Polemik Penamaan Jembatan Kabanaran, Ini Penegasan Bupati

share on:

Yogyapos.com (BANTUL) - Perbincangan tentang penamaan Jembatan Pandansimo yang berubah menjadi Jembatan Kabanaran saat dilakukan peresmian oleh Presiden Prabowo Subianto nampaknya masih sering terdengan di tengah masyarakat. 

‎‎BACA JUGA: Ustad Jazir ASP dan Restorasi Sosial Peradaban

Terkait hal itu, Wakil Bupati Bantul, Aris Suharyanta menegaskan bahwa Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran atau DIPA di Kementerian Keuangan usulannya adalah pembangun Jembatan Pandansimo bukan Jembatan Kabanaran.

BACA JUGA: RSUD Panembahan Senopati Tetap Lakukan Pelayanan Kesehatan Selama Libur Nataru

‎‎"Tatkala saat ini namanya diubah menjadi Jembatan Banaran atau apa itu namanya maka ketika diperiksa Badan Pemeriksaan Keuangan atau BPK maka kementerian juga salah," katanya saat jumpa pers persiapan Nataru di Pemkab Bantul, Senin (22/12/2025).

BACA JUGA: Ribuan Pelayat Iringi Pemakaman Ustad Jazir, Salim A Filah: Almarhum Tinggalkan Jejak Peradaban

‎Pembangunan jembatan berada di Pandansimo sehingga nama jembatannya adalah Jembatan Pandansimo. Namun kenapa dibangun jembatan di Banaran (Kabanaran). Namun demikian jika pemerintah sudah memutuskan nama Jembatan Kabanaran, Pemkab Bantul juga akan menerimanya.

BACA JUGA: Bahasa Ibu Pembentuk Karakter Bangsa, Sekilas Refleksi Hari Ibu dan Obituari Kyai Jazir

‎‎"Nanti jembatan yang masuk wilayah Bantul namanya Jembatan Pandansimo. Jembatan yang masuk wilayah Kulonprogo namanya Jembatan Banaran (Kabanaran)," tegas politisi Partai Gerindra ini.

‎‎‎Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih mengatakan penamaan Jembatan Pandansimo bukan usulan dari Pemkab Bantul namun dari Kementerian PUPR kala itu dan saat ground breaking jembatan juga di lakukan di Pandansimo Bantul.

BACA JUGA: Menaker Imbau Perusahaan Terapkan WFA pada 29-31 Desember

‎‎"Nama Jembatan Pandansimo itu yang menentukan pemerintah pusat dan kita hanya menerima saja nama Jembatan Pandansimo," ujarnya.

BACA JUGA: Jogja Heritage Fun Run 2025 Bergerak dari Halaman DPRD Jalan Malioboro

‎Penamaan Jembatan Pandansimo bukan Jembatan Srandakan 3 agar tidak terjadi kemiripan nama. Sebab sudah ada nama Jembatan Srandakan 1 yang ditutup karena bangunan jembatan runtuh dan ada Jembatan Srandakan 2 yang berada di selatan Jembatan Srandakan 1 yang kini masih beroperasi dan merupakan jembatan yang menghubungkan antara Bantul dan Kulonprogo.

BACA JUGA: Harga Ikan di Pantai Depok Mulai Naik, Ini Rinciannya

‎‎"Ya itu tadi alasannya kenapa diberi nama Jembatan Pandansimo bukan Jembatan Srandakan 3. Tapi saat diresmikan berubah menjadi nama Jembatan Kabanaran," katanya. (*/inm)


share on: