Yogyapos.com (SLEMAN) – Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa menginformasikan prevalensi stunting Kabupaten Sleman tahun 2025 sebesar 4,29 mengalami penurunan 0,12%, lebih rendah dibandingkan tahun 2024.
BACA JUGA: Green Jobs Diharapkan Mampu Jadi Alternatif Solusi Kerusakan Lingkungan
Hal tersebut disampaikan saat acara pemberian penghargaan kepada tiga kelompok Bina Keluarga Sejahtera (BKS) sebagai program penguatan peran keluarga dalam penurunan stunting yang diselenggarakan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), Kamis (3/12/225).
BACA JUGA: BPBD Bantul Berpotensi Perpanjang Masa Tanggap Darurat Tanah Amblas di Srikeminut
Pemberian penghargaan berbarengan kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) stunting bertajuk "Ketahanan Keluarga Dalam Pencegahan Stunting". Adapun penerima penghargaan tersebut yaitu Kelompok Bina Keluarga Balita (BKB) Mangga Krebet, Bimomartani Ngemplak, BKB Werkudara Glagaharjo Cangkringan, dan BKB Tunas Bangsa Maguwoharjo Depok.
BACA JUGA: Tersangka Pembunuhan di Wirobrajan Dijerat Pasal Berlapis
Kemudian penghargaan juga diberikan kepada Kelompok Bina Keluarga Remaja (BKR) Harapan Bangsa Bimomartani Ngemplak, BKR Melon Gayamharjo Prambanan, dan BKR Restu Maguwoharjo Depok. Terakhir, penghargaan ini diberikan juga kepada Kelompok Bina Keluarga Lansia (BKL) Apel Gayamharjo Prambanan, BKL Sedah Bimomartani Ngemplak, dan BKL Senja Bahagia Minomartani Ngaglik.
BACA JUGA: Jelang Nataru, Pemkab Kulonprogo Sigap Rakor dan Mitigasi Lintas Sektoral
Dalam sambutannya, Danang mengatakan penghargaan tersebut diberikan tiga kelompok Bina Keluarga Sejahtera atas dedikasinya dalam mendukung program bangga kencana dan pembangunan keluarga berkualitas serta, upaya percepatan penurunan stunting di Sleman.
BACA JUGA: Polisi Tangkap 4 Orang Terduga Pelaku Pembunuhan di Wirobrajan Yogya
Meskipun terdapat penurunan angka stunting, Danang menyebut Pemkab Sleman berkomitmen untuk terus mendukung penurunan angka stunting di Sleman.
BACA JUGA: Bumkal Pandansari Kini Punya Kandang Ayam Baru, Ujud Realiasi Permendes
"Angka ini akan terus kita targetkan setiap tahunnya terus menurun. Karena itu, penanganan stunting harus dilakukan secara kolaboratif, gotong royong dan terencana," katanya.
BACA JUGA: Mantan Jogoboyo Maguwoharjo Ajukan Banding, Ini Alasannya
Ia juga menekankan bahwa penanganan stunting tidak hanya pada sektor kesehatan saja, tetapi menyangkut semua lini hidup mulai dari pendidikan, ekonomi, dan sosial.
BACA JUGA: Rapimnas Parekraf KSPSI 2025 Mengusung Tema Pariwisata Hijau di Hotel Hilton
Sementara itu Kepala DP3AP2KB Sleman, Novita Krisnaeni menuturkan bahwa kelompok BKB, BKR, dan BKL merupakan upaya Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (BKKBN) untuk memperkuat fungsi keluarga dengan mengembangkan pendekatan Tri Bina Keluarga.
"Melalui penguatan Tri Bina, diharapkan setiap keluarga mampu menjalankan delapan fungsi keluarga secara optimal," katanya. (*/Agn)
