Museum Gunungapi Merapi Gelar Pameran Temporer, Ini Agendanya

share on:
Penampakan dari depan Museum Gunungapi Merapi || YP-Agung Dwi Purwanto

Yogyapos.com (SLEMAN) - Museum Gunungapi Merapi mengadakan pameran temporer bertajuk "Merapi, Peristiwa, Memori dan Mitigasi’ di museum setempat, Hargobinangun, Pakem, Sleman, Rabu (18/6/2025).

"Selain pameran temporer, kami juga mengadakan talkshow kegunungapian," kata Kepala UPTD Museum Gunungapi Merapi, Imam Muslikh Mahmudi SIP kepada yogyapos.com saat ditemui diru ang kerjanya.

BACA JUGA: Seorang Pria Ditemukan Meninggal Dunia di Pohon Kelapa

Imam menyampaikan pameran temporer berlangsung dari 18 Juni sampai 20 Juli 2025. Kegiatan pameran temporer dilakukan karena saat ini masih banyak masyarakat yang belum memahami tentang kegungapian dan migasi bencana. Selain itu pameran ini juga bertujuan untuk memberikan mitigasi kepada masyarakat agar lebih mengenal museum dan Gunung Merapi melalui koleksi yang ditampilkan.       

Imam Muslikh Mahmudi SIP || YP-Agung Dwi Purwanto

"Tujuan dar pameran temporer ini juga untuk menambah pengetahuan masyarakat tentang kegunungapian dan kebencanaan lainya. Kemudian kita dapat memberikan pemahaman pada masyarakat tentang migasi bencana. Terutama masyarakat yang tinggal di lereng Merapi," tandas Imam.         

BACA JUGA: Reka Ulang Duel di Bawuran, Korban & Tersangka Sempat Salaman Sebelum Tewas

Imam juga menjelaskan, kegiatan pameran ini diselenggarakan bekerja sama dengan Mahasiswa S2 Arkeologi UGM Arkeologi Bidang Permuseuman, serta museum yang ada di Kabupaten Sleman, diantaranya Museum Gempa Prof Dr Sarwidi, Museum Geoteknologi Mineral UPN, dan Museum Mini Sisa Hartaku.

Salah satu koleksi yang dipamerkan || YP-Agung DP

Kegiatan ini terealiasai menggunakan Dana Alokasi Khusus Museum dan Taman Budaya anggaran Tahun 2025.                              

"Harapan kami dengan adanya pameran ini dapat menambah pengetahuan bagi masyarakat temtang ilmu kegunungapian, mitigasi bencana dan bencana lain serta masyarakat lebih mencintai museum," pungkasnya. (Agn)                                                                         

 

 

 


share on: