Tiga Perguruan Tinggi, Pemprov DIY dan Mitra Dudi Rumuskan Kurikulum Vokasi

share on:
Suasana Workshop dan Penyusunan Progran Vokasional di Khas Tugu Hotel, Selasa (21/11/2023) || YP-Sulistyawan Ds

Yogyapos.com (YOGYA) – Sebagai tindak lanjut dari kesepakatan sinergi Perguruan Tinggi Vokasi di Yogyakarta dengan Pemda dan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) DIY, maka Sekolah Vokasi UGM, AKN Seni Budaya Yogyakarta dan Fakultas Vokasi UNY melakukan Pelatihan Perencanaan dan Penyusunan Program Penguatan Ekosistem Kemitraan Perguruan Tinggi Vokasi di Hotel Khas Tugu Yogyakarta, Selasa (21/11/2023).

BACA JUGA: Ghisca Ditangkap Setelah Sempat ke Belanda, Penyeoenggara Coldplay Rugi Rp 5,1 M

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Perguruan Tinggi Vokasi, Bappeda DIY, Dinas Pariwisata DIY, Kadin, Forum SMK dan sejumlah Pimpinan Media massa.

Tim Pakar Direktorat Mitra Dudi Kemdikbud Ristek Dewi Liliana menyampaikan, program penguatan ekosistem kemitraan Perguruan Tinggi Vokasi ini merupakan Program Nasional yang diselenggatrakan oleh Kemdikbud Ristek yang dilaksanakan selama 3 tahun. Dalam pelaksanaanya Perguruan Tinggi Vokasi bekerjasama dengan sejumlah stake holder terkait. 

“Setelah terlaksana 3 tahun, nanti hasilnya akan kita kaji dan evaluasi,” ujar Dewi disela-sela kegiatan workshop.

BACA JUGA: Pasangan Capres AMIN Peroleh Lagi Dukungan dari Empat Federasi Buruh Tingkat Nasional

Hasil dari program vokasi ini nantinya tidak sebatas hanya untuk DIY tetapi berlaku nasional. Sebab, Program ini tidak hanya dilaksanakan di DIY saja tetapi dilaksanakan di seluruh Indonesia.  

Merumuskan simulasi || YP-Sulistyawan Ds

Untuk program awal ini, Kemendikbud Ristek membentuk 20 konsorsium  yang tersebar di berbagai wilayah. Nantinya, hasil program dari 20 konsorsium ini akan saling dikomunikasikan sehingga  kebutuhan  tenaga kerja di masing-masing wilayah dapat saling terisi. 

BACA JUGA: GKR Hemas Lakukan 'Kepyakan' Aset Budaya di Kalurahan Tamanmartani

Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Sekolah Vokasi UGM Dr Wiryanta ST MT menyampaikan,  para peserta kali ini mendapatkan pelatihan workshop perencanaan tren kebutuhan tenaga kerja di DIY serta Perencanaan Inovasi Manajemen Tenaga Kerja yangd didasarkan pada potensi daerah. Salah satu metodenya adalah metode pembuat forecast atau ramalan serta pemetaan kebutuhan tenaga kerja dimasa yang akan datang.

“Dalam workshop ini didiskusikan sejumlah kebutuhan berdasarkan peristiwa yang terjadi, tren atau kemungkinan yang terjadi sampai dengan teknologi yang dibutuhkan. Sekarang ini kami sampai pada proses perumusan untuk menuju tahap itu,” ujar Wiryanta. 

BACA JUGA: Ngajogjazz 2023 Kembali Merambah Desa, Dihadiri Sejumlah Pejabat Pemkab Sleman

Wiryanta selanjutnya mengemukakan masukan dan data-data yang diperoleh dari para peserta FGD ini nantinya akan  diramu dan dianalisis untuk dan untuk tahap selanjutnya dilakukan pemetaan  kebutuhan dna perencanaan program. Jika kemudian ternyata terjadi miss match antara kebutuhan dilapangan dan kurikulum yang sedang disusun oleh 3 Perguruan Tinggi Vokasi, maka untuk selanjutnya akan dilakukan perubahan kebijakan.

BACA JUGA: Regenerasi Pelaku Seni Kerajinan Melemah, Perlu Penguatan Secara Nasional

Namun pada prinsipnya, kebijakan teknisnya nanti tidak bersikap kaku, karena sebagai Perguruan Tinggi Vokasi selama ini juga selalu berkomunikasi dengan Dunia Industri guna menyesuaikan kebutuhan tenaga kerja bagi para lulusannya. 

“Jika memang harus terkoreksi ya bisa saja. Tidak masalah. Apalagi status PTN BH sekarang ini, semua Perguruan Tinggi diberikan kewenangan mutlak untuk membuka dan menutup Program Studi sesuai dengan kondisi kampus masing-masing. Jadi untuk kedepan jika dirasa nggak sesuai, bisa saja kurikulum  kamu di re-orientasi“ ujar Wiryanta.  (Sulistyawan Ds) 

 


share on: