Regenerasi Pelaku Seni Kerajinan Melemah, Perlu Penguatan Secara Nasional

share on:
Peserta Traning On Jewelry Design and Marketing For Sme's In the Jewelry Sector yang diadakan di Yogyakarta, Siti Rohmatul Umah, di sela kegiatan ini, Senin (20/11/2023) || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - Minat dan regenerasi pelaku seni industri kerajinan secara nasional pada generasi muda cenderung melemah, sehingga diperlulan penguatan kembali di bidang design mauoun marketing terhadap industri berbagai macam jenis kerajinan agar dapat lebih maju.

“Memang saya tidak menunjukan datanya secara pasti. Namun yang jelas para generasi muda atau milenial cenderung kurang berminat untuk terjun ke dunia usaha kerajinan. Ini yang seharusnya menjadi keprihatinan oleh berbagai pihak,” kata Ketua Penyelenggara Traning On Jewelry Design and Marketing For Sme's In the Jewelry Sector yang diadakan di Yogyakarta, Siti Rohmatul Umah, di sela kegiatan ini, Senin (20/11/2023).

BACA JUGA: Lomba Presenter HUT ke-86 LKBN Antara Diikuti Mahasiswa dari 117 Perguruan Tinggi

Menurutnya kondisi demikian disebaabkan kaum milenial tidak atau kurang teleten dalam menekuni nilai seni kerajinan. Generasi muda kenderung beringinan praktis dan instan tanpa mengedepankan nilai seni dalam memproduksi karya seni.

“Sebetulnya generasi muda mempunyai kelebihan mengusai di bidang IT. Kalau mereka dapat memadukan secara menyuruh nilai seni dan IT, maka industri seni akan semakin kuat pula,” sambung Siti Rohmatul Umah.

Pemukulan gong oleh Kepala BBSPJIKB Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY Hagung Eko Pawoko didampingi Ketua Penyelenggara Siti Rohmatul Umah || YP

Memang ada yang berpendapat bahwa kendala penguatan industri kerajinan adalah terletak pada kesulitan bahan baku. Namun sebenarnya kendala utamanya adalah kurang memiliki jiwa dan keterampilam seni.

BACA JUGA: Pasangan Capres AMIN Peroleh Lagi Dukungan dari Empat Federasi Buruh Tingkat Nasional

“Oleh karenanya sekarang diadakan kegiatan training hasilnya akan positif. Para pesertanya merupakan perwakilan dari berbagai negara di Asean,” tambahnya.

Sementara itu, PLT Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan Dan Batik (BBSPJIKB) Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY, Hagung Eko Pawoko, saat membuka acara ini, mengungkapkan penguatan desain dan marketing kerajinan di Asean sangat diperlukan.

BACA JUGA: Brigjen TNI Zainul Bahar SH MSi Resmi Menjabat Danrem 072/Pmk

“Melalui kegiatan semacam ini sangatlah efektif dalam rangka pemasaran karena diikuti oleh para delegasi dari berbagai negara di Asean,” kata Hagung.

Tukar ilmu dan pengalaman bagi para delegasi ini sangat bagus dan produsen hasil produknya juga betul-betul memenuhi standar kualitas, sangat diperlukan dan harus diciptakan. (Spd)

 

 

 


share on: