BACa JUGA: Advokat Armen Dedi Ajukan Gugatan PMH dan Sita Jaminan Gedung TCKN

Hadir dalam kegiatan tersebut, Drs Soehardjo Soebardi, Dr Yudi Setianto (adik Jenderal Besar HM Soeharto), GBPH Prabukusumo SPsi (perwakilan Kraton), Jenderal (Purn) Tyasno Sudarto (mantan Kasad), Prof Dr Aris S Nugroho, para akademisi dan sejarawan Yogyakarta. (*/red)


share on: