Yogyapos.com (YOGYA) - Puisi mempunyai kekuatan yang luar biasa sehingga bukan hal mustahil bisa menjatuhkan kekuasan. Puisi juga bisa menggerakkan revolusi. Itu bisa dilihat dari dampak puisi WS Rendra dan Chairil Anwar. Puisi-puisi mereka bersifat revolusioner.
Demikian disampaikan owner Ndalem Natan Kotagede Dr Nasir Tamara saat membuka malam apresiasi "Demokrasi Dalam Puisi" di Ndalem Natan Jumat (10/11/2023). Acara yang digelar untuk memperingati Hari Pahlawan 10 November 2023 ini dihadiri para penyair beken. Selain Nasir Tamara, acara ini diinisiasi oleh pengacara kawakan Kamal Firdaus dan mantan pejabat Kementerian Pariwisata Tazbir Abdullah.
BACA JUGA: Ratusan Anggota Peradi Sleman akan Ikuti Raker di 'Dolan Deso Boro', Siapkan Ide-ide Segar
Di sisi lain, lanjutnya, puisi juga mendamaikan. Puisi menjadi seperti air sejuk ketika terjadi cuaca yang sangat panas. Puisi bisa sangat menyentuh hati. Kita juga ingin tahu bagaimana puisi dalam melihat demokrasi. “Itulah sebabnya kita menghidupkan Pen Club Indonesia agar bisa melanjutkan perjuangan,” tandasnya.
Sedangkan Kamal Firdaus dalam pengantarnya mengisahkan kembali kenangan bersama personil Bengkel Teater. “Ada sebuah puisi Rusia yang menulis betapa tidak demokratisnya Rusia. Saya sendiri tidak punya puisi tentang demokrasi. Bagi saya, selama prinsip hukum tidak ditegakkan, maka prinsip-prinsip demokrasi terabaikan,” jelasnya.
BACA JUGA: Wamenkumham Resmi Tersangka Gratifikasi, Belum Ada Informasi Penahanan
Dalam acara yang dipandu Wahjudi Djaja itu, tampil sekitar 20 pembaca puisi. Mereka antara lain Nasir Tamara, Kamal Firdaus, Tazbir Abdullah, Masduki, Afnan Malay, Ana Ratri, Arif Pratama, Nita Azhar, Novi Indriastuti, Christopher Legillon (Prancis), Sitoresmi Prabuningrat, Yani Saptohoedoyo, Arahmaiani, Hanif Tango, Sutirman Eka Ardana dan Swary Utami Dewi.
Selesai pembacaan puisi dilanjutkan diskusi dan ramah tamah di Ndalem Natan. Sebuah bangunan klasik abad XIX yang masih terjaga keaslian arsitekturnya. Recananya Pen Club Indonesia akan menerbitkan antologi puisi tematis sesuai wacana dan tema yang berkembang. (Iud)
