Yogyapos.com (SLEMAN) – Mantan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo SH MIP mengatakan, pemberantasan korupsi sangat bergantung pada pengoptimalisasian hukum berlandaskan integritas yang dipengaruhi dari kebijakan-kebijakan para pemangku kepentingan.
Pernyataan tersebut disampaikannya selaku salah satu narasumber seminar nasional bertema ‘Perspektif Politik Indonesia Terhadap Optimalisasi Gerakan Anti Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme Sebagai Wujud Supremasi Hukum Menuju Indonesia Emas 2045’, di Kampus UAJY, Sabtu (15/3/2025).
BACA JUGA: Satroni Rumah Gondol Ponsel Dini Hari, Pria Ini Ditangkap di Kricak
Oleh karena itu, tandas Ganjar, sebagai generasi muda harus memiliki daya juang dan pikiran yang kritis.
“Pesan saya adalah generasi muda bisa berani menyampaikan pendapat sesuai fakta dan data, meningkatkan literasi, berpikir mandiri dan kritis,” ucap Ganjar dalam seminar yang diikuti 500 peserta, termasuk peserta daring.
Seminar yang diinisiasi Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum (BEM FH) Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) ini dimoderatori Yolanda Simbolon SH MH. Menghadirkan pula narasumber Dr Finsensius Mendrofa SH MH CLA dan Bibianus Hengky Widhi Antoro SH MH.
BACA JUGA: Korban Tabrak Lari, Pemotor dan Pemboncengnya Dibawa ke Rumah Sakit
Sementara itu itu, Finsen memberikan pesan kepada para mahasiswa yang akan menjadi tokoh utama di tahun 2045, dengan mengungkapkan bahwa yang perlu disiapkan adalah menjadi insan manusia yang mampu bertahan dan beradaptasi di setiap era perubahan yang dinamis dengan caranya masing-masing.
Salah satu peserta aktif seminar || YP-Ist
Sedangkan, Hengky menegaskan bahwa sebagai mahasiswa harus mempunyai pemikiran yang kritis.
BACA JUGA: Jelang Lebaran, Infrastruktur Hasil Proyek Padat Karya di Bantul Diresmikan
“Teman-teman jangan berhenti berpikir, karena dengan berpikir maka kalian ada. Apabila suatu sistem atau hukum sudah tidak bisa dikendalikan, hanya ada satu kata, lawan!” tegas Hengky.
Dr V Hari Supriyanto SH MHum selaku Wakil Dekan I FH UAJY, dalam sambutannya sekaligus membuka seminar, memberikan apresiasi kepada BEM FH UAJY yang telah menyelenggarakan seminar dengan lancar dan baik.
BACA JUGA: Periksa 315 Saksi, Kejari Belum Tetapkan Tersangka Korupsi Dana Pariwisata
“Semoga pengalaman teman-teman dalam mengorganisasi kegiatan ini dapat menjadi bekal ketika lulus nanti untuk mengabdi pada masyarakat,” ujar Hari.
Hari juga menyampaikan terima kasih kepada ketiga narasumber yang sudah berkenan meluangkan waktu menghadiri seminar nasional ini untuk bisa berbagi pengalaman, ide, dan hal-hal lain yang akan sangat berguna bagi semua.
Ganjar Pranowo bersama para peserta seminar || YP-Ist
“Dalam seminar, kita memungkinkan untuk membahas sesuatu lebih mendalam dan komprehensif, maka harus kita optimalkan, kita gali, dan kita diskusikan pengalaman dari para narasumber yang akan berguna bagi kita,” lanjut Hari.
BACA JUGA: Kabar Terbaru Pengusutan Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman, Begini Penjelasannya
Mengingat kita segera menuju Indonesia Emas 2045, Hari mengungkapkan bahwa tema yang diangkat pada seminar kali ini sangat bagus dan tepat. Apabila gerakan anti korupsi tidak berjalan dengan baik, korupsi dan nepotisme tidak dihentikan, maka kemungkinan untuk mencapai cita-cita Indonesia Emas hanyalah isapan jempol belaka.
“Jadi mahasiswa harus idealis dan harus punya semangat untuk anti korupsi. Percaya bahwa dengan kerja keras, kita akan bisa sejahtera. Terima apa yang menjadi hak kita dengan secukupnya. Syukur apabila kita sumbangkan,” tegas Hari menutup pidato sambutannya.
BACA JUGA:SnowBall Didominsi Remaja Belia, Segera Luncurkan 4 Single Baru
Maura Rulita mahasiswa Program Studi Hukum angkatan 2022 selaku Ketua Panitia, menyampaikan terima kasih kepada para narasumber yang telah meluangkan waktu untuk berbagi ilmu dan wawasan kepada peserta yang hadir.
“Saya juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta baik online maupun offline yang sangat antusias dengan acara ini,” ucap Maura.
BACA JUGA:Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata, Jangan Cuma Karyawan Bawahan yang Dijadikan Tersangka
Maura juga mengapresiasi kepada semua panitia yang telah bekerja keras dalam menyelenggarakan seminar ini.
“Semoga seminar ini dapat memberikan manfaat yang besar, memperluas cakrawala pemikiran kita, serta mendorong kolaborasi yang lebih erat di antara semua pihak yang hadir. Selamat mengikuti seminar,” tutup Maura. (*/Red)
