Owner CV Faiza Jaya Sejahtera Diadili Atas Tuduhan Penipuan Rp 928 Juta

share on:
Magdaleyna Siti Komiyati memberikan keterangan saat menjadi saksi di muka persidangan || YP-Eko Purwono

Yogyapos.com (SLEMAN) - Ny NM (42), warga Nologaten Caturtunggal Depok, diadili atas tuduhan penipuan dengan modus investasi bisnis event organizer (EO) dan wedding organizer, di Pengadilan Negeri Sleman, Kamis (2/5/2024).

Korban dalam kasus ini, Magdaleyna Siti Komiyati selaku investor menderita kerugian senilai Rp 928 juta. Sidang perkara nomor 160/Pid.B/2024/PN Smn memasuki tahap pemeriksaan saksi-saksi yang diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rahajeng Dinar Hanggarjani SH MH

BACA JUGA: Advokat Aprilia Supaliyanto MS SH Wis Wancine Menep

“Sidang hari ini kami hadirkan dua orang saksi. Kami jerat terdakwa dengan Pasal 378 KUHP dan Pasal 373 KUHP,” kata Kasi Pidum Kejari Sleman Agung Wijayanto SE SH MH.

Dalam dakwaan disebutkan, terdakwa selaku owner CV Faiza Jaya Sejahtera yang bergerak dalam usaha brand event dan wedding organizer berkeinginan untuk mengembangkan usaha cara investasi dengan korban. Pada Januari 2022 ia bersama tim melakukan presentasi di salah satu kafe di hadapan korban.

BACA JUGA: Tujuh Pelaku Penyalahguna Narkota Ditangkap, Dua Diantaranya Perempuan 43 Tahun

Pasca presentasi, terdakwa  menawarkan iming-iming investasi dan menjanjikan akan memberikan keuntungan kepada investor sebesar 15 persen dari modal, bahkan berani menjamin modal dan  keuntungan akan dikembalikan 10 hari setelah event digelar.

Magdaleyna Siti Komiyati || YP-Eko Purwono

Setelah ada kesepakatan, kerjasama antara terdakwa dengan korban awalnya berjalan lancar, seiring berjalannya waktu mulai timbul persoalan yakni terjadi tunggakan pengembalian modal juga keuntungan.

BACA JUGA: Rumah Dirut Taru Martani Digeledah, Tim Penyidik Menyita Uang Rp 80 Juta dan 9 Arloji

Lima event yang digarap terdakwa telah dituangkan dalam nota kesepakatan bersama korban, terdakwa telah menerima uang sejumlah Rp 1.232.000.000. Lantaran belum ada penyelesaian dalam kasus ini korban menderita kerugian sejumlah Rp 928 juta. Bahkan diketahui perhelatan atau event tersebut sebenarnya tidak pernah digelar oleh terdakwa.

Sementara terdakwa NM melalui tim penasehat hukum dari Bidkum Polda DIY yang diwakili Heru Nurcahya SH mengatakan, dalam kasus ini kuasa hukum hanya ingin mengetahui mensrea serta kerugian real yang diderita oleh korban.

BACA JUGA: KPK Geledah Kantor Setjen DPR RI, Ini Masalahnya

“Karena nilai kerugian akan mempengaruhi berat ringannya hukuman,” kata Heru.

Heru mengungkapkan, saksi yang tak lain merupakan suami terdakwa tidak mengetahui dari usaha terdakwa termasuk masalah keuangan, pada saat ditelpon oleh terdakwa atau saat didatangi korban beserta 5 orang untuk menandatangani surat pernyataan membayar.

“Pada saat saksi datang surat pernyataan sudah jadi tinggal ditandatangani, kami menginginkan saksi korban untuk membuktikan kerugian yang real di persidangan,” imbuh dia.

BACA JUGA: Kasus Kepemilikan Senpi Ilegal Oknum Perangkat Desa Segera Dilimpahkan ke Pengadilan

Di sisi lain, Magdaleyna Siti Komiyati mengungkapkan atas kasus ini sebenarnya dirinya menderita kerugian sekitar Rp 3 miliar, hal tersebut jika dihitung dari sebanyak 5 perjanjian kerjasama yang telah disepakati.

“Sebenarnya kita rugi sekitar Rp 3 miliar dari sebanyak lima MoU, nanti akan kita lakukan langkah hukum perdata,” ujar wanita yang akrab disapa Lena ini.

BACA JUGA: Sri Sultan HB X Imbau Pemkab Sleman Komitmen Kurangi Kemiskinan

Dia berharap,  terdakwa dihukum maksimal sesuai aturan dan segera ada kepastian hukum semoga menjadi efek jera bagi pelaku ataupun oknum yang lain. “Saya korban penipuan, saya pegang semua data-data lengkap, berharap dia dihukum seberat-beratnya, atas kasus ini semoga  tidak ada korban -korban yang lain,” imbuhnya.

Sidang digelar secara online, terdakwa berada Lapas Perempuan Kelas IIB Yogyakarta di Gunungkidul, sementara di ruang sidang dihadiri JPU dan tim penasehat hukum terdakwa. Sidang akan digelar kembali pada Selasa (7/5/2024). (Opo)

 

 


share on: