Yogyapos.com (SLEMAN) - Departemen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), menjadi tuan rumah dalam kegiatan Workshop Pengembangan Kurikulum yang diadakan bersama dengan Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM) Pusat.
BACA JUGA: Seorang Peternak Sapi Jadi Korban Penipuan Melalui Facebook, Rugi Rp 50 Juta
Kegiatan ini dikemas dalam bentuk workshop selama tiga hari 20-22 Mei 2024, di Hotel Sahid Jaya Yogyakarta dan Kampus IV Gedung Teresa UAJY, diikuti 119 orang peserta yang merupakan perwakilan dari 64 perguruan tinggi yang ada di Indonesia, baik negeri maupun swasta.
Mengusung tema “Pengembangan Kurikulum Outcome Based Education (OBE) dan Teknik Pengukuran Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL)”, workshop ini untuk meningkatkan pemahaman mengenai OBE, dengan kolaborasi antara forum diskusi dan bertukar pendapat secara empirik.
BACA JUGA: Bermaksud Menolong Teman, Hasto Malah Hanyut di Sungai Progo
Selain itu, workshop ini juga bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dalam merancang kurikulum OBE dan bagaimana teknik-teknik pengukuran capaian pembelajaran lulusannya.
“Melalui workshop ini diharapkan para pengelola Program Studi Ilmu Komunikasi dapat memahami dan mulai menjalankan penyusunan dan pengembangan kurikulum OBE, serta teknik pengukuran CPL,” kata Ketua Pelaksana Anisti MSi kepada yogyapos.com, Rabu (22/5/2024).
BACA JUGA: Dugaan Pungli di Lapas Cebongan Libatkan Oknum Pejabat Struktural Berinisial M
Ketua Umum ASPIKOM Pusat Dr S Bekti Istiyanto MSi, yang mendukung penuh terselenggaranya kegiatan ini. Harapannya dengan workshop ini dapat menyamakan persepsi mengenai OBE dan CPL dalam menghadapi perkembangan ilmu teknologi dan persaingan dunia kerja.
“Kurikulum kan harus selalu update tiap tahunnya, jadi jangan sampai (negara) kita ketinggalan karena nanti akibatnya lulusan kita tidak bisa bersaing,” ujar Bekti.
Rangkaian workshop ini dimulai dari penjelasan OBE di hari pertama dan penjelasan CPL di hari kedua dalam bentuk best practice, pemaparan dari ahli, dan diakhiri dengan presentasi. Lalu pada hari ketiga dilakukan diskusi bersama mengenai berbagai persoalan yang dihadapi prodi ketika melakukan akreditasi.
BACA JUGA: Polisi Segera Gelar Perkara untuk Ungkap Tuntas Dugaan Pungli di Lapas Cebongan
“Mereka yang mengikuti kegiatan ini semoga bisa memahami seperti apa OBE dan kemudian bagaimana mengukur CPL sehingga nantinya ilmu yang didapat bisa ditularkan kepada kolega universitas masing-masing,” ujar Nobertus Ribut Santoso PhD, Panitia Workshop.
Kolaborasi dalam bertumbuh bersama sangat diperlukan untuk mewujudkan perguruan tinggi berbasis kurikulum OBE supaya nantinya dapat menghasilkan lulusan yang berkualitas. (*)
