Teras Malioboro 1 dan 2 Diresmikan untuk Jualan 1.800-an PKL

share on:
Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X dan para pejabat terkait saat meresmikan Teras Malioboro, Rabu (26/1/2022) || YP-Ist

Yogyapos.com (YOGYA) - Sebanyak 1.838 pedagang kaki lima (PKL) yang selama bertahun-tahun berjualan di depan toko sepanjang Jalan Malioboro, segera menempati lokasi baru Teras Malioboro 1 dan Teras 2. Kedua lokasi tersebut, Rabu (26/1/2022), telah diresmikan oleh Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X.

Lokasi baru bagi para PKL ini masih berada di Jalan Malioboro. Teras Malioboro 1 berada di Eks Bioskop Indra sedangkan Teras Malioboro 2 berada di sebelah utara Kantor DPRD Yogyakarta

Acara peresmian dihadiri oleh Danrem 072/Pamungkas Brigjen Afianto, Kapolda DIY Irjen Pol Drs Asep Suhendar MSi, Wakil Walikota Yogyakarta Drs Heroe Poerwadi, Kapolresta Kota Yogyakarya Kombes Pol Purwadi SIK MH, Dandim 0734/Kota Yogyakarta Letkol Inf Arif Harianto dan Forkopimda DIY.

Gubernur mengungkapkan pentingnya pemahaman bersama teman-teman PKL tentang penataan kawasan Malioboro tersebut. Diharapkan mereka bisa tetap berdagang, tumbuh dan berkembang dalam menjalankan usaha perdagangannya.

Para pedagang kaki lima (PKL) jalan Malioboro yang dipindahkan ke lokasi Teras Malioboro 1 dan Teras Malioboro 2, dalam waktu satu tahun tidak akan retribusi. Sehingga memberikan ruang kepada para PKL untuk fokus dalam mempromosikan tempat yang baru ini menjadi pilihan bagi para wisatawan maupun bagi warga masyarakat Yogyakarta sendiri. 

“Saya berharap Kota Yogyakarta semakin tertib dan indah khususnya di sepanjang jalan Malioboro nantinya akan dibangun dan tata ulang. Sehingga bisa memberikan pertumbubuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat Yosogyakarta,” katanya. 

Bukan hanya restribusi. Pihaknya juga menegaskan akan menanggung biaya listrik, pajak, air dan proses relokasi tersebut. Setelahnya nanti akan dievaluasi lagi.

“Kalau sudah direlokasi nanti sudah tak boleh ada lagi yang berjualan di lorong Jalan Malioboro. Pemilik toko juga tidak boleh. Kalau boleh nanti kasihan yang sudah pindah,” tegas Sultan.

Sultan juga menyatakan Pemda DIY berupaya melakukan penataan untuk mewujudkan sumbu filosif Malioboro sebagai warisan budaya dunia, yang pada Juni nanti akan dilakukan verifikasi oleh Unesco. (*/Met)

 


share on: