Strategis! Forum Rois Condongcatur Gelar Pertemuan

share on:
Para Rois Condongcatur usai mengikuti pertemuan di Kalurahan setempat, Sabtu (21/6/2026)

Yogyapos.com (SLEMAN) - Forum Rois Kalurahan Condongcatur kembali menggelar pertemuan di Masjid Ar RahmanJalan Wahid Hasyim Padukuhan Ngropoh, Kalurahan setempat, Sabtu (21/6/2026).

BACA JUGA: Dr Najib Gisymar SH: Penangkapan dr Tyfa-Roy Suryo Tak Proposional, Terksesan Dipaksakan

Kegiatan tersebut dihadiri para rois se-Kalurahan Condongcatur bersama jajaran ketakmiran Masjid Ar Rahman. Pertemuan menjadi wadah mempererat silaturahmi, meningkatkan komunikasi antarrois, sekaligus memperdalam pemahaman keagamaan yang nantinya dapat disampaikan kembali kepada masyarakat di wilayah masing-masing.

BACA JUGA: Sidang Penipuan Hadirkan Empat Saksi, di Depan PN Sleman Diwarnai Karangan Bunga

Dalam sambutan yang disampaikan mewakili Ketua Forum Rois Kalurahan Condongcatur, KH Nur Mukhlis menegaskan bahwa forum ini memiliki peran strategis dalam meningkatkan kapasitas keilmuan para rois.

"Pertemuan ini menjadi sarana memperdalam ilmu agama agar dapat kami sampaikan kembali kepada jamaah dan masyarakat di lingkungan masing-masing. Dengan demikian, rois dapat terus memberikan bimbingan yang benar dan menyejukkan bagi umat,” ujarnya.

BACA JUGA: 'Jwala Mahambara' Sleman di TMII, Representasi Kobaran Semangat Bumi Mataram

Dikatakan juga, oleh Nur Mukhlis per temuan Forum Rois dilaksanakan secara bergilir di kediaman anggota setiap Sabtu Legi dalam siklus penanggalan Jawa atau sekitar 35 hari sekali. Adapun pertemuan kali ini mundur satu pekan dari jadwal semula karena pertimbangan teknis tertentu.

BACA JUGA: Koramil Tempel Berikan Pembinaan Karakter Pelajar MTS N 2 Sleman

Selain sebagai ajang silaturahmi, forum juga dimanfaatkan untuk melakukan evaluasi kegiatan, bertukar pengalaman, serta membangun sinergi guna meningkatkan kualitas pelayanan keagamaan kepada masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, para peserta mengikuti kajian kitab Safinatun Najah, sebuah kitab fikih dasar yang banyak dipelajari di lingkungan pesantren, dengan pemateri Kyai Zaenal Fatta, pengasuh Pondok Pesantren Sultan Agung Babadan Baru. Materi kajian difokuskan pada penguatan pemahaman ibadah praktis sehingga para rois dapat menjalankan fungsi pembinaan umat secara lebih optimal.

BACA JUGA: Ratusan Mahasiswa Korban Banjir Bandang Sumatera Terima Bantuan dari Kapolda DIY

Sementara itu, Mustholih, Rois RW 36 Soropadan, menuturkan bahwa seorang rois pada hakikatnya mengemban amanah pelayanan sosial-keagamaan yang berlangsung tanpa mengenal waktu

"Tugas rois adalah melayani masyarakat selama 24 jam. Ketika ada warga meninggal dunia, memimpin doa, mendampingi prosesi keagamaan, maupun kebutuhan spiritual lainnya, rois harus siap hadir. Amanah ini merupakan tugas mulia yang membutuhkan keikhlasan dan dedikasi," katanya.

BACA JUGA: Menteri Jumhur: Tanam Bambu Solusi Rehabilitasi Lingkungan dan Sumber Penghasilan Warga

Menurutnya, keberadaan rois sangat penting sebagai tokoh agama yang menjadi rujukan masyarakat dalam berbagai kegiatan sosial dan keagamaan. Sejalan dengan itu, pemerintah maupun berbagai lembaga di Daerah Istimewa Yogyakarta juga terus mendorong peningkatan kapasitas kaum rois karena dinilai memiliki peran strategis dalam menjaga harmoni sosial, membimbing masyarakat, serta memperkuat nilai-nilai keagamaan di tingkat akar rumput. 

BACA JUGA: Indonesia Banyak Orang Pintar, Sedikit Orang yang Mau Bertirakat

Dalam sesi informasi organisasi, Forum Rois Kalurahan Condongcatur juga menyampaikan rencana pengembangan kapasitas anggotanya melalui program pembelajaran Bahasa Jawa. Program tersebut diharapkan dapat memperkuat kemampuan komunikasi para rois dalam menyampaikan pesan-pesan keagamaan yang santun, kontekstual, dan selaras dengan kearifan budaya lokal. (Agn)


share on: