Yogyapos.com (SLEMAN) - Bupati Sleman, Harda Kiswaya memberikan arahan pada kegiatan Sosialisasi Anti Korupsi, di Aula Sekretariat Daerah Sleman, Jumat (14/3/2025).
Disampaikannya bahwa capaian Monitoring Center for Prevention (MCP) KPK Kabupaten Sleman pada 2024 sebesar 97,38. Raihan ini menempatkan Sleman berada di peringkat 14 secara nasional dan peringkat 1 se-Daerah Istimewa Yogyakarta.
BACA JUGA: Periksa 315 Saksi, Kejari Belum Tetapkan Tersangka Korupsi Dana Pariwisata
MCP merupakan wujud upaya untuk menciptakan tata kelola pemerintahan daerah yang bersih dan bebas dari korupsi melalui kolaborasi antara KPK,Kemen terian Dalam Negeri, dan BPKP. Diharapkan dapat meningkatkan pengawasan internal. Mencegah inefektivitas dalam pengelolaan keuangan daerah, dan meningkatkan akunta bilitas serta transparansi dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Bupati Harda saat memberikan arahan || YP-Ist
Meski begitu, Bupati Harda mengingatkan bahwa capaian MCP tak sekadar meraih indeks tertinggi. Melainkan agar capaian MCP juga sejalan dengan keadaan di lapangan. Dengan tingginya raihan Sleman saat ini, mendorong agar layanan untuk masyarakat dapat juga ikut berkualitas baik serta penuh tanggung jawab.
BACA JUGA: Kabar Terbaru Pengusutan Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman, Begini Penjelasannya
“MCP tidak hanya mencari indeks tinggi, tapi bermuara pada layanan kepada masyarakat. MCP adalah salah satu pengingat untuk kita bahwa pemerintah memiliki amanah untuk mewujudkan cita-cita itu,” tegas Harda.
Ia pun mengarahkan agar perangkat daerah dapat terus menjaga semangat dan komitmen da lam bekerja. Pimpinan perangkat daerah harus bekerja secara bertanggung jawab dan memberikan budaya kerja yang baik kepada timnya.
BACA JUGA: Kejati Supervisi Pengusutan Dugaan Korupsi Dana Pariwisata, Belum Ada Tersangka
“Silakan berdiskusi bersama, dan ambil langkah yang diperlukan. Sehingga manfaatnya dapat mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” jelasnya.
Plt Inspektorat Kabupaten Sleman, Taupiq Wahyudi menambahkan, indeks MCP KPK Kabupaten Sleman mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. Di tahun 2022 Sleman meraih indeks 94, untuk tahun 2023 sebesar 94, dan di tahun 2024 meningkat menjadi 97,38.
BACA JUGA: Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata, Jangan Cuma Karyawan Bawahan yang Dijadikan Tersangka
“Untuk penganggaran, pengadaan barang dan jasa dan manajemen ASN sudah 100 persen. Kemudian pengawasan APIP dan optimalisasi pajak 97 persen. Dan untuk pengelolaan BMD 95 persen,” terang Taupiq. (*/Agn)
