Yogyapos.com (GUNUNGKIDUL) - Pengembangan budaya desa perlu mendapat perhatian serius. Selain membekali generasi penerus agar tak kehilangan karakter, juga bisa mendukung pengembangan ekonomi kreatif yang bermanfaat bagi masyarakat.
Berkaitan dengan itu, RG Sejarah Kebudayaan Prodi Ilmu Sejarah FIB UNS melaksanakan pengabdian berupa Pelatihan Pembuatan Ecoprint bagi Komunitas Sanggar Tresna Budaya. Kegiatan dilaksanakan di Kalurahan Kemiri, Kapanewon Tanjungsari, Kabupaten Gunung Kidul, DIY.
BACA JUGA: Sidang Gugatan terhadap Rektor UGM Ditunda, Advokat Taufik Intervensi
Tujuan pelaksanakan pelatihan ini adalah untuk mengembangkan potensi budaya desa melalui pelatihan ecoprint. Masyarakat di Kalurahan Kemiri, Kapanewon Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul, DIY, telah memiliki Sanggar Tresna Budaya. Diharapkan, masyarakat dinlingkungan Sanggar Tresna Budaya bisa mengenal batik ecoprint.

“Apalagi wilayah ini memiliki potensi lokal yang sangat mendukung untuk pengembangan budaya desa", tandas Dr Asti Kurniawati dari Prodi Ilmu Sejarah FIB UNS, Minggu (25/5/2025).
BACA JUGA: Rumah Terbakar, Seorang Pria Pensiunan BUMN Meninggal Dunia
Melalui kegiatan pelatihan ini, lanjutnya, masyarakat setempat diharapkan mampu meningkatkan kepekaan atas potensi lokal yang dimiliki dan mampu mengembangkannya dalam kreativitas yang bersifat ekonomis melalui potensi budaya desa.

Peserta pelatihan adalah murid-murid beserta wali murid Sanggar Tresna Budaya. Hadir sebagai pemateri Dyah Yuni Kurniawati, SSn MSn (Dosen Prodi Seni Rupa Murni Fakultas Seni Rupa dan Desain UNS). Hasilnya berupa Teknologi Tepat Guna (TTG). (Iud)
