Akhir Lusono Mengarang, Mendikdasmen RI Memberi Pengantar

share on:
Akhir Lusono menunjukkan Antologi 'Gurit Kanggo Yogaku' yang baru saja diterbitkan Interlude Yogyakarta || YP-Ismet NM Haris

Yogyapos.com (YOGYA) – Aktivitas yang segudang tak menyurutkan sastrawan Jawa Yogyakarta satu ini henti berkarya. Torehan kinerja sastrawan usia 55 tahun, Dr KRT Akhir Lusono SSn MM, terekam yogyapos.com, antara lain pertunjukan ekstrem konsep pernah membuat publik Yogyakarta terpana.

Kala itu sastrawan rendah hati ini berkolaborasi dengan penyair Hari Leo AR. Memanggungkan pesta geguritan dengan tampilan yang saat itu masih ‘tabu’. Karena tak indahkan pakem pembacaan geguritan. Demikian pula pagelaran akbar kethoprak milinel pernah dilakukan di Consert Hall Taman Budaya Yogyakarta saat menjabat di jajaran teras pengurus Muhhamdiyah Kota Yogyakarta maupun Muhammdiyah Wilayah DIY.

BACA JUGA: Upaya Penyelundupan 9.540 Gram Sabu Cair via Bandara YIA Berhasil Digagalkan

Tak sampai disitu. Ia juga pernah melakukan gelaran akbar Olimpiade Budaya Jawa dan Muhammadiyah Jogja Ekspo. Selalu dilakukan dengan gelegar ingar bingar dan membuat publik berduyun-duyun menyaksikan. Ada pula gelaran yang mendapatan record MURI yakni ketika mengadakan pembacaan geguritan selama lima hari lima malam. Ada beberapa pula aktivitas kesastraan dan kesenimanan yang dilakukan.

Akhir Lusono, pecinta uyon-uyon manasuka ini pernah membaca geguritan keliling Yogyakarta dan juga pernah membaca geguritan di sumbu imajiner.

BACA JUGA: Praperadilan Ditolak, Polda DIY Sudah Tetapkan Tersangka Penambangan Liar

Kini pria yang menolak leha-leha ini merilis buku antologi tunggal geguritan. Diberi judul Gurit Kanggo Yogaku, terkumpul 205 judul puisi Jawa yang ciamik. Dibuat saat ada jeda atau sela waktu aktivitas padatnya sebagai PNS dan seorang organisatoris.

Hebatnya dalam buku yang dibuatnya kali ini dipengantari oleh Sekretaris Umum PP Muhammadiyah yang juga Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI yakni Prof Dr Abdul Mu’ti MEd. Diterbitkan oleh penerbit Interlude dengan nomer ISBN 978-623-8275-87-8. Beberapa geguritannya berupa kritik sosial dan puisi Jawa religius serta doa kepada anak-anaknya, diantaranya adalah:

BACA JUGA: Ditantang Duel, Pedang pun 'Berbicara' Melukai Korban

DANA TENAGA

Aja umuk dadi janma

Uga ora becik kluruk nganggo dumeh

Ginalubet dana lan emas picis

Kebeh tan piguna yen mung kanggo kongas

Nekakake deksiya mring sapadha

Ndadekake tindak adigang adigung adiguna

Awit ana pangastuti kang bakal nglebur suradira

Watak begal tan aguna

Emasmu dudu apa-apa

Ananging senajanta among dana tenaga

Kang kinanthenan iklas bakal pikoleh

Saka Allah SWT

Pinangka janma menjila kang pantes lumebu ing suwarga

BACA JUGA:Lakalantas Pembunuh Tertinggi di Bantul, Kapolres Berpesan Begini

DHEDEPE MRING GUSTI

Ing madyaning ratri

Awak iki mung sawiji

Sila dheku-dheku

Mripat metu banyu kang mili anelesi pipi

Nyenyet

Peteng

Amarga damar kang menclorot kapegat nyawane

Keranta rasane ati

Tansah kelingan kedaden kang wis kelakon

Ireng thuntheng

Mambu bacin

Awit sikil iki

Tangan iki

Mripat iki

Kuping iki

Weteng iki

Irung iki

Mata iki

Tansah nglakoni apa kang ora memper

Mula dhedepe wis sakmestine

Ngemis pangapura mring Gusti

Nyadhong kawelasan

Amrih bisa kanggo pangentheng-entheng nalika

Wis tekan titi wancine

BACA JUGA: Lakalantas Pembunuh Tertinggi di Bantul, Kapolres Berpesan Begini

Akhir Lusono pribadi yang tak lelah bergerak untuk menyemai dan menabur kebaikan bagi masyarakat melalui karya-karyanya. Bahasa dan sastra Jawa adalah jalan yang dipilih untuk menemani langkahnya dalam menapaki hari hari jelang tuanya.

“Sudah ada kumpulan cerita cekak dan geguritan serta esay yang berkait dengan bahasa dan sastra Jawa diterbitkan. Antologi kali ini semoga juga dapat diterima oleh klahayak pembaca,” ungkap Akhir Lusono, di kediamannya, Rabu (9/7/2025) petang. (*/Red)


share on: