Yogyapos.com (JAKARTA) – Membahas kelayakan Presiden RI ke-2 HM Soeharto dianugerahi gelar Pahlawan Nasional, Aliansi Mahasiswa Nusantara (AMAN) DPW DKI Jakarta mengadakan Forum dialog kebangsaan dan deklarasi, di Cerita Coffee, Jakarta Selatan, Sabtu (8/11/2025).
BACA JUGA: Polisi Tidur dan Kekerasan Simbolik
Dialog melibatkan akademisi dan mahasiswa juga dihadiri oleh Agus Muliara selaku ketua umum DPP AMAN dan Andre selaku Sekjend DPP AMAN itu berjalan dengan khidmat dan serius.
BACA JUGA: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,04 Persen di Kuartal Ketiga 2025
Azrin, tokoh pemuda sekaligus moderator menegaskan bahwa secara konstitusional, Soeharto tidak memiliki cacat hukum yang menghalangi pemberian gelar tersebut, meski terdapat kontroversi historis terkait HAM.

Pada aspek ekonomi, masa pemerintahannya dikenal dengan stabilitas dan pertumbuhan signifikan melalui kebijakan strategis seperti swasembada pangan, keluarga berencana, pemberantasan buta huruf, dan pembangunan infrastruktur.
BACA JUGA: Sekjen PRI Soroti Pentingnya Peran Generasi Muda dalam Perkuat Demokrasi Indonesia
Rizaldi, mahasiswa menilai era Soeharto ditandai pembangunan inklusif, konsolidasi kebangsaan, peningkatan hasil pertanian, serta predikat Indonesia sebagai “Macan Asia” berkat pertumbuhan ekonomi tinggi dan ketahanan pangan.
Rahmatullah selaku Direktur Eksekutif Gen Muda Bela Institut menyampaikan bahwa proses pengkajian akademik terhadap jasa Soeharto sudah berjalan di berbagai daerah.
BACA JUGA: Pemkab Bantul Segera Gelar Rakor Agar Pelaksanaan MBG Aman
Ia menegaskan, pemberian gelar akan sah jika tidak bertentangan dengan konstitusi, tinggal menunggu political will Presiden Prabowo untuk menindaklanjuti rekomendasi tersebut.
Amri sebagai Tokoh Pemuda juga menilai Soeharto sebagai figur konsolidasi kebangsaan setelah masa Soekarno yang berfokus pada ideologi, dan sebelum era reformasi yang menekankan demokrasi.
Ia menyoroti keberhasilan Soeharto dalam pengelolaan sumber daya alam dan pembangunan ekonomi berbasis teknokrasi serta meritokrasi.

Kanda Lucki Mahendra menutup dengan ajakan agar generasi muda menilai Soeharto secara objektif dan proporsional, dengan melihat substansi dan dampak pembangunan pada masanya.
BACA JUGA: Lakalantas Maut BMW Kontra Vario di Sleman, Terdakwa Divonis 14 Bulan
Setelah dialog yang cukup seru, seluruh peserta yang hadir pun melanjutkan agenda dengan malakukan deklarasi pembentukan AMAN DPW DKI Jakarta dipimpin ketua Gamal selaku ketua DPW AMAN DKI Jakarta, yang mengukuhkan terbentuknya AMAN DPW DKI Jakarta dibawah komando Muhammad Gamal pada tanggal 08, Nov 2025. (*/Tha)
