Yogyapos.com (BANTUL) - Sebagai respons terhadap tantangan lingkungan perkotaan yang kian kompleks, Universitas Muhammadiyah (UNISMUH) Makassar melakukan kunjungan studi tiru ke Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Kamis (11/12/2025).
BACA JUGA: Pemkab Paser Kukuhkan Strategi Ketahanan Pangan Melalui Pemetaan LP2B
Kunjungan ini fokus pada inovasi pengelolaan limbah dan tata kelola lingkungan berkelanjutan, menandai langkah kolaboratif antarperguruan tinggi Muhammadiyah untuk bersama-sama menjawab persoalan sampah dan pembangunan hijau.
BACA JUGA: Pemkab Sleman Punya 'HRV Analyser' di Puncak Peringatan HKN ke-60
Rombongan Unismuh Makassar dipimpin oleh Prof Dr Syamsia dan Dr Fatmawati A. Mappasere. Mereka menyatakan ketertarikan mendalam terhadap berbagai praktik terbaik yang telah diterapkan UMY.
BACA JUGA: SMK Kesehatan Bantul Salurkan Bantuan Bencana Sumatera Melalui Lazizku
Latar belakang kunjungan ini tidak lepas dari kondisi Makassar sebagai kota besar dengan populasi padat yang menghasilkan ratusan ton sampah setiap harinya. Sebagai bagian dari komunitas akademik, UNISMUH Makassar bertekad menjadi pelopor perubahan dengan mengadopsi sistem pengelolaan limbah yang terintegrasi dan inspiratif.
BACA JUGA: SMA Muhi Yogya Raih Dua Prestasi, Drs H Herynugroho MPd Kepala Sekolah Transformatif
Delegasi yang didampingi oleh Dr Aris Slamet Widodo diterima oleh Dr Surya Budi Lesmana dari UMY. Pada sesi pembukaan, Dr Surya Budi Lesmana memaparkan komitmen UMY dalam menerapkan strategi pengelolaan limbah yang sistematis dan terukur. “UMY berkomitmen membangun ekosistem kampus yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Sistem pengelolaan limbah kami dirancang untuk menjawab tantangan lingkungan di kampus modern,” tegasnya.
Mencermati centra pengelolaan limbah milik UMY || YP-ist
Dr Aris Slamet Widodo menambahkan bahwa kolaborasi semacam ini sangat penting dalam memperkuat kapasitas institusi menghadapi isu lingkungan yang kian kompleks.
BACA JUGA: Menkop Launching KMP Tukang Kayu, Banyuwangi Jadi Model Penguatan Ekonomi Kalurahan
“Pertukaran pengalaman menjadi fondasi untuk kerja sama lanjutan, baik dalam pelatihan, penelitian, maupun pengembangan fasilitas pengolahan limbah,” jelasnya.
BACA JUGA: Pengeroyokan di Sutopadan, Tim Hukum: Terdakwa Tak Mutlak Penyebab Kematian Korban
Memberikan perspektif sosiologi lingkungan, Puji Qomariyah, pakar sosiologi lingkungan Universitas Widya Mataram, menyoroti pentingnya pendekatan sosial-budaya dalam pengelolaan limbah.
BACA JUGA: Rakor Cipta Kondisi Nataru di DIY, Ini yang akan Dilakukan Kapolda
“Pengelolaan sampah bukan hanya soal teknologi dan regulasi, tetapi juga tentang membangun kesadaran kolektif dan perubahan perilaku. Kolaborasi seperti ini menjadi contoh nyata bagaimana institusi pendidikan dapat menjadi agen perubahan yang menggerakkan masyarakat dari tingkat kampus hingga komunitas luas,” paparnya dengan semangat.
BACA JUGA: Kejati DIY Selamatkan Uang Negara Rp 4,5 Miliar dari Koruptor
Setelah diskusi, rombongan diajak meninjau langsung fasilitas pengelolaan limbah UMY. Mulai dari area pemilahan sampah, pengolahan limbah organik menjadi kompos, hingga pemanfaatan limbah anorganik melalui teknologi ramah lingkungan. Kunjungan ini memberikan gambaran operasional yang nyata dan menginspirasi untuk direplikasi di Makassar.
BACA JUGA: Bangkai Hiu 1 Ton Ditemukan di Pantai Pasir Puncu Purworejo
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal kolaborasi berkelanjutan antara UNISMUH Makassar dan UMY. Tidak hanya memperkuat program kampus hijau, tetapi juga menciptakan budaya peduli lingkungan yang mengakar di setiap sivitas akademika. Dengan sinergi ini, kedua universitas siap berkontribusi lebih besar dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan, dimulai dari lingkungan kampus. (inm)
