Yogyapos.com (YOGYA) - Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) meluncurkan Program Pengabdian kepada Masyarakat Skema Khusus Pendampingan Lapas Kelas IIA Yogyakarta melalui seremoni peluncuran, di Masjid Al-Fajar, Lapas Wirogunan, Senin (12/1/2026).
BACA JUGA: Pendaftaran Anggota KPI Pusat Periode 2026-2029 Resmi Dibuka
Program ini menjadi wujud nyata komitmen UMY dalam menghadirkan pengabdian masyarakat yang berorientasi pada pembangunan manusia secara utuh, mencakup aspek fisik, intelektual, sosial, dan spiritual.
BACA JUGA: Pendaftaran Anggota KPI Pusat Periode 2026-2029 Resmi Dibuka
Acara peluncuran dihadiri Kepala Lapas Kelas IIA Yogyakarta, Marjiyanto, Wakil Rektor Bidang Pengembangan Universitas serta Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) UMY, Prof Faris Al-Fadhat, SIP MA PhD, serta Kepala Subdirektorat Pengabdian Masyarakat bagi Dosen UMY, Dr drg Laelia Dwi Anggraini, Sp.KGA.
BACA JUGA: Rekonstruksi Pembunuhan Berlatar Asmara di Ambarketawang, Tersangka Peragakan 23 Adegan
Dalam sambutannya, Prof. Faris Al-Fadhat menegaskan bahwa fondasi utama dari seluruh program pendampingan ini adalah niat yang tulus. Menurutnya, menjaga niat merupakan aspek paling mendasar sekaligus paling menantang dalam setiap amal perbuatan.
“Allah tidak melihat apa yang telah kita lakukan di masa lalu, tetapi apa yang kita niatkan hari ini dan apa yang akan kita lakukan ke depan. Allah Maha Pengampun dan Maha Melupakan kesalahan,” tutur Faris.
BACA JUGA: Penipuan Online 'Love Scamming' di Sleman Miliaran Rupiah Diungkap Satreskrim Yogya
Ia menekankan kehadiran UMY di Lapas Wirogunan bukan untuk merasa lebih baik dari warga binaan, melainkan untuk berjalan bersama dalam proses memanusiakan manusia dan memperbaiki kualitas diri. Faris juga menegaskan komitmen UMY untuk terus mendampingi warga binaan melalui program-program berkelanjutan, dimulai dari bantuan awal hingga penguatan pembinaan jangka panjang.
BACA JUGA: KUHP Baru Pidanakan Nikah Siri, Gus Hilmy: Ini Problematik, Perlu Dirumuskan Kembali
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Yogyakarta, Marjiyanto, menyambut positif kolaborasi tersebut dan menilai pendampingan UMY sebagai langkah strategis dalam pembinaan warga binaan. Ia menyebut sinergi dengan perguruan tinggi menghadirkan nilai profesionalitas, integritas, dan kepedulian sosial yang kuat.
BACA JUGA: Ini Pihak yang Berhak Melaporkan Tindak Pidana Perzinahan Versi KUHP Baru
“Program ini sangat baik. Muhammadiyah merupakan organisasi besar dengan sumber daya manusia yang berintegritas dan menjunjung tinggi profesionalitas. Kami berharap Masjid Al-Fajar ke depan semakin memberi manfaat bagi warga binaan,” ujarnya.
Marjiyanto juga menjelaskan pendekatan humanis yang kini dikembangkan di Lapas Wirogunan, termasuk dengan menyebut warga binaan sebagai santri, bukan narapidana. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan martabat, kepercayaan diri, serta semangat perubahan para warga binaan.
BACA JUGA: Polres Sleman Selidiki Dugaan Korupsi di BUKP Tempel
Di sisi lain, Kepala Subdirektorat Pengabdian Masyarakat bagi Dosen UMY, Dr drg Laelia Dwi Anggraini SpKGA, menjelaskan bahwa program pendampingan ini akan dilaksanakan secara bertahap selama satu bulan ke depan dan dirancang berkelanjutan hingga dua sampai empat tahun mendatang.
BACA JUGA: Letkol Yuusufa Allan Andriasie Pimpin Kodim Kusud dengan Hati
Program pengabdian mencakup berbagai aspek, mulai dari edukasi kesehatan, pendidikan, penguatan keislaman, hingga kegiatan lain sesuai dengan keahlian dosen yang terlibat. Sebanyak 10 dosen UMY ambil bagian dalam program ini.
“Setiap dosen memperoleh hibah sebesar Rp12 juta. Dari jumlah tersebut, 35 persen dialokasikan untuk bantuan barang sesuai kebutuhan Lapas, khususnya pengembangan Masjid Al-Fajar, serta 30 persen untuk kegiatan penyuluhan sesuai bidang keilmuan dosen,” jelasnya.
BACA JUGA: Wow! Inilah Tiga Destinasi Wisata di Pansela Bantul yang Tanpa Retribusi
Pada tahap awal, dua dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UMY, yakni Dr dr Sagiran SpB(K) KL MKes dan dr Ika Setyawati MSc, telah menyalurkan hibah berupa peralatan pendukung madrasah dan Masjid Al-Fajar Lapas Wirogunan.Melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat Skema Khusus Lapas ini, UMY menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya berfokus pada pengembangan akademik, tetapi juga pada pembinaan kemanusiaan dan spiritual, sejalan dengan nilai-nilai Islam dan Kemuhammadiyahan.
BACA JUGA: Hakim Tipikor Yogyakarta Tolak Eksepsi Sri Purnomo, Tim Jaksa Siap Hadirkan Saksi-saksi
Program ini diharapkan mampu menghadirkan perubahan yang bermakna bagi warga binaan, sekaligus memperkuat peran kampus sebagai mitra strategis dalam membangun masyarakat yang lebih beradab dan berkeadilan. (*/Red)
